
Setelah menikah Burhan dan Salma tinggal bersama ibu Salma. Hari hari mereka lalui dengan bahagia. Suka duka mereka lalui bersama.
Beberapa bulan setelah menikah, ibu Burhan menyuruh Burhan untuk pulang kerumah dengan membawa istrinya karena ayahnya sedang sakit. Dengan terpaksa Burhan menuruti Ibunya.
Burhan dan Salma meminta izin kepada Ibu Salma untuk tinggal dirumah Burhan. Dengan pikiran positif Ibu Salma menurutinya.
"Bu, saya mau minta izin sama Ibu, Salma dan Saya akan tinggal dirumah saya karena ayah saya sekarang sedang sakit dan tak ada yang mengurusi perusahaan." Izin Burhan.
(diam sejenak)
"Ya kalau kalian berdua sudah mantap tidak apa apa jika mau pindah. Tapi jangan lupa sesekali kunjungi Ibu disini. Kalian kan tau sendiri Ibu disini sendiri." Pinta Ibu Salma
"Iya Bu, kami pasti akan sering mengunjungi Ibu. Terimakasih Bu." Ucap Burhan.
Keesokan harinya, Burhan dan Salma pindah kerumah orangtua Burhan.
(mengetuk pintu)
"Oh, kamu sudah datang nak. Ayo masuk." kata Ibu Burhan seperti tidak menganggap Salma berada disitu.
"Papamu sakit, mulai sekarang kamu yang mengurus perusahaan. Besok kembalilah ke perusahaan. Sekarang istirahatlah dulu." Kata Ibu Burhan.
__ADS_1
"Baiklah Ma." Jawab Burhan.
Burhan dan Salma menuju kekamar untuk beristirahat. Salma merasa kehadirannya tak dibutuhkan oleh Ibu mertuanya tersebut. Tetapi dia harus tetap bersabar demi suaminya.
Karena Ayahnya sakit, terpaksa Burhan harus meneruskn perusahaan. Dan terpaksa Dia meninggalkan Salma dirumah bersama Ibunya.
"Sayang, kamu gak apa apa dirumah sama Mama?" Tanya Burhan.
"Aku tidak apa apa. kamu tenang saja. Kan kita sudah putusin tinggal disini jadi ku sudah pikirkan semua matang matang." Jawab Salma
"Makasih ya sayang." Ucap Burhan.
Salma hanya mengangguk dan tersenyum. Dalam hatinya sebenarnya dia sangat takut karena dia tau bahwa mertuanya sangat tidak mrnyukainya.
"Iya. kamu hati hati ya." Ucap Salma, sembari bersalaman dan mencium tangan suaminya. Dan Burhan mencium kening Salma lalu berangkat ke kantor. Salma mengantar kepergian suaminya sambai didepan pintu.
Beberapa saat setelah itu, Ibu Burhan mulai berubah 180 derajat.
(Masuk rumah)
"Hehh kamu anak ******." Panggil Ibu Burhan.
__ADS_1
"Iya Ma." Jawab Salma mencoba tetap sabar.
"Kamu jangan pernah coba coba pengaruhi anak saya lagi. Kalau sampai itu terjadi, kamu akan tau akibatnya." Kata Ibu Burhan membuat hati Salma merasa tergores benda tajam.
Salma hanya diam dan pergi ke kamarnya. Dia tak berani keluar kamar dan menunggu suaminya pulang didalam kamar. Dia tak mau jika Ibu mertuanya melihatnya akan semakin marah kepadanya.
Setiap saat Burhan tidak berada dirumah, Salma hanya terdiam dikamar. Hingga suatu saat Burhan melihat Salma semakin kurus.
"Apa kamu gak pernah makan? Kenapa sekarang kmu terlihat sangat kurus?" Tanya Burhan.
"Masak sih aku kurusan? Mungkin karena aku sedang diet." Jawab Salma sambil tersenyum berpura pura semua baik baik saja karena takut suaminya akan khawatir kepadanya.
"Kamu mau jadi apa sayang, udah kurus begini masih diet??" Ucap Burhan Sambil mencubit pipi istrinya untuk menggodanya.
"hehehe." Salma hanya tersenyum.
"Kamu sembunyiin sesuatu ya dari aku?" Tanya Burhan.
"Apa menurut kamu, aku bisa sembunyiin sesuatu dari kamu? Bukannya setiap aku sembunyiin sesuatu kamu selalu tau lebih dulu?" Terang Salma.
"Benar juga ya. Pokoknya kalau kamu ada apa apa kamu harus bilang sama aku. Jangan pura pura kamu bail baik saja." Ucap Burhan.
__ADS_1
"Iya sayangnya aku." ucap Salma mencubit hidung Burhan.
"Ya sudah akuau tidur, capek ngurus perusahaan. Kamu juga tidur." Kata Burhan mrncium kening istrinya.