
Rasa penyesalan yang mungkin tak akan pernah berakhir. Membuat Burhan merasa semakin tak mampu hidup tanpa Salma. Melihat kondisi Salma semakin membuatnya sakit yang begitu dalam. Suatu hari, untuk kesekian kalinya Burhan melihat Salma di saat Salma keluar beristirahat untuk makan siang. Melihat kondisi Salma yang menurutnya tak baik baik saja, dia memutuskan untuk menemuinya.
"Salma." Sapa Burhan
"eh,, kamu mas." Jawab Salma suara lirih. Wajahnya begitu pucat.
"Kamu sakit?" Tanya Burhan khawatir
"Aku gak papa kok mas." Jawabnya
"Aku antar kamu periksa ya." Tawar Burhan. Tapi Salma menolak
Tiba tiba Salma merasa pusing dan dia terjatuh pingsan. Burhan menangkapnya dan membawanya ke Rumah sakit. Sesampainya di Rumah sakit Salma di tangani oleh dokter.
"Bagaimana keadaannya dok?" Tanya Burhan kepada dokter tersebut.
__ADS_1
"Menurut hasil pemeriksaannya, dia tidak apa apa, mungkin hanya karena dia kelelahan kurang beristirahat saja. Atau mungkin banyak pikiran yang mengganggunya." terang dokter.
Mendengar penjelasan dokter tersebut, Burhan semakin tak ingin meninggalkan Salma. Dia merasa sangat bersalah karena telah menghianati Salma. Setelah beberapa saat menununggu Salma siuman, akhirnya SAlma sadar. Dia terbangun dan membuka matanya. Burhan hyanya tersenyum lega melihat Salma akhirnya sadrakan diri.
"Mas.. Aku dimana?" Tanya Salma
"Kamu di Rumah sakit karna tadi kamu pingsan." Terang Burhan
Salma hanya diam menatap Burhan dengan bingung.
"Ada apa mas?" Tanya Salma sesampainya di taman.
"Aku mau minta maaf sama kamu karena kesalahanku kemarin." Kata BUrhan meminta maaf.
"Waktu itu aku khiulaf. Maaf." Lanjutnya
__ADS_1
"Aku sudah maafin kamu kok mas, jauh sebelum kamu minta maaf. lagian ini juga bukan sepenuhnya salah kamu. Mungkin aku juga salah karena mungkin aku tak bisa membahagiakan kamu." Kata Salma menjelaskan
"Aku baru sadar ternyata aku sangat membutuhkanmu. Aku tak mau kehilangan kamu." Terang Burhan
"Udahlah ,mas kita lupakan semua. Semoga kamu bahagia dengan pilihan kamu." Kata Salma
"Aku hanya ingin bersamamu. Aku janji tak akan menghianatimu lagi. Aku sudah tak ada hubungan apa apa lagi sama dia karena sejak aku kehilangan kamu aku sangat menyesal. Tolong beri aku kesempatan lagi." Pinta BUrhan
"Maaf mas aku gak bisa." Kata Salma
"Aku akan menunggu kamu sampai kamu mengatakan "bisa". Aku akan membuktikan ke kamu bahwa aku benar benar tulus sama kamu. Mungkin kemarin aku melakukan kesalahan besar yang sulit untuk di maafkan tapi sekarang aku menyesalinya. Karena aku sadar ternyata aku tak baik baik saja tanpa kamu. Aku sudah terbiasa dengan adanya kamu dalam hidupku. Mungkin aku bodoh karena sudah menghianati seseorang yang sangat mempercayaiku dan mencintaiku dengan tulus. ijinkan aku membuktikannya" Tegasnya
Salma hanya menggangguk dan tersenyum kepada Burhan. Salma tak tau harus menjawab apa. Perasaannya saat itu begitu bingung. Dia terdiam sejenak untuk memikirkan apa yang Burhan katakan. "Apakah semua itu nyata?" tanyanya dalalm hati.
Selesai berbicara Burhan lanjut mengantarkan Salma pulang agar Salma bisa beristirahat. Setelah sampai di depan Rumah Salma, Burhan langsung berpamitan pulang agar Salma bisa langsung beristirahat.
__ADS_1
Salma merasa senang dalam hatinya karena Burhan akhirnya meminta maaf dan menyadari semua kesalahannya. Tapi maaf tak bisa begitu saja menghapuskan rasa kecewanya terhadap Burhan. Meski dia ingin sekali kembali kepada Burhan, karena baginya BUrhan adalah sebagian dari hidupnya. Tetapi Salma tak ingin buru buru menerima Burhan kembali. "Biarkan waktu yang menjawabnya." Katanya dalam hati.