
Salma setia hari datang ke rumah Fitri dan menemaninya sampai sebelum suaminya pulang. Salma ingin benar benar menjaga Fitri karena dia takut kalau sampai apa yang terjadi padanya beberapa waktu lalu juga terjadi kepada Fitri. Dia tidak ingin suaminya kehilangan harapan untuk mempunyai keturunan. Jadi dia menjaga Fitri dengan sangat hati hati.
Disaat weekend tiba dan Burhan tidak pergi ke kantor, Salma mengajaknya untuk mengunjungi Fitri bersama. Burhan menyetujuinya. Mereka memutuskan untuk sarapan bersama di rumah Fitri.
Sebelum ke rumah Fitri, Salma mengajak Burhan pergi supermarket terdekat untuk membeli kebutuhan memasaknya. Setelah dari supermarket, Salma langsung pergi ke rumah Fitri sedangkan Burhan masih sibuk memarkirkan mobilnya di rumah. Setelah parkir, Burhan menyusul Salma ke rumah Fitri.
"Tookkk.. Tookkk.. Tookkkk..!!" Salma mendengar ketukan pintu.
"Fitri!" Teriak Salma memanggil Fitri.
"Iya Mbak." Sahut Fitri menghampiri Salma di dapur.
"Itu mungkin Mas Burhan yang mengetuk pintu. Tolong kamu bukain ya." Ucap Salma.
"Baik Mbak." Balas Fitri.
Fitri tersenyum senang tiba tiba. Entah kenapa tetapi Fitri merasa sangat senang melihat Burhan. Fitri berjalan menuju pintu untuk membukakan pintu.
Setelah membuka pintu, Fitri tersenyum senang.
"Mas Burhan! Masuk Mas." Ucap Fitri menyapanya dan menyuruhnya masuk tanpa menutup pintu.
"Dimana Salma?" Tanya Burhan. Karena dia tak melihat sosok istrinya di sana.
__ADS_1
"Ohh Mbak Salma sedang di dapur Mas. Masak. Aku mau membantu *** tidak dibolehin sama Mbak Salma." Jawab Fitri ramah.
"Duduk dulu Mas. Saya ambilin minum." Ucap Fitri mempersilahkan Burhan duduk.
"Tidak usah. Nanti aku ambil sendiri saja." Balas Burhan menolak.
"Tidak apa apa Mas." Ucap Fitri bergegas mengambilkan minum.
Burhan beranjak menuju dapur untuk melihat Salma. Salam tersenyum melihatnya setelah sadar suaminya berdiri pintu dapur.
"Duduk dulu Mas. Aku masak dulu. Tunggu diruang tamu. Sebentar lagi siap." Ucap Salma.
"Iya." Jawab Burhan meninggalkan Salma.
"Fitri kamu temani Mas Burhan ngobrol dulu ya. Aku sebentar lagi selesai." Ucap Salma menyuruh Fitri menemani Burhan tanpa rasa curiga sedikitpun.
"Diminum Mas." Ucap Fitri meletakkan minuman didepan Burhan. Dan duduk menemaninya ngobrol.
"Iya." Jawab Burhan.
"Mas nggak pergi kekantor?" Tanya Fitri ramah.
"Tidak. Sekarang kan hari libur." Jawab Burhan ramah.
__ADS_1
"Oh iya ya." Jawab Fitri tersenyum.
Fitri merasa senang karena bisa mengobrol dengan Burhan. Karena setelah kejadian di mall kemarin Burhan jadi jarang menemui Fitri dan menemaninya.
Sementara Salma sedang sibuk menyiapkan sarapan buat mereka tanpa berprasangka apapun. Burhan yang melihat Salma sibuk mondar mandir dari dapur keruang makan, bergegas membantu Burhan menyiapkan sarapan. Fitri sedikit merasa kecewa karena Burhan tak perhatian lagi kepadanya.
Setelah semua siap, Salma menghampiri Fitri dan menyuruhnya sarapan. Fitri menyusul Burhan dan Salma yang sudah duduk dimeja makan. Setelah menyantap habis semua makanannya Salma membereskan meja. Dan Burhan membantunya.
"Kamu duduk saja Mas." Ucap Salma.
"Biarkan aku membantumu." Balas Burhan.
"Ya sudah aku pergi mencuci piring ya." Ucap Salma meninggalkan Burhan ke dapur.
Burhan masih sibuk membereskan meja makan.
Melihat keakraban mereka, Fitri sangat iri. Dia juga ingin di kehidupannya ada seorang laki laki yang mencintainya seperti Burhan yang mencintai Salma.
Setelah selesai, mereka asik mengobrol.
"Apakah sebaiknya kita pergi keluar jalan jalan?" Ajak Burhan.
"Tidak ah Mas. Diluar pasti ramai karena ini hari libur. Kasihan Fitri, dia sedang hamil besar." Ucap Salma.
__ADS_1
"Ya sudah kita di rumah saja. Yang penting berkumpul bersama." Ucap Burhan.
Mereka melanjutkan obrolan mereka. Banyak hal yang mereka bicarakan.. Canda tawa ada di sana. Mereka sangat senang karena bisa berkumpul dalam keadaan akur tanpa kesalahpahaman.