Istri Kontrak Pelampiasan Hasrat

Istri Kontrak Pelampiasan Hasrat
IKPH . Bab 47


__ADS_3

Satria dan Sekretaris Gio mendatangi Emon, pengawal Kania yang kini sudah sadarkan diri. Laki-laki itu menderita luka lebam hampir di seluruh wajahnya.


“Mon, ada Tuan Satria di sini. Apa kamu bisa menceritakan semuanya dari awal?” tanya Sekretaris Gio yang sebelumnya sudah mendapat izin dari dokter untuk mengajak bicara Emon.


Emon mengangguk. Dia hendak bangun tapi Satria langsung menahannya.


“Tidak apa. Tiduran saja. Saya cuma mau dengar bagaimana ceritanya?” Satria mengambil duduk di samping Emon. Diikuti oleh sekretaris Gio yang juga melakukan hal yang sama.


“Tadi, waktu masih subuh. Ada orang ketuk-ketuk pintu. Manggil-manggil Nona sambil minta tolong. Saya lihat di jendela hanya satu orang. Pas saya buka pintunya, tiba-tiba saya dipukul dan beberapa orang menyerbu kami. Saya sempat lihat yang kakinya pincang, memaksa masuk ke kamar Nona. Tapi, waktu saya ingin mengejar, mereka langsung menghajar kami Tuan.”


“Apa yang mereka lakukan di kamar Kanya?”


“Maaf, saya kurang tahu, Tuan. Nona berteriak-teriak tapi say tidak tahu apa yang terjadi karena saya tidak ingat apa-apa lagi,” jelas Emon yang terlihat sangat merasa bersalah. “Maafkan saya, Tuan. Saya tidak becus bekerja. Tuan berhak menghabisi saya kalau Nona kenapa-kenapa.”


“Tidak, Emon. Kamu harus sembuh dan kamu harus membantuku membalas pelakunya. Kita akan kembali ke ibu kota setelah Kanya diizinkan pulang.”


Satria sudah memutuskan untuk membawa Kania kembali. Dia tidak mau hal seperti ini akan terulang lagi nantinya.

__ADS_1


Laki-laki itu kembali ke ruangan Kania. Dia berpapasan dengan Gabriel yang baru keluar dari ruangan Kania untuk mengambil jaketnya.


“Tuan Gabriel, boleh saya bertanya?” Satria masih penasaran dengan apa yang para penyerang itu lakukan pada Kania, dan Gabriel adalah orang yang membawa Kania ke rumah sakit.


“Kita duduk di sini saja, Tuan Satria. Aku tidak keberatan untuk menjelaskan semuanya.”


Satria mengangguk dan akhirnya mereke duduk bersebelahan di kursi tunggu, tepat di depan ruangan tempat Kania dirawat.


“Jadi, apa yang terjadi pada Kanya, maksud saya Kania.”


“Waktu bangun pagi buat buang air kecil, aku dengar suara ribut-ribut, dan tidak lama suara teriakan Kania terdengar. Aku langsung ke sana dan ternyata ada sekitar sepuluh orang yang menghahar dua pengawal Kania. Tentu mereka tidak imbang, dan aku membantu dua pengawal Kania. Saat para warga datang mereka hampir kabur tapi gagal karena para pekerja di proyek ikut membantu menangkap mereka.”


“Aku langsung ke kamar Kania untuk mengeceknya. Ternyata, kepalanya berdarah, dan ada darah juga yang mengalir di paha dalam keadaan hampir pingsan.”


Kemarahan Satria pada pelaku yang membuat istrinya celaka kian bertambah besar. Membayangkan Kania kesakitan sampai kehilangan bayinya membuat Satria tidak bisa memgampuni pelakunya.


“Terima kasih Tuan Gabriel karena Anda, nyawa istri saya masih tertolong,” ucap Satria sambil memejamkan mata.

__ADS_1


“Tidak usah berterima kasih Tuan Satria, kalau boleh aku usul, lebih baik Kania bersama suaminya. Terlepas apa pun masalah yang sedang kalian hadapi, tidak seharusnya Kania tinggal di tempat yang sangat jauh dari Tuan Satria, apalagi saat sedang hamil.”


“Ya, saya tahu. Saya akan membawa Kania kembali setelah dia pulih.”


“Tuan, maaf.” Sekretaris Gio memberi kode pada Satria untuk berbicara berdua.


Gabriel akhirnya pamit pulang karena tugasnya sudah selesai.


“Ada apa Gio?” tanya Satria saat memastikan Gabriel telah pergi.


“Tuan, kami sudah menyelediki ponsel para pelaku, dan kecurigaan kita memang benar. Nyonya Lily terlibat dalam hal ini,” jawab Sekretaris Gio sambil menunjukkan beberapa bukti. “Dan, Nyonya Feli tadi menelepon untuk menanyakan kenapa kartu kredit dan debit miliknya tidak bisa dipakai.”


“Jebloskan Lily ke penjara dan pastikan Feli tidak akan mendapat sepeser pun dari perceraian ini. Aku akan memberikan kejutan yang tidak akan bisa mereka lupakan!” Satria merasakan dadanya naik turun menahan amarahnya yang sudah tidak sabar dia luapkan di depan Felicia.


***


Kembang kopinya jangan lupa.. betewe masih ada yg bingung kembang kopi ya wkkk.. itu ada di kolom hadiah ya 😜😜😜 yang banyak 🤣🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2