
Gabriel dan Kania kini sibuk mencari hadiah untuk ulang tahun Alana, sementara gadis yang akan berulang tahun itu malah salah paham dengan hubungan calon suami dan kakak iparnya.
Saat Alana akan menghampiri Gabriel dan Kania, tanpa sengaja Kania hampir terpeleset karena ada tumpahan es yang dibawa oleh anak kecil. Lalu, secara refleks Gabriel menangkap pinggang Kania supaya tidak terjatuh.
Dari tempat Alana berdiri, adegan itu terlihat seperti Gabriel yang sengaja memegang pinggang Kania. Dengan sigap, Alana langsung merekam apa yang dilihatnya dengan kamera ponsel, supaya nanti dia memiliki bukti untuk menceritakan pada kakaknya.
Satria pasti akan marah nanti karena diam-diam istrinya berselingkuh dengan calon iparnya.
Melihatnya saja sudah membuat Alana kecewa dan sakit hati. Apalagi saat melihat Gabriel tersenyum canggung pada Kania.
Mungkin memang benar, jika wanita yang mau merebut laki-laki beristri, pasti akan mengulangi hal yang sama.
Alana yang kesal, memilih pulang ke rumah daripada mencari tahu hal-hal yang akan membuatnya kecewa. Meski dia belum mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
*
*
Alana menangis tersedu dan mencurahkan kekecewaannya pada sang ibu. Dia menceritakan apa yang dilihat di mal itu.
__ADS_1
Saat Kania pulang, wanita itu disambut tatapan marah adik iparnya, juga ekspresi bingung ibu mertua yang membuat Kania bertanya-tanya.
"Ada apa, Ma, Alana?" tanya Kania setelah ikut bergabung dengan ipar dan mertuanya.
Alana hendak menjawab langsung, tapi ibunya langsung menahan tangan putrinya.
"Kamu dari mana, Kania?" tanya Mommy Anna yang berusaha untuk tidak memihak siapa pun.
Meski Alana adalah putri kandungnya, tapi Kania juga istri yang sangat dicintai putranya. Oleh karena itu, Anna berusaha untuk netral, berada di antara keduanya sebagai penengah.
"Aku dari mal, Ma. Beli celana khusus hamil," jawab Kania yang kemudian duduk di depan ipar dan mertuanya.
"Kamu tahu dari mana?" tanya Kania. Dia sudah berjanji dengan Gabriel untuk tidak mengatakan apa pun pada Kania tentang kejutan ulang tahun untuk gadis manja itu.
Sayangnya, Alana sudah tahu lebih dulu. Apakah renca kejutan itu akan gagal.
Alana tertawa sinis karena pertanyaan kakak iparnya. Dia merasa Kania seperti wanita murahan yang tidak tahu malu.
"Ternyata benar ya, sekalinya jadi perebut suami orang, maka untuk merebut laki-laki lain itu bukan hal yang mudah. Sekali pelakor tetap jadi pelakor!" kata Alana sembari menunjuk wajah Kania dengan jari telunjuknya.
__ADS_1
"Alana jaga bicaramu!" sahut ibu gadis yang sebentar lagi akan menikah itu.
Kania mengerutkan kening, tidak mengerti apa yang sedang Alana tuduhkan. Apa gadis itu merasa cemburu karena dia pergi dengan Gabriel untuk mencari hadiahnya?
Belum sempat Kania menjawab, Satria telah datang terlebih dahulu dan merangkul pundak istrinya.
"Alana, jangan asal menuduh! Kamu itu cuma cemburu nggak jelas!" sahut Satria yang tidak terima karena adiknya dengan seenak hati menghina istrinya.
"Aku nggak asal menuduh. Aku nggak cemburu. Tapi lihat ini!" Alana menyalakan ponsel dan membuka rekaman yang berhasil diambilnya saat melihat Gabriel dan Kania bermesraan.
Satria dan Kania melihat langsung apa yang membuat Alana salah paham dan sangat marah itu.
Seketika itu, mata Satria melirik istrinya yang juga terkejut dengan video itu.
"Ini nggak seperti ini kok, aku tadi hampir kepeleset, terus Mas Gabriel tolongin aku. Ini salah paham, Alana."
Kania merasakan dadanya berdebar hebat. Dia takut jika Alana dan Satria tidak mempercayai apa yang dijelaskannya.
***
__ADS_1
adakah yang merindukanku 🐒🐒