Istri Kontrak Pelampiasan Hasrat

Istri Kontrak Pelampiasan Hasrat
IKPH . Bab 88


__ADS_3

Gabriel membuktikan ucapannya dengan mendatangi langsung orang tua Alana di Singapura. Laki-laki itu ingin membuktikan keseriusannya pada wanita yang awalnya memang dijodohkan dengannya.


“Jadi, kamu ke sini ingin melamar putriku? Bukankah sebelumnya kamu sudah menolaknya?” tanya Alfaro dengan tatapan menyelidik. Sebagai orang tua yang sangat menyayangi putrinya, Alfaro tentu tidak rela jika putrinya dipermainkan seperti sekarang ini.


“Iya, benar, Om. Maaf karena saya sudah mengecewakan Om, Tante dan Alana. Tapi sebenarnya, saya ingin menikahi Alana bukan karena dia yang dijodohkan dengan saya, tapi karena saya suka sama Alana sejak pertama bertemu.”


Gabriel melirik gadis cantik yang ada di sebelahnya. Pertemuan pertama mereka di rumah sakit telah sukses membuat hati Gabriel terpikat. Yang awalnya hanya ingin menjadikan Alana kekasih pura-pura, sekarang malah benar-benar ingin mengikat Alana dalam tali pernikahan.


“Jadi, kamu sudah jatuh cinta sama Alana sejak pandangan pertama? Begitu kenapa dulu menolak? Menyesal ‘kan setelah tahu anak tante cantik,” goda Anna sembari melirik putrinya yang sedari tadi senyum-senyum bahagia.


Gabriel kembali menatap Alana dan mengangguk. “Iya, anak Tante memang sangat cantik, makanya saya ingin menikmati kecantikannya itu setiap hari, kalau boleh.”


Anna memperhatikan putrinya yang pasti sedang melayang-layang saking bahagianya. Maklum saja, sebenarnya dari Alana masih dalam kandungan Anna, gadis itu sudah menyukai Gabriel. Bahkan, Anna sampai membelikan banyak mainan untuk Gabriel supaya bocah itu mau mencium perutnya waktu itu.


“Kalau memang kalian sama-sama serius, ya lebih baik memang langsung menikah saja. Siapa tahu dengan kalian menikah, Alana bisa berubah tidak rewel lagi,” putus Alfaro yang akhirnya mengizinkan Gabriel untuk menikahi putrinya.

__ADS_1


“Daddy.” Alana berteriak dan langsung menghampiri sang ayah untuk dipeluk.


“Kurang-kurangin manja sama Daddy, katanya mau nikah sama Kakak Biel,” goda Anna yang turut bahagia dengan kebahagiaan yang kini dirasakan putrinya.


“Tenang Tante, saya akan memanjakan Alana seperti orang tuanya memanjakan dia,” kata Gabriel dengan sangat yakin.


*


*


*


Ibu kandung Satria itu menyampaikan kabar bahagia tentang rencana pernikahan Alana. Anna juga mengatakan bahwa orang tua Gabriel yaitu Bara dan Sheina akan terbang ke Singapura untuk membicarakan masalah pernikahan Alana dan Gabriel.


Setelah mendapat kabar bahagia itu, Kania jadi ingin ikut ke Singapura untuk menghadiri acara lamaran Alana.

__ADS_1


“Kita nggak ke mana-mana, Sayang. Aku lebih khawatir sama anak kita daripada Alana,” kata Satria yang sangat tidak menyetujui keinginan istrinya itu.


“Yah, kok begitu sih, Mas. Aku ‘kan juga pengen menghadiri momen penting buat Alana. Masa sih, adik sendiri ada acara penting malah kita nggak datang.”


“Aku bilang nggak ya nggak, Sayang. Kita pernah kehilangan calon anak kita, jangan sampai nanti kita menyesal. Apalagi, acara kumpul-kumpul keluarga gini pasti bikin kamu kecapekan, aku nggak mau itu terjadi. Nanti biar Gio videokan saja. Kita tinggal nonton.”


Satria melirik asistennya yang mengawasi tidak jauh dari posisinya saat ini. Sementara itu, Kania mendengus karena gagal ke luar negeri.


“Padahal aku ‘kan juga ingin merasakan pergi ke luar negeri, Mas.” Kania merengut dan berjalan mendahului sang suami yang mendadak panik.


Jangan-jangan Kania ngidam ingin liburan ke luar negeri?


***


Dikit-dikit yang penting update ya.. Udah mendekati ending 😂😂

__ADS_1


__ADS_2