Istri Kontrak Pelampiasan Hasrat

Istri Kontrak Pelampiasan Hasrat
IKPH . Bab 82


__ADS_3

Semua berbahagia dengan kabar kehamilan Kania. Satria, Kania, dan orang tua Satria pun turut berbahagia. Begitu pun dengan Alana yang juga ikut merasakan kebahagiaan. Namun, gadis itu tiba-tiba memikirkan nasib cintanya.


Sejak pesta pernikahan Satria dan Kania, Alana dan Gabriel belum bertemu lagi untuk membicarakan hubungan mereka setelah Gabriel mengetahui fakta tentang Alana yang merupakan anggota keluarga Hartono yang akan dijodohkan dengannya.


Alana sengaja mematikan ponsel dan memutus komunikasi dengan Gabriel, bahkan sekali pun melalui Sheina yang menelepon Anna. Alana tetap tidak mau berbicara dengan Gabriel.


Tiba-tiba, sebuah mobil masuk ke pekarangan rumah Satria dan Kania.


“Siapa?” tanya Satria yang merasa tidak memiliki tamu.


“Teman aku, Kak,” jawab Alana yang kemudian berdiri hendak menemui temannya.


Namun, baru saja Alana berdiri dari tempatnya duduk, ternyata temannya tidak datang sendiri. Laki-laki bernama Kenzie yang sedari tadi ditunggu-tunggu oleh Alana itu ternyata datang bersama Gabriel.


“Alana,” panggil Gabriel.

__ADS_1


“Maaf, Lan. Dia maksa,” kata Kenzie merasa bersalah.


Mommy Anna menyuruh Gabriel dan Kenzie untuk duduk. Lalu, Satria berpamitan mengajak Kania untuk istirahat. Begitu pun dengan Anna dan Alfaro. Mereka ingin Alana dan Gabriel menyelesaikan masalah pribadi mereka sendiri.


“Ada apa? Bukankah sudah tidak ada lagi yang perlu dibahas antara kita? Semua sudah jelas, ‘kan?” tanya Alana dengan nada yang terdengar sinis.


Kenzie meneguk minuman yang disuguhkan di meja, sedangkan Gabriel menelan saliva sembari mengatur nada bicaranya.


“Aku, ke sini cuma mau minta maaf, Lan. Aku tahu aku salah sudah menolakmu. Aku tadinya berpikir, bahwa cinta karena perjodohan itu bukan cinta yang murni, tapi ternyata aku bertemu denganmu dan mulai menyukaimu,” ucap Gabriel berterus terang.


Alana mengangkat satu ujung bibirnya, menciptakan senyum miring yang terlihat mengejek Gabriel. “Jangan membual, Kak. Nanti setelah Chika kembali juga perasaanmu akan luntur,” balas Alana dengan sinis.


“Chika? Chika yang mana sih?” sahut Kenzie sembari mengingat-ingat gadis mana yang bernama Chika. Seingatnya, Gabriel tidak pernah menjalin cinta dengan siapa pun sampai Kenzie mengira sepupunya itu penyuka sesama jenis.


“Teman TK, sudah lama enggak ketemu juga, pasti dia juga sudah menikah,” jelas Gabriel yang menjawab pertanyaan Kenzie.

__ADS_1


“Kamu percaya dengan omongan Brian? Kamu enggak percaya sama aku?” tanya Gabriel menatap serius wajah Alana yang akhirnya membuang muka.


“Oh, yang akhirnya pindah pas kalian udah lulus SMA itu?” sahut Kenzie lagi.


Alana kembali menatap Gabriel. “Iya, biasanya cinta pertama itu susah dilupakan. Lagi pula, ya sudahlah ya tidak perlu dibahas, toh kita memang tidak menjalin hubungan apa-apa. Kakak ke sini mau apa lagi selain memperjelas masalah ini? Aku sama Kenzie mau jalan bareng.”


Gadis itu melirik jam di pergelangan tangannya.


“Aku ke sini karena ingin mengenal kamu lebih dekat, Alana. Dan juga bertemu dengan Satria dan Kania untuk meminta maaf dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Aku salah sudah menolak perjodohan sebelum melihatmu, dan aku juga salah karena aku membohongi Satria dan Kania bahwa kamu adalah kekasihku.”


“Aduh, kenapa aku jadi pusing dengan kalian sih?” sahut Kenzie yang sedari tadi masih kebingungan dengan obrolan Alana dan Gabriel. “Kalian sudah gede, jangan terus-terusan bertengkar dan saling egois. Ngomong pakai kepala dingin coba!” sahut Kenzie sembari menyodorkan minuman dingin dari meja kepada Gabriel dan Alana.


“Ya sudah, kalau begitu biar aku sama Alana ngobrol berdua, kamu tunggu di mana begitu. Biasanya kalau cowok sama cewek ngobrol berdua, yang ketiga itu setan loh!” kata Gabriel.


Seketika itu, Kenzie menatap tajam kakak sepupunya yang lebih tua. “Kakak pikir aku setan?”

__ADS_1


***


Setan gantengnya om Mondy 💋💋💋


__ADS_2