Jangan Pisahkan Aku

Jangan Pisahkan Aku
MEMPERKENALKAN


__ADS_3

Setelah Fitri hamil, Burhan lebih sering pergi kerumah Fitri dan menginap disana. Burhan tak ingin terjadi apa apa dengan kandungan Fitri. Jadi Burhan ingin lebih dekat dan memperhatikannya. Keadaan ini membuat Salma merasakan iri dan cemburu kepada Fitri saat ini.


"Aku sangat ingin berada diposisi Fitri saat ini. Bisa hamil dan diperhatikan oleh suami sendiri. Sedangkan aku? Aku selalu gagal memberikan mas Burhan keturunan. Dan lagi aku tak mungkin lagi bisa memberikannya keturunan. Saking kecewanya, aku hanya bisa ikhlas. Ya sudahlah mau bagaimana lagi?" Gumam Salma kepada dirinya sendiri.


Salma meneteskan airmatanya, setiap kali ditelepon Burhan pamit ingin menemani Fitri karena khawatir akan terjadi apa apa dengannya. Rasa sedih dan cemburu pasti ada tanpa ditanya.


"Wanita mana yang rela dan tetap bisa tersenyum setiap melihat suaminya lebih memperhatikan wanita lain mas?" Gumam Salma lagi sambil meneteskan airmatanya.


Setelah beberapa bulan berjalan seperti itu, Burhan memutuskan untuk memperkenalkan Salma dengan Fitri. Perut Fitri sudah mulai membesar. Setelah Salma dan Fitri bertemu Salma melihat perut Fitri dan merasa iri. Dan dia hanya bisa mengelus bantalan yang ada diperutrnya dengan rasa kecewa.


Burhan mengajak Salma dan Fitri jalan jalan di taman dan sekalian berolahraga pagi. Setelah mereka bertemu, Burhan memperkenalkan mereka berdua.


"Sayang ini kenalin ini Fitri." Ucap Burhan memperkenalkan Fitri kepada Salma.


"Ohh!" Gumam Salma mengulurkan tangannya.


"Fitri kenalin, ini Salma istri aku." Ucap Burhan memperkenalkan Salma kepada Fitri.


Fitri tersenyum dan membalas mengulurkan tangannya kepada Salma.


"Senang bisa bertemu dengan mbak." Ucap Salma saat bersalaman.

__ADS_1


"Aku juga senang bisa bertemu denganmu. Dan aku sangat berterimakasih padamu karena sudah membantu kami." Ucap Salma dan kemudian memegang lengan Burhan, suaminya.


"Iya mbak. Aku senang bisa membantu mbak dan mas Burhan. Dan aku juga berterimakasih karena mas BUrhan sudah membantuku melunasi semua hutang hutangku." Ucap Salma.


Salma hanya tersenyum.


"Ya sudah ayo kita jalan jalan bersama." Ajak Burhan.


Salma dan Fitri menjawabnya dengan anggukan.


Burhan, Salma dan Fitri berjalan jalan mengelilingi taman. Burhan berjalan ditengah dan Salma berada disamping kanan Burhan dan mereka berpegangan tangan. Sedangkan Fitri berjalan disamping kiri Burhan. Tanpa sengaja Vania (mantan perjodohan Burhan) melihat mereka bertiga berjalan jalan bersama dan mengobrol dengan asyiknya. Vania menjadi penasaran apa yang sebenarnya mereka bicarakan.


"Wahhhh. mas Burhan bersama 2 wanita yang sama sama hamil besar. Siapa wanita yang berada disamping kirinya itu? Aku jadi penasaran." Gumam Vania kepada dirinya sendiri.


"Wah wah wah. Mas Burhan." Sapa Vania dengan nada centilnya.


"Vania?" Ucap Burhan tak percaya bisa bertemu Vania ditaman. Burhan khawatir Vania akan mencurigainya. Begitu juga dengan Salma.


"Iya mas. Jangan bilang kamu lupa. Hei mbak Salma!" Sapa Vania kepada Salma dengan melambaikan tangannya kearah Salma.


Salma hanya tersenyum masam kepada Vania karena rasa khawatirnya. Salma takut Vania akan mengorek informasi tentang Fitri. Jika Vania tau, semua akan hancur.

__ADS_1


"Siapa wanita ini mas?" Tanya Vania penasaran menunjuk kearah Fitri.


Burhan kelagapan dan bingung mau menjawab apa.


"Diaaaa.... Diaaa... Ohh dia istri salah satu karyawanku dikantor. Suaminya kemarin mengalami kecelakaan pas berangkat kerja. Dan dia sedang hamil. Sebagai bos yang bertanggungjawab aku harus menjaganya sampai dia melahirkan." Jawab Burhan mencari alasan.


Raut wajah Burhan tampak jelas kekhawatirannya, sehingga membuat Vania semakin curiga.


"Banarkah?" Tanya Vania tak percaya.


"Iya.. Iya benar." Jawab Burhan kelagapan.


"Waow baik hati sekali kamu mas, mas menjaga istri orang lain." Ucap Vania dengan senyum sinisnya.


"Mau bagaimana lagi? Suaminya termasuk karyawan terbaik dikantor." Jawab Burhan mencoba tersenyum karena bingung. Burhan berusaha agar dia tetap terlihat tenang.


"Ohhh begitu?" Tanya Vania tetap tidak percaya.


"Kami permisi dulu ya. Hari sudah mulai siang. Kasihan mereka berdua sedang hamil."  Pamit Burhan.


"Oke oke." Jawab Vania.

__ADS_1


Burhan, Salma dan Fitri meninggalkan Vania ditaman.


"Aku tidak percaya dengan semua kata katanya. Terlihat jelas ekspresinya menunjukkan kalau dia sedang menutupi sesuatu." Gumam Vania kepada dirinya sendiri.


__ADS_2