Istri Kontrak Pelampiasan Hasrat

Istri Kontrak Pelampiasan Hasrat
IKPH . Bab 42


__ADS_3

Jeritan-jeritan pelan tidak bisa Kania tahan saat penyatuan mereka di pagi yang begitu indah. Kania sangat paham dengan keinginan Satria yang begitu menggebu.


Terkadang, Kania dibuat bingung dengan pikirannya sendiri. Sebelum bertemu dengannya, siapa yang menjadi pelampiasan Satria saat menginginkan itu dan Felicia tidak ada bersamanya?


Apakah laki-laki itu melampiaskannya pada wanita malam yang menyewakan tubuhnya? Sama seperti saat Satria bertemu dengan Kania pertama kali.


Saat Satria mencapai puncaknya, Kania merasakan hal yang sangat luar biasa. Apalagi saat melihat wajah puas dari suaminya itu, Kania benar-benar sangat bahagia.


“Udah puas, Mas?” tanya Kania saat Satria memeluknya dari belakang.


Laki-laki itu belum melepaskan penyatuan mereka meski perlahan senjatanya mulai mengendur. Dia mencium Kania dan mengucapkan terima kasih untuk pagi yang membakar lemak itu.


“Kamu mau lagi?” Satria balik bertanya. Tangannya bergerak perlahan mengusap perut Kania. Menyentuh buah hatinya yang mungkin sedikit merasakan guncangan karena ulah mereka.


“Enggaklah, Mas. Aku laper,” jawab Kania sembari mengerucutkan bibir dengan kening berkerut.


Satria langsung melepaskan penyatuan mereka dan membantu Kania memakai pakaian.


“Ya udah, ayo kita makan!” ajak Satria yang baru teringat ada kehidupan lain di tubuh sang istri yang harus mendapat makanan yang cukup.


Pagi yang begitu dingin untuk manusia di luar kamar itu. Mereka sedang bergelut dengan pikiran mereka sendiri.

__ADS_1


Suara Kania dan Satria yang terdengar samar sudah membuat ketiga laki-laki itu berimajinasi. Untung saja, Sekretaris Gio langsung meminta mereka untuk mendengar musik dari ponsel. Kalau tidak, mungkin saja mereka akan antri ke kamar mandi untuk menuntaskan hassratnya.


Kania dan Satria keluar dari kamar untuk sarapan. Karena sudah siap semua, mereka hanya tinggal duduk dan makan. Namun, mata Satria menangkap ada sesuatu yang aneh.


“Kok enggak ada susu? Kamu enggak bikin susu ya, Sayang?” tanya Satria setelah menyadari minuman ibu hamil itu tidak ada di meja.


“Iya, Mas. Susunya habis, kemarin udah aku beli dari tokonya Bu Santi, tapi lupa bawa pulang,” jawab Kania. Dia langsung mengambil makanan karena memang dia sudah sangat lapar.


Satria tidak banyak bertanya lagi, dia memberi kesempatan untuk Kania yang sepertinya memang sangat kelaparan.


“Ya udah makan dulu deh, biar anak aku sehat. Nanti kita ke kota buat beli susu ya,” kata Satria yang kemudian ikut makan.


***


“Kenapa?” tanya Satria yang menyadari kegelisahan sekretarisnya itu.


“Em, itu, Bos. Mobil yang kita sewa, mogok dalam perjalanan ke sini,” jawab Sekretaris Gio sambil menunduk. Dia sangat tahu bahwa Satria akan marah karena masalah kecil ini.


“Terus, kenapa nggak telfon heli yang kapan hari itu aja?”


“Aku enggak mau naik heli, Mas. Aku lagi hamil kalau nanti aku mual-mual gimana, aku nggak mau,” tolak Kania. “Lagian, masa’ ke kota aja naik heli, malu-maluin nanti mau mendarat di mana?”

__ADS_1


Kania terus mengomel. Sementara Sekretaris Gio membenarkan apa yang dikatakan Kania itu hanya dalam hati, karena sesungguhnya dia lebih takut dengan Satria.


“Ya, terus gimana dong?”


“Kita ambil ke tokonya Bu Santi aja, Mas kalau cuma susu. Gampang, ‘kan?”


“Tapi, aku ‘kan mau sekalian belikan kamu kebutuhan yang lain, Kanya. Mana tega sih aku biarin kamu tinggal dalam keadaan kayak gini. Baju-baju hamil juga kamu belum punya.” Satria yang pada dasarnya memang orang berkecukupan bahkan berlebihan harta, tentu tidak bisa diam saja melihat istrinya dengan penampilan yang sangat sederhana.


“Bos, bagaimana kalau kita pinjam mobilnya Pak Gabriel,” usul sang pengawal yang tiba-tiba terlintas di kepalanya bahwa mereka bertetanggaan dengan Gabriel.


“Apa? Pinjam mobilnya orang itu? Yang ngaku-ngaku jadi calon suaminya istriku?” Satria mencebik karena pasti memalukan sekali jika dia meminjam kendaraan roda empat itu pada Gabriel.


***



Pinjem aja kenapa sih, Bang.. nanti beliin bensin 2drum 😜😜


Slow dulu ya gess, kita senyum tipis² dulu, sebelum sidang wkkk, biar gak tegang-tegang amat.. cukup itunya Bang Saaat aja yang gampang tegang... kalau sama Kania wkkk


Ritualnya dong, males ah crazy up 😂😂😂

__ADS_1


__ADS_2