
Dengan persetujuan dari istrinya, Burhan berpikir untuk mencari seorang wanita yang mau menikah siri dengannya dan menyetujui serta menandatangani surat perjanjian yang telah dia buat.
Ketika Burhan berjalan dipinggiran taman dengan rasa galaunya, tanpa disengaja dia bertabrakan dengan seorang perempuan yang sedang berlari karena dikejar oleh seorang rentenir. Wanita tersebut terjatuh karena Burhan lebih kuat.
"Maafkan saya mbak." Ucap Burhan sembari memegang pundak wanita itu berniat ingin menolongnya. Dan membantunya untuk berdiri.
"Iya tidak apa apa mas. Saya juga meminta maaf." Kata wanita tersebut.
"Mbak tidak apa apa? Apakah ada yang sakit? Biar saya bawa kerumah sakit." Ajak Burhan.
Karena rasa takutnya dengan rentenir yang mengejarnya, tanpa berpikir panjang wanita tersebut menyetujui ajakan Burhan. Burhan langsung membantu wanita tersebut berjalan menuju mobilnya.
Dari kejauhan, wanita tersebut melihat rentenir yang mengejarnya. Dia langsung meminta tolong Burhan untuk menyelamatkannya.
"Mas, tolong bantu aku pergi dari mereka. Cepat mas. Saya mohon." Kata wanita tersebut dengan cepat meminta bantuan Burhan.
Burhan yang tak tega karena melihat wajah wanita tersebut sangat ketakutan langsung menolongnya. Burhan mengajak wanita tersebut berlari menuju mobilnya. Dan langsung mengemudikan mobilnya menjauh dari tempat itu.
Setelah Burhan mengemudikan mobilnya agak jauh, Burhan penasaran denganapa yang sebenarnya terjadi dengan wanita itu. Burhan memberanikan diri untuk bertanya kepadanya.
__ADS_1
"Kalau boleh tau kenapa mbak berlari dengan tergesa gesa? Siapa mereka?" Tanya Burhan karena penasaran.
"Mereka rentenir mas. Mereka selalu mengejar ngejar saya." Jawab wanita itu dengan mata berkaca kaca.
"Mbak punya hutang dengan mereka?" Tanya Burhan lagi karena rasa penasarannya.
"Sebenarnya bukan saya mas yang hutang." Jawab wanita itu yang sudah mengalir airmatanya.
"Lalu?" Tanya Burhan semakin penasaran.
"Tapi mantan suami saya. Dia terlalu banyak terlilit hutang Setelah Ayah saya meninggal, warisan dari Ayah saya saja belum cukup buat melunasi hutang mantan suami saya. Dan dia meninggalkan saya entah kemana. Dan akhirnya saya yang harus menanggung semua hutang hutangnya.Mereka tadi hanya salah 1 dari rentenir. Sebenarnya saya capek harus bekerja setiap hari banting tulang hanya untuk melunasi hutang hutang mantan suami saya." Terang wanita itu mengatakn yang sebenarnya terjadi.
Wanita itu menangis dengan derasnya. Burhan sangat iba kepada wanita itu.
"Apakah mbak bisa menolong saya? Jika mbak bisa menolong saya, saya juga akan menolong mbak melunasi semua hutang hutang mbak." Kata Burhan berterus terang.
"Apa yang bisa saya lakukan buat mas?" Tanya Wanita itu menghapus air matanya dengan tangannya.
Burhan meminggirkan mobilnya dan menghentikannya. Burhan menatap wanita itu dengan serius dan berharao wanita itu akan menyetujuinya.
__ADS_1
"Bisakah mbak mengandung dan melahirkan anak saya?" Tanya Burhan terus terang.
"Mas sudah gila? Kita baru saja bertemu dan mas sudah melecehkan saya? Terimakasih atas bantuannya tadi. Saya tidak menyangka akan seperti ini. Maaf saya tidak bisa membantu." Kata wanita itu dengan nada tinggi karena kemarahannya.
Wanita itu membalikkan wajahnya kearah pintu mobil dan tangannya akan membuka pintu mobil. Belum sempat keluar tangan Burhan menahan tangan wanita itu.
"Mbak, mbak jangan salah paham. Saya ceritakan masalah saya dulu baru mbak menyimpulkan. Dengarkan saya dulu mbak." Pinta Burhan.
Karena sadar diri bahwa Burhan telah menolongnya, wanita itu memutuskan untuk mendengarkan cerita Burhan. Dan Burhan menceritakan tentang masalah keluarganya. Karena merasa kasihan wanita itu akhirnya mau menjadi solusi untuk keluarga Burhan.
"Ya sudah saya akan membantu mas." Kata wanita itu.
"Beneran mbak? Kalau mbak bersedia membantu saya, Saya juga kan membantu mbak melunasi semua hutang hutang mbak." Ucap Burhan senang.
"Iya Mas." Kata wanita itu dengan tersenyum.
"Saya sangat berterimakasih mbak. Oh iya, daritadi ngobrol tapi kita belum tau nama. Nama saya Burhan mbak. Kalau mbak?" Tanya Burhan mengulurkan tangannya.
"Nama saya Fitri mas." Jawab wanita itu membalas uluran tangan Burhan.
__ADS_1
"Fitri ya. Ya sudah saya antar mbak pulang kerumah dulu karena sudah malam.Dan besok setelah mbak menandatangani surat perjanjian, saya akan langsung melunasi hutang hutang mbak." Jelas Burhan.
"Iya mas." Jawab Fitri menyetujuinya.