Istri Kontrak Pelampiasan Hasrat

Istri Kontrak Pelampiasan Hasrat
IKPH . Bab 87


__ADS_3

Gabriel mengajak Alana jalan-jalan demi menciptakan hubungan yang lebih dekat setelah kesalahpahaman beberapa waktu lalu.


Setelah menjemput Alana, Gabriel mengajak gadis itu ke sentra ikan hias. Tempat itu seperti pasar yang menjual beraneka macam ikan hias. Ya, Gabriel memang sangat menyukai ikan.


Ketika sampai di pasar itu. Gabriel menggandeng tangan Alana untuk turun dari mobil.


“Maaf ya, agak becek. Habisnya kalau hari-hari gini masih lengkap ikannya, besok belum tentu.” Gabriel sedikit merasa bersalah dan bingung karena mereka sudah membuat janji dari kemarin, tapi mendadak subuh-subuh sudah hujan.


Alhasil, sekarang mereka harus berjalan di tengah jalanan yang sedikit berair.


“Nggak apa-apa. Sekali-sekali lihat ikan, bosan juga kalau main ke mal, atau ke kafe,” balas Alana yang tidak pernah merasa keberatan ke mana pun Gabriel membawanya pergi.


Jangankan ke tempat kayak gini, ke pelaminan pun aku siap, Kak Biel.


Gabriel tersenyum bangga dengan Alana. Ternyata, meskipun Alana dari keluarga yang berada, tetapi gadis itu tidak manja seperti dugaan Gabriel. Jika dalam bayangan Gabriel sebelumnya, Alana dari keluarga Hartono pasti akan langsung minta pulang saat diajak ke pasar ikan hias seperti ini.


“Kamu bantu pilih ikannya ya, mau aku taruh di akuarium ruang tamu. Siapa tahu aja nanti rumah itu juga jadi rumahmu.”


Alana menatap Gabriel seperti patung. Apakah yang diucapkan laki-laki di hadapannya ini adalah kesungguhan?


Tunggu, dia tidak boleh terlalu terpana dengan Gabriel. Dia harus menjadi wanita berkelas yang tidak gampang tersipu karena rayuan seperti itu.

__ADS_1


“Ya, semoga saja. Nanti aku bantu pilih, Kak.”


Alana masih menjaga kewarasannya sehingga dia tidak berteriak histeris saat Gabriel memberi isyarat bahwa dia ingin menjalani hubungan yang serius dengannya.


Mereka mulai berkeliling dari satu kios ke kios yang lain. Gabriel banyak menjelaskan tentang ikan-ikan yang ditanyakan Alana. Mulai dari nama, makanan dan cara perawatannya pun Gabriel sangat paham.


Setelah hari beranjak siang, mereka memutuskan untuk pergi dari pasar ikan itu dengan membawa beberapa jenis ikan yang mereka beli. Gabriel pun mengajak Alana untuk berkunjung ke rumahnya yang masih terbilang baru.


“Wah, rumahnya keren banget, Kak,” puji Alana setelah mereka sampai di rumah Gabriel yang memang luar biasa bagus.


Rumah Gabriel masih satu kompleks dengan rumah orang tuanya. Laki-laki itu memang sengaja memilih rumah tinggal yang tidak jauh dari orang tuanya supaya bisa setiap hari melihat keadaan mereka.


“Aku yang desain sendiri loh ini,” kata Gabriel dengan bangga.


“Tumben Mas Biel bawa perempuan ke sini, pasti calon istrinya ya,” goda wanita yang bekerja di rumah Gabriel itu.


“Bik Surti bisa aja. Kita pacaran aja belum, Bik.”


“Buat apa pacaran, Den. Mending langsung nikah lebih enak," timpal suami Bik Surti.


Alana jadi malu mendengar obrolan mereka. Dia hanya bisa menunduk sambil memainkan rambutnya yang sebatas bahu itu.

__ADS_1


“Sudah jangan digodai terus, nanti dia malah minta pulang. Yuk, Al. Kita ke dalam!” Gabriel menggandeng tangan Alana dan membawa gadis itu masuk ke rumahnya.


Sampai di dalam rumah Gabriel, Alana semakin dibuat takjub dengan selera laki-laki itu dalam memilih interior rumah yang tertata dengan sangat bagus. Mereka pun melanjutkan obrolan sampai membahas masalah keinginan Gabriel untuk segera menikahi Alana.


“Jadi, aku sudah ngomong sama mommyku. Mommy bilang, kalau aku serius sama kamu, mending langsung nikah aja. Masalahnya, kamu mau apa nggak aku seriusin.”


Alana menunduk. Dia bingung karena kakaknya bilang Gabriel harus menunjukkan keseriusan dulu, dan sekarang laki-laki di hadapannya itu malah langsung mengajak nikah.


“Aku ....”


Gabriel menunggu dengan berdebar jawaban apa yang akan Alana katakan padanya.


“Aku tanya Daddy dulu, Kak. Takut nggak diizinin.” Alana menunduk menyembunyikan wajahnya yang malu.


Dia selalu menurut apa yang Alfaro katakan padanya, karena itulah setiap mengambil keputusan, Alana selalu melibatkan kedua orang tuanya.


“Kalau gitu, besok aku akan ke Singapura menemui daddy kamu langsung, bagaimana?”


*


*

__ADS_1


*


Iya-iya aja aku mah, coba tanya readers, kali saja ada yang mau nyumbang bunga buat calon mertua wkkkk


__ADS_2