Jangan Pisahkan Aku

Jangan Pisahkan Aku
MADU HAMIL


__ADS_3

2 minggu lamanya Burhan tak pulang kerumah untuk menemui Salma. Memberinya kabar dengan meneleponpun jarang. Salma merasakan sepi didalam hatinya karena rasa khawatir yang tak menghilang meskipun dia tahu pernikahan Burhan dan Fitri hanyalah pernikahan diatas kertas perjanjian.


Burhan dan Fitri tinggal bersama layaknya suami istri sungguhan yang baru saja melangsungkan pernikahan. Fitri memerankan perannya sebagaimana peran istri. Begitu juga Burhan. Meskipun ada perasaan bersalah terhadap Salma, namun itu semua dia lakukan untuk menjaga hubungannya dengan Salma.


Sesekali Salma ingin mengerti bahwa semua yang dilakukan Burhan untuk kebaikan mereka berdua. Namun tak bisa dipungkiri bahwa rasa takut, khawatir dan sakit selalu membayanginya. Salma berusaha keras untuk tidak menjadikannya suatu permasalahan, tapi dia hanyalah wanita biasa yang mana dia bisa saja sakit hati melihat orang yang sangat dia cintai bersanding dengan wanita lain apapun alasannya.


Setelah hampir 3 minggu Burhan dan Fitri tinggal bersama, fitri mencoba untuk mengetes kehamilannya. Dan hasil yang ditunjukan memang seperti yang mereka harapkan. Fitri hamil. Untuk meyakinkan kebenarannya Burhan mengantar Fitri pergi kerumahsakit dan memeriksanya. Dan ternyata hasilnya memang positif. Burhan sangat bahagia.


"Aku benar benar berterimakasih padamu. Akhirnya kamu mengabulkan apa yang menjadi permintaanku." Ucap Burhan dengan senangnya.


"Aku juga senang mas bisa membantu kamu dan mbak Salma." Balas Fitri.


"Baiklah! Kamu akun antar pulang dan beristirahatlah. Aku akan pulang dan memberi kabar baik ini kepada Salma." Ucap Burhan.


Fitri menganggukkan kepalanya dengan tersenyum tanda menyetujui ajakan Burhan.


Setelah mengantarkan Fitri pulang, Burhan langsung pulang kerumah dan bergegas ingin bertemu Salma.


"Kamu kenapa? Baru pulang dari luar kota senyum senyum sendiri kaya menang lotre?" Tanya Ibu Burhan.

__ADS_1


"Tidak apa apa Ma. Aku hanya senang akhirnya aku bisa sampai rumah." Jawab Burhan tetap tersenyum.


"Ohh!" Gumam Ibu Burhan.


"Salma mana Ma?" Tanya Burhan karena tidak melihat istrinya dirumah.


"Tidak tau." Jawab Ibu Burhan dengan acuh seperti biasa.


Burhan meninggalkan Ibunya dan pergi mencari Salma kekamar.


"Sayang!" Teriak Burhan membuka pintu kamar.


"Sayang! Kamu kenapa? Kenapa kamu jadi kurusan sekarang? Apa kamu tidak makan dengan baik?" Tanya Burhan cemas.


"Aku tidak apa apa." Jawab Salma.


Burhan menatap Salma dengan tatapan khawatir.


"Kamu kenapa menatapku seperti itu? Kamu sudah kembali?" Tanya Salma merasa risi dengan tatapan Burhan.

__ADS_1


"Aku khawatir kamu kenapa napa. Oh iya! Aku punya kabar bahagia buat kita. Akhirnya Fitri hamil." Ucap Burhan dengan senyum senang.


"Fitri?" Tanya Salma Bingung.


"Ohh iya kamu belum aku kenalkan sama Fitri. Dia yang membuat perjanjian dengan kita. Dia hamil." Terang Burhan.


"Ohh!" Ucap Salma dengan senyum masamnya.


Hati Salma terasa dicabik, tetapi dia juga merasakan lega mendengar kehamilan Fitri madunya. Salma hanya berharap setelah bayi itu lahir, Fitri tidak akan mengganggunya lagi.


"Kamu tidak senang ya?" Tanya Burhan setelah melihat senyum Salma seperti terpaksa.


"Tidak! Aku senang kok." Jawab Salma.


"Besok kalau sudah saatnya aku akan kenalin dia sama kamu. Agar kamu terbiasa dengandia dan kalian menjadi akrab satu sama lain." Ucap Burhan.


Salma hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya tanda setuju. Salma senang melihat Burhan begitu bahagia. Meskipun hatinya sebenarnya terluka, tetapi Salma mencoba kuat. Dengan melihat suaminya bahagia, dia merasa lega. Kebahagiaan suaminya adalah prioritas yang selalu dia utamakan.


Burhan memeluk Salma dengan erat dan mencium rambut Salma sesekali tanda rasa sayangnya terhadap istrinya. Salma tau bahwa Burhan sangat mencintainya dan tak akan meninggalkannya. Itulah kenapa Salma selalu mendukung apapun yang dilakukan Burhan. Karena Salma percaya bahwa itu semua demi kebaikan mereka.

__ADS_1


__ADS_2