
Sejak awal, Satria sudah mengizinkan istrinya pergi dengan Gabriel. Meski Kania menolak, tapi Satria meyakinkan pada sang istri bahwa dia mempercayai Kania sepenuhnya. Toh, mereka juga tidak hanya pergi berdua. Ada pengawal yang mengikuti Kania, itu sebabnya Satria mengizinkan Kania pergi bersama Gabriel.
“Alana, kamu tidak lihat, di belakang mereka ada pengawal. Tidak mungkin mereka sengaja bermesraan di tempat umum, di depan pengawal yang selalu melaporkan apa yang Kanya lakukan. Pasti ada sesuatu yang membuat calon suamimu itu sampai berani memegang pinggang istriku,” jelas Satria sembari menatap adiknya dengan kesal.
Rasa cemburu Alana pada Kania itu terlalu berlebihan menurut Satria. Mungkin karena Alana memang anak manja yang belum bisa berpikir dewasa, makanya dia asal menuduh begitu saja.
“Alana, lebih baik kamu tanya sama Gabriel, apa yang sebenarnya terjadi sampai dia bisa bersama Kania di mal itu.”
Momy Anna mencoba menjadi penengah yang baik. Masalah yang melibatkan Kania dan Alana itu tentu akan mempengaruhi hubungan kakak adik antara Satria dan Alana. Satria pasti akan membela istrinya, sedangkan Alana pasti akan berpegang dengan apa yang dipikirkan dan diyakininya.
Jangan sampai hubungan kakak beradik yang memang jarang akur itu harus ternoda karena kesalahpahaman saja.
__ADS_1
“Kak Biel sudah nggak jawab telfon aku dari tadi, Mom. Terakhir aku telfon, waktu aku lihat mereka Mbak Kania sama Kak Biel mau masuk ke toko perhiasan, dan saat aku tanya, kata Kak Biel ada rapat. Itu artinya Kak Biel bohongin aku demi bisa jalan sama pelakor ini, Mom.”
Lagi-lagi Alana menuding kakak iparnya karena pikiran negatifnya.
Bagi Kania, apa yang dituduhkan Alana itu bisa dimaklumi. Memang pandangan orang tentang dirinya yang pernah masuk ke dalam rumah tangga orang lain dan merusaknya itu akan selalu negatif, sekali pun dia tidak bersalah dalam hal ini.
“Dia yang nggak jawab telfon kamu, kenapa kamu nyalahin istriku?”
Seperti dugaan Momy Anna, Satria pasti akan membela istrinya karena laki-laki itu memang sangat mencintai Kania.
“Alana, aku minta maaf karena sudah bikin kamu salah paham. Aku sama Mas Gabriel itu nggak ada hubungan apa-apa. Aku cuma bantu dia beli sesuatu. Bukannya aku menggurui, tapi kamu dan Mas Gabriel akan menikah dan itu pasti butuh fondasi yang kuat. Menikah itu butuh saling percaya Alana, kalau kamu nggak bisa percaya. Kalau kamu saja tidak bisa percaya dengannya, lalu bagaimana nanti kalian menjalani rumah tangga?”
__ADS_1
Kania tidak ingin membocorkan kejutan Gabriel untuk Alana, tapi dia sendiri juga tidak mau Alana mencurigainya seperti itu. Dia sangat menyayangi Alana yang baru beberapa bulan ini dikenalnya.
“Kania benar Alana. Mungkin Gabriel sedang menyiapkan sesuatu untuk kejutan di hari pernikahan kalian nanti. Jangan langsung menuduh, apa yang kamu lihat itu belum tentu yang sebenarnya terjadi. Apalagi kamu hanya melihatnya dari jauh. Kamu tidak bisa mendengar apa yang sedang mereka bicarakan bukan?”
Momy Anna mengusap punggung putrinya yang kini menatap kakak iparnya dengan bibir manyun. Alana masih sangat labil, apalagi dia memang sangat menyukai Gabriel. Mungkin faktor-faktor itulah yang membuat gadis itu dengan mudah mencurigai tanpa mencari tahu dulu apa yang terjadi.
“Lihatlah, Mom. Anak Momy itu masih seperti anak kecil, kayak begitu masa mau dinikahin. Kasihan suaminya, mending suruh Gabriel cari istri yang lain saja,” goda Satria yang masih kesal dengan adiknya itu.
***
telat up komennya jadi rame.. Coba kalau aku rajin, kayaknya gak serame ini 😂😂😂 maafken ya 🤣🙏🙏🙏
__ADS_1