
H-3, itu berarti hari yang di nanti Burhan dan Salma akan segera tiba. Perasaan takut dan bahagia bercampur menjadi satu dalam hati Burhan dan Salma. Mereka memutuskan mengambil cuti di hari H-2.
Hari H-2 Burhan seharian hanya berlatih melafalkan ijab qabul. Dia takut, saking bahagianya dia akan salah melafalkannya. Salma hanya diam melihat calon suaminya tersebut berlatih, dan ketika Burhan salah melafalkannya , Salma hanya tersenyum sembari menutup mulutnya.
"Udah mas. Istirahat dulu." Suruh Salma
"Sebentar aku belum lancar ini." Tolak Burhan
"Semangat banget sih. Udah ah, istirahat makan dulu. Ntar malah sakit kamu." Suruh Salma sambil memegang tangan Burhan.
"Ya sudah, kamu juga makan." Terima Burhan
Salma mengangguk dan tersenyum, akhirnya calon suaminya mau istirahat. Salma menyiapkan makanan untuk Burhan makan, dan dia menyiapkan untuk dirinya sendiri. Setelah makan mereka ngobrol dan berbagi kebahagiaan yang mereka rasakan saat ini. Saling bersyukur atas apa yang mereka dapatkan saat ini.
Burhan dan Salma di penuhi dengan rasa kebahagiaan yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya. Dua hari lagi akan tiba kebahagiaan mereka yang sesungguhnya. Mereka tak sabar menunggu hari itu.
Dan hari ini, hari H telah tiba. Burhan san Salma memakai gaun yang telah mereka siapkan. Detak jantung mereka berdua mulai tak beraturan. Rasa bahagia dan takut semakin membara. Seluruh badannya bergetar menunggu detik detik ijab qabul.
__ADS_1
Burhan duduk di sebuah ruangan untuk melaksanakan ijab qabul. Burhan duduk di kelilingi para tamu yang datang untuk menjadi saksi. Sedangkan Salma masih duduk di kamarnya menunggu semua saksi bilang "SAH". Salma hanya berdoa semoga segalanya lancar tanpa halangan apapun.
Naib mulai berbicara. Hati Burhan dan Salma semakin tak karuan rasanya..
"Sudah siap menjadi suami?" Tanya Naib mencoba menghilangkan rasa canggung.
"Sudah pak." Jawab Burhan
"Apa yang akan kamu lakukan?" Tanya Naib lagi, membuat Burhan bingung mau jawab apa. Para tamu spontan menertawakan pertanyaan Naib dan ekspresi Burhan.
"Latihan dulu atau langsung?" Tanya Naib lagi
"Kenapa harus buru buru? Udah gak sabar ya." Canda Naib
Burhan tak menjawab apa apa hanya tersenyum. Dengan serentak tamu yang hadir tertawa dengan candaan Naib tersebut.
"Ya sudah kita mulai. tirukan saya ya. Bismillahirahmanirahim, Saya nikahkan saudara Burhan prasetyo dengan Salma kusumawati binti Abdulrahman dengan mas kawin seperangkat alat sholat di bayar tunai." Kata Naib tersebut membimbing ijab
__ADS_1
"Saya terima nikahnya Salma binti Abdulrahman dengan mas kawin tersebut, Tunai." Qabul Burhan
"Gimana Bapak/Ibu para saksi,. Sah?" tanya Naib
"SAAAAHHH." serentak para tamu bilang sah..
"Alhamdulillah." Semua mengucap syukur.
Hati Burhan lega akhirnya semua lancar. Hati Salmapun lega dan bersyukur.
Salma di dampingi Ibu datang menghampiri Burhan. Salma dan Burhan saling bertukar cincin. Salma bersalaman dan mencium tangan Burhan. Burhanpun mencium kening Salma.
Selanjutnya Burhan dan Salma berfoto foto bersama keluarga dan kerabat. Selasai berfoto, melanjutkan acara selanjutnya, makan makan.
Selesai sudah acara pernikahan Burhan dan Salma. Kebahagiaan menyelimuti mereka. Terlihat senyum di wajah mereka berdua.
Rasa lelah pasti tapi tidak sebanding dengan kebahagiaan yang mereka rasakan. Masih banyak tamu yang hadir memberikan selamat kepada mereka berdua.
__ADS_1
"Alhamdulillah ya mas akhirnya gak ada yang bisa lagi pisahin kita sekarang." Bisik Salma di telinga Burhan.
Burhan hanya tersenyum mendengar bisikan Salma sembari memegang tangan Salma. Merekapun tersenyum lebar secara bersamaan.