Jangan Pisahkan Aku

Jangan Pisahkan Aku
MENYESALI


__ADS_3

Burhan hanya diam melihat Salma pergi meninggalkannya, meski dalam hatinya dia ingin mencegahnya pergi. Tapi untuk sementara mungkin ini adalah solusi yang terbaik untuk dia dan Salma. Meski hatinya merasa sangat sakit dan merasa kehilangan sebagian hal penting dalam hidupnya. Burhan hanya terdiam merenungi apa yang telah dia lakukan. Tentang kesalahan besar yang membuat seseorang yang dia cintai pergi.


Hari hari telah berganti, semakin Burhan memikirkannya semakin sakit pula yang dia rasakan. Semenjak kepergian Salma, dia juga menolak untuk bertemu Vania. Burhan sangat kehilangan Salma. Penyesalanpun hadir dalam dirinya. Burhan merasa kesalahannya yang dia lakukan terlalu besar sehingga dia berpikir bahwa dia tak mempunyai hak untuk meminta maaf dan tak pantas untuk di maafkan.


Burhan selalu merindukan Salma. Dia tersadar bahwa dia sangat mencintai Salma dari lubuk hatinya yang paling dalam. Dia menyesal telah membuat Salma bersedih dan meneteskan air mata di pipiya. BUrhan hanya mampu merenungi semua kesalahannya tanpa mampu menjelaskannya.

__ADS_1


"Salma maafkan aku meski aku tau mungkin aku tak pantas untuk dimaafkan. Terlalu besar kesalahan yang aku perbuat. Aku tersadar bahwa aku tak mampu tanpamu. Kamulah segalanya bagiku. Aku tau aku sudah melakukan kesalahan besar kepadamu. Aku mohon maafkan aku." Katanya sendiri sambil menangis merenungi semua kesalahannya.


Tak ada lagi kata yang mampu terucap, hanya perasaan tidak baik baik saja tanpanya. Itulah yang dialami Burhan saat ini. Seamkin terpuruk dalam penyesalan yang tak ada akhirnya. Burhan hanya mampu membayangkan saat saat perjuangannya bersama Salma. Salma yang selalu mampu mengerti tentangnya. Yang selalu menenangkannya disaat dia merasa gundah dalam hatinya. Semakin Burhan terbayang bayang oleh masanya bersama Salma semakin rasa tak ingin kehilangannya terhadap Salma.


"Kenapa aku baru tersadar tentang perasaanku terhadap Salma? Kenapa tak sejak awal, waktu aku berniat menghianatinya?" Teriaknya dalam hati. Burhan hanya menangis menyesali setiap hal yang membuat Salma pergi.

__ADS_1


Sebulan telah berlalu, Sampai saat ini Burhan tak berani menemui Salma. Dia takut, dia akan semakin melukai hati Salma lagi. Dengan perasaannya itu, dia mampu menahan rasa ingin bertemunya dengan Salma meskipun di dalam hati yang paling dalam sebenarnya dia ingin bertemu dengan Salma. Dia menginginkan Salma akan baik baik saja disana. Burhan tau Salma sangat mencintainya, dan sangat percaya kepadanya. Dan dia sangat sadar, bahwa dia telah menhianati cinta dan kepercayaan Salma.


Rasa penyesalannya tak terhenti sampai disitu. Setelah sekian lama Burhan tak melihat Salma, Burhan sangat merindukan Salma dan dia memutuskan untuk melihat Salma dari jarak jauh. Dari jauh dilihatnya Salma yang terlihat murung tanpa semangat. Salma terlihat sayu dan lemah. "apakah dia sakit? Apa yang terjadi dengannya?" Perasaan gelisahnya membuatnya semakin merasa bersalah. Dan bersedih karna seseorang yang slalu diharapkannya dalam kondisi baik sekarang tidak baik baik saja. Burhan semakin merasa terluka, merasakan kesedihan yang mendalam setelah melihat seseorang yang sangat dicintainya seperti tak mempunyai semangat hidup.


"Apakah semua terjadi karena aku? Aku semakin merasa tak pantas untuk di maafkan." Kata Burhan dalam hati.

__ADS_1


Burhan semakin bingung apa yang harus dia lakukan. "Jika meminta maaf akankah dia memaafkan? Jika berjanji tidak akan mengulanginya, apakah dia akan percaya? Jika memintanya kembali, apakah dia akan menerimanya? atau jika tetap seperti ini, apakah aku dan dia akan tetap baik baik saja?" Pertanyaan itu tiba tiba muncul di benaknya. Membuat dia semakin bingung dengan apa yang harus dia lakukan.


Setiap kali Burhan pergi untuk melihat kondisi Salma, Burhan semakin sedih mengetahui bahwa Salma tidak baik baik saja. Berkali kali Burhan melihatnya, Salma selalu terlihat tidak sehat. "sesakit itukah hatinya? Setega itukah aku?" katanya untuk diri sendiri.


__ADS_2