
Satria mambawa Kania ke ibu kota untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik. Dia ingin Kania diperiksa secara menyeluruh untuk memastikan kesehatannya.
Kania sudah menjalani kuretase untuk membersihkan rahimnya karena mengalami keguguran paska kejadian penyerangan itu. Dia masih syok dan sangat kehilangan bayi yang sangat dinanti dan dijaga dengan baik.
“Apa ini hukuman karena sudah merusak rumah tangga orang lain?” Wanita itu bergumam dengan tatapan kosong. Wajahnya yang putih bersih terlihat pucat seperti mayat hidup.
Satria yang baru keluar dari kamar mandi, mendengar semua yang Kania katakan. Hatinya terasa koyak mendengar langsung Kania yang menyalahkan diri sendiri atas apa yang terjadi.
Memang, setiap perbuatan akan mendapatkan balasan yang setimpal. Dia yang memiliki niat menjadi pelaacur, telah diselamatkan Satria dengan menjadi wanita simpanannya. Namun, masuk dalam hubungan rumah tangga adalah kesalahan, dan Kania sadar itu.
Dia masuk dalam kehidupan dan Satria saat rumah tangganya dengan Feli baik-baik saja, meskipun pada akhirnya terungkap bahwa Feli lebih dulu berselingkuh. Jika saja, Kania tidak hadir du tengah mereka, pasti Satria dan Feli masih baik-baik saja terlepas perselingkuhan sang istri sah yang sebenarnya juga bersalah.
Satria berjalan mendekati Kania yang masih melamun dengan posisi duduk bersandar. Laki-laki itu ikut duduk dan memeluk istri mudanya yang masih larut dalam kesedihan.
“Kanya, jangan berpikir seperti itu. Kamu tidak merusak rumah tanggaku, tapi Feli sendiri yang menghancurkan, hanya saja aku menyadarinya setelah bertemu kamu.”
Hati Satria juga hancur, tapi tidak serapuh Kania. Dia malah semakin bertekad membalas perbuatan orang-orang yang telah mencelakai istri dan anaknya.
__ADS_1
“Aku sudah gagal menjadi ibu.”
Buliran bening meluncur deras dari kelopak mata Kania. Kesedihan yang menyayat hati masih sangat dirasakan sampai detik ini. Namun, semua itu tidak ada gunanya lagi sekarang. Anak dalam kandungannya juga tidak akan kembali.
“Kita akan menggantinya dengan banyak anak, Sayang. Jangan sedih terus, aku janji akan melakukan yang terbaik supaya kamu bisa hamil lagi. Setelah perceraianku dengan Feli selesai dan kita menikah secara resmi,” kata Satria membesarkan hati Kania.
Wanita itu hanya diam tapi air matanya mulai berhenti. Dalam hati, Kania berdoa supaya dia segera hamil lagi.
*
*
*
Satria sudah menyiapkan kejutan istimewa untuk istri dan mertuanya yang sebentar lagi akan menjadi mantan.
“Satria, kenapa kamu bekukan rekening aku, aku masih istri kamu dan aku berhak mendapat nafkah sampai pengadilan memutuskan perceraian kita.” Feli menarik tangan Satria saat mereka akan memasuki ruang persidangan.
__ADS_1
“Itu akibat ulah jahatmu bersama mama kamu,” balas Satria. Dia menampik tangan Feli dengan kasar dan segera berjalan masuk. Satria sudah tidak sabar mengungkap semua kebusukan Feli dan Lily.
Sekarang mereka berdua bisa memikirkan harta, mungkin besok mereka hanya akan memikirkan bagaimana cara mempertahankan nyawanya.
Feli mengepalkan tangan dan ikut masuk dengan tatapan kebencian. Dia berjanji, akan melakukan yang terbaik supaya Satria tidak bisa menceraikannya.
Semua sudah siap di tempatnya masing-masing. Hingga akhirnya, giliran Satria yang mengungkapkan alasannya menceraikan Felicia.
“Yang Mulia, semua bukti perselingkuhan tergugat ada di sini, bahkan anak yang saat ini ada dalam kandungannya bukanlah benih dari saya,” jelas Satria dengan sangat yakin.
Hakim membaca surat hasil tes DNA Feli bersama Satria dan juga Andrew. Sementara Feli dan mamanya saling berpandangan. Kemudian Lily berbisik pada putrinya.
Tiba-tiba, Feli berdiri untuk menyanggah. Dia pun berkata, “Yang Mulia, tes itu ilegal. Mereka mengambilnya tanpa izin dari saya. Saya tidak merasa suami saya meminta izin untuk tes DNA, bisa saja tes itu palsu karena suami saya sudah dirayu oleh wanita ular yang menggoda suami saya.”
Dasar wanita iiblis. Apa dia tidak tahu tata cara di pengadilan?
***
__ADS_1
Sory telat dikit, cucian menumpuk gaess wkkk
Kembang kopinya dulu dong 💋💋