
Alana merasa dongkol saat kakaknya mengabaikan permohonannya. Memang sejak kecil dia dan sang kakak tidak terlalu dekat karena kakaknya itu sangat susah didekati.
Alana yang manja dan centil terkadang sering membuat Satria kesal hingga akhirnya sang kakak menjadi malas didekati adiknya sendiri.
“Abang, ayolah bantu aku!” rengek Alana yang kini sudah berdiri di sebelah kakak dan iparnya, mengganggu momen mesra suami istri yang sebentar lagi akan meresmikan hubungannya itu.
“Apa sih, Al. Lagian Gabriel itu sudah menolak kamu, ‘kan? Jangan jadi cewek kegatelan begitu dong. Cucu keluarga Hartono itu harus punya harga diri yang tinggi. Jangan keganjenan, bikin cowok ilfil ngerti nggak?” Satria mengabaikan adiknya lagi.
Dia sudah tahu siapa laki-laki yang diincar adiknya itu, dan sialnya ternyata dia adalah Gabriel yang sama yang pernah mengaku sebagai calon suami Kania.
Rasa kesal Satria pada adiknya semakin tinggi apalagi Alana terang-terangan mengejar laki-laki yang sepuluh tahun lebih tua darinya, bahkan enam tahun lebih tua dari Satria sendiri.
“Aku maunya sama Kak Biel. Aku cinta mati Kak sama dia, aku enggak bisa hidup tanpa cintaku,” aku Alana yang makin menjadi-jadi.
“Buktinya kamu masih hidup, Al.” Satria kini mengajak Kania duduk di sofa dekat tangga. Malas sekali meladeni adiknya yang semakin tidak masuk akal.
“Bang Satria.”
__ADS_1
Alana makin merengek-rengek. Di usianya yang sudah hampir dua puluh empat tahun itu, membuat Alana tidak lagi pantas bersikap seperti itu.
Melihat tingkah adik iparnya itu, Kania pun terpaksa ikut campur.
“Mas, tolongin Alana deh!” pinta Kania.
Satria dan Alana sama-sama menoleh pada Kania yang sebenarnya risi juga tingkah adik iparnya itu.
“Nah, Kakak Ipar juga setuju itu, Bang. Ayolah bawa Kak Biel ketemu aku dulu. Dia belum melihat kecantikan aku tapi sudah menolak ‘kan aneh,” oceh Alana.
“Lagian kamu aneh. Kalau kalian belum pernah ketemu, kenapa juga kamu minta dijodohin sama dia, memangnya kamu sudah ketemu orangnya?” tanya Satria bingung.
“Sudah dong, Waktu itu, aku datang ke kantornya Daddy El, terus Kak Biel itu kebetulan pas keluar dari ruangannya Daddy El, aku ke tanya dong. Itu siapa, Dad kok ganteng banget. Terus Daddy El cerita banyak, dan aku minta dijodohin saja sama dia karena sudah umur tiga empat tapi belum nikah, begitu, Bang. Bantuin aku ya, Bang.”
Kania menghela napas berat mendengar cerita Alana itu. Sementara Satria melotot karena Alana terus memanggilnya dengan sebutan Bang.
“Berhenti panggil kakak kayak begitu, Alana. Atau enggak kakak enggak akan mau bantu kamu!” ancam Satria yang kini bangun dari sofa. Dia menarik lembut tangan Kania dan mengajak istrinya itu untuk meninggalkan Alana.
__ADS_1
“Yuk, Sayang!”
“Iya-iya, Kak. Maaf dong, maaf. Kak Satria yang gantengnya kebangetan sampai punya dua istri.”
Satria melotot karena ucapan adiknya itu. Dia kembali meraih pinggang Kania dan mengajaknya pergi.
“Iya-iya, Kak. Bantu aku ya, nanti aku doakan Kak Satria sama Mbak Kania cepat dapat momongan bisa kasih aku keponakan yang lucu,” ucap Alana yang ada maunya.
“Doakan anaknya cowok!”
“Iya, aku doakan anaknya cowok, ganteng kayak Kak Satria.”
“Ya sudah kamu main dulu sana, kakak mau buat keponakan kamu dulu!” Satria langsung membawa Kania ke kamar meninggalkan Alana yang terus berteriak.
***
Sorry telat, lagi sibuk ngurus wedingnya Satria Kania gaes hehe. kembang kopinya jangan lupa 🥰😍
__ADS_1