JANGAN PILIH AKU!

JANGAN PILIH AKU!
JPA!#26


__ADS_3

...“Semakin cepat kamu menerima kenyataan, semakin cepat pula kamu dekat dengan kebahagiaan.”...


...__...


Mentari pagi telah menunjukan sinarnya. Hari yang baru kini telah datang, melupakan semua kepedihan dalam kelamnya malam, adalah hal yang berusaha Cia coba lakukan. Bukan hal mudah bagi dirinya untuk bersikap santai sperti biasa. Mata panda kini telah menjadi miliknya. Bagaimana tidak, semenjak pembicaraan tadi malam dengan Agung, ia sama sekali tidak bisa memejamkan mata, terus terjaga sampai pagi. Takut akan mimpi buruk.


Semua orang seperti biasa berkumpul di meja makan, begitu pula dengan Cia. Ia sudah bersiap berangkat ke sekolah. Dirinya hanya duduk diam. Begitu juga dengan Kiki dan Agung. Suasana seperti biasa terjadi lagi. Canggung tanpa kehangatan sedikitpun.


“Kiki, Cia. Mama sudah siapkan gaun untuk acara nanti malam. Dan, perias juga sudah Mama siapkan. Kalian berdua akan jadi seorang putri paling cantik nanti malam.” Meriska memancarkan kebahagiaannya tak terhingga, ia juga sembari menyiapkan sarapan untuk mereka.


Kedua putrinya hanya diam membisu, tidak ada satu katapun keluar dari mereka. Diam dan terus melanjutkan aktivitasnya. Sarapan.


“Kalian berdua, kenapa? Jangan pasang wajah cemberut gitu, tersenyumlah.”


“Aku pergi dulu,” Cia langsung beranjak dari duduknya dengan mengenakan tas ransel miliknya.


Kiki melirik ke arah Cia. Beberapa saat ia juga ikut beranjak dari sana.


“Eh, kenapa terburu-buru. Habiskan dulu sarapannya, sayang.”


Meriska sedikit berteriak untuk menghentikan kedua putrinya tersebut. Namun, mereka tidak menghiarukan itu sedikitpun. Terus berjalan tanpa menoleh.


“Biarkan saja mereka. Papa ingin membicarakan hal penting,”


“Baiklah.” Meriska duduk menemani Agung sarapan pagi.


...***...


Kedua saudara itu, kini berangkat sekolah bersama. Sepanjang perjalanan mereka hanya diam membisu. Seperti biasa. Pak supir hanya bisa memandangi sikap kedua putri Wijaya yang aneh. terkadang suka bertengkar dengan hal sepele dan terkadang bersikap seolah tidak mengenal satu sama lain.


Mereka telah sampai pada tujuannya. Sekolah. Sebelum masuk ke dalam halaman sekolah Cia sudah memutuskan untuk turun di sana. ia sama sekali tidak ingin terlihat bersama Kiki di hadapan orang-orang.


“Gue ngantuk banget, harus cepat-cepat masuk kelas dan tidur dengan nyenyak. Hoam …. ” Cia menguap dengan begitu santainya, dan hal itu menarik perhatian beberapa siswa yang hendak masuk ke dalam sekolah.


“Woy, santai dong. Orang nguap aja heboh! Gak pernah nguap ape lu.” celoteh Cia, sembari memberikan wajah tengilnya.


Mendengar itu, semua murid yang tadinya memperhatikan ia dengan wajah aneh segera mungkin memalingkan wajah, dan berlalu pergi.


Cia beberapa kali meregangkan seluruh tubuhnya, melepaskan keletihan yang ada. Dan tak lupa ia juga terus saja menguap. Rasa kantuk selalu saja bisa mengalakan seseorang.


“Kalau ngantuk tidur aja di rumah, kenapa mesti ke sekolah?”


“Eh, buset.”


Tiba-tiba saja suara pria tengah berbisik di telingah, Cia. Dan tentu saja hal itu membuat Cia terkejut. Hingga membuatnya sedikit melompat. Menjauh dari sumber suara.


“Loe!”


“Ya, kenapa? Kaget ya lihat cowok keren kayak, gue.”


Cia tak pernah suka berdekatan dengan pria tersebut, yang tak lain adalah, Jay.


“Ngapain loe di sini?”

__ADS_1


“Numpang tidur.” Jay tersenyum lebar, menjawab santai.


“Hah? Apaan sih, garing amat kek peyek remek.”


“Pft, apa itu peyek remek? Gue baru denger.”


“Cari sono di Mbah gelgel. Auh akh, gue cabut aja dari sini. Bye.”


Cia memutuskan untuk pergi dari sana. kesal dengan Jay. Dan, Jay hanya bisa tersenyum tipis sembari terus menatap punggung Cia yang mulai hilang dari pandangan di tengah kerumunan para murid.


Suara bell sekolah telah berdering keras. Tanda untuk seluruh murid bergegas masuk ke dalam kelas. Memulai proses belajar mengajar. Kali ini, Cia juga masuk ke dalam kelas. Mengikuti semua pelajaran yang ada.


Hari ini dirinya juga sangat baik dan tentram. Menjadi murid teladan. Terlalu teladannya ia bisa menyerap semua pelajaran dan tersimpan dalam tarian mimpi. Ya, dirinya tertidur semenjak pelajaran pertama di mulai.


...****...


Suara tepuk tangan menggema di seluruh gedung. Semua para pembisnis telah hadir dan begitu juga beberapa orang penting juga ikut hadir dalam perayaan.


Cia masih terpaku dan hanya bisa melihat keadaan.


“Hai, apa benar kamu, Cia?” seorang wanita tiba-tiba saja muncul di hadapan Cia.


Cia masih terdiam, ia masih memahami apa yang terjadi saat ini padanya. Tiba-tiba saja ia berada dalam sebuah pesta yang megah. Ada begitu banyak orang penting di sana. pakaian bagus dan berkelas. Begitu pula dengan yang ia kenakan saat ini. Gaun biru muda di lapisi permata yang berkilau menjauhkan kesan tomboy dan menambah kesan anggun pada dirinya.


“Hei, apa kau Cia?” wanita itu bertanya kembali.


“Ya, kau siapa?”


Wanita itu tersenyum hangat. Kemudian ia mengulurkan tangan. Hendak berjabat tangan. Cia masih tidak mengerti apa maksud wanita tersebut, ia hanya menatapnya dengan penuh aneh dan tanda tanya.


“Oh, maaf.” Cia menerima salaman tersebut, walau dirinya masih saja bingung apa yang terjadi di sini.


“Selamat ya, semoga kau bisa bahagia nantinya.”


“Hah, selamat? Untuk apa?” kebingungan Cia semakin menjadi-jadi.


“Kau ini jangan malu-malu. Memang sih kalau aku jadi dirimu, maka aku juga akan bersikap seperti itu.” Keslin tersenyum lebar.


Cia semakin bingung. Sebenarnya apa yang terjadi di sini.


“Selamat, apa yang loe maksud?”


“Selamat atas pertunanganmu, bukankah kau sudah bertunangan hari ini?” Keslin juga ikut bingung.


“Apa! Tunangan? Dengan siapa, kapan?”


Cia sangat terkejut atas apa yang di katakan wanita tersebut.


“Kau ini, jangan begitu. Walau sedang malu-malu tapi kau juga tidak boleh melupakan tunanganmu sendiri.” Keslin tersenyum menggoda. Ia berbalik badan dan menunjuk seseorang. “Lihat, dia itu tunanganmu.” Keslin menunjuk pria yang sedari tadi sedang berdiri di atas panggung.


“Jay!” Cia berseru lantang. Ia sangat terkejut dengan apa yang terjadi.


Semua orang seketika menatap ke arah Cia dengan tatapan aneh. dan terus menatapnya.

__ADS_1


“Ini pasti mimpi, mana mungkin gue tunangan sama cowok busuk itu.” Cia semakin kalut dalam pemikiranya. Ia mencoba mencerna atas apa yang terjadi padanya kini. Bagaimana mungkin ia sudah bertuanangan, dan orang itu tak lain adalah, Jay.


“Tidakk ….! ”


...*****...


“Cia! Kenapa kamu teriak-teriak dalam kelas?”


“Eh, kek kenal sama ini suara.” Perlahan Cia membuka matanya dan tentu saja, Pak guru sudah ada di hadapannya dan menatap ia dengan sangat tajam.


“Eh, Pak kriwol. Kok Bapak ada di sini?”


Cia berseru di depan semua murid.


Seketika ia langsung menepuk keningnya sendiri. Menghukum atas kebodohannya. Bagaimana bisa ia mengucapkan hal itu di depan orangnya langsung.


“Murid kurang ajar. Udah enak-enakan tidur dalam kelas, sekarang berani meledek guru kamu!”


Semua murid menahan tawa mereka masing-masing. Begitu pula dengan Jay.


“Gue kok ada di sini sih, bukanya tadi ada di gedung ya?” Ia bergumam.


Cia masih saja mencerna apa yang sebenarnya terjadi. Ia masih tidak sadar jika dirinya sudah terbangun dari mimpi itu sendiri. Merasa linglung.


“Karena kamu sudah berani tidur dalam kelas, dan menghina Bapak. Kamu sekarang juga Bapak hukum bersihkan toilet sekolah!” seru Pak Kris, menatap tajam pada Cia.


“Jangan dong, Pak. Hukumannya ganti jadi di kantin aja ya, Pak.” Cia tersenyum dengan wajah polosnya itu. Merasa tidak bersalah.


“Jangan banyak alasan! Sekarang juga kamu kerjakan yang saya suruh.”


“Oke-oke.” Dengan nada malas Cia beranjak dari sana. meninggalkan kelas dan menuju toilet sekolah.


“Dia ini memang cewek yang konyol. Tingkahnya selalu saja membuatku tertarik.” Jay berbicara sendiri dalam hati dan terus menatap Cia pergi.


Setelah Cia pergi. Pelajaran di lanjutkan kembali. Sedangkan Cia terus saja mengumpat di luar sana.


Beberapa jam kemudian, ia telah menyelesaikan hukuman yang sudah di berikan kepadanya. Sangat melelahkan. Rasa kantuk kini telah hilang. Dan memutuskan untuk pergi dari sana menuju halaman belakang sekolah. beristirahat bersama semilir angin.


..._Bersambung_...


...“Kira-kira siapa yang akan bertunangan dengan, Jay?”...


...a. Cia...


...b. Kiki...


...c. Keslin...


...d. Mungkin saja aku....


...Silakan jawab di kolom komentar ya, makasih. Jangan lupa dukungan kalian semua adalah amunisi nyawa author....


...BUDAYAKAN MEMBACA DAN DUKUNGLAH KARYA INI SEPENUH HATI....

__ADS_1


...#Jay Adieputra...



__ADS_2