Jangan Pisahkan Aku

Jangan Pisahkan Aku
SELINGKUH


__ADS_3

Burhan tak mengerti perasaan apa yang muncul pada dirinya saat ini. Membuat dia tak menyadari kesalahan besar yang dia lakukan kepada Salma. Tanpa sepengetahuan Salma, Burhan menyimpan sebuah perasaan untuk Vania didalam hatinya. Di depan Salma dia terlihat bisa seperti tak ada yang terjadi. Tapi di belakang Salma tak bisa dipungkiri dia mulai tergoda dengan Vania.


Setiap kali bertemu Salma, Burhan sepertinya baik baik saja. Seperti tak ada yang berubah. Perlakuannya terhadap Salma tetap seperti biasa menunjukkan bahwa dia sangat mencintai Salma. Salma sangat bersyukur akan hal itu, mempunyai Burhan yang mencintainya setulus itu.


Suatu hari Salma mengajak Burhan untuk bertemu, tapi Burhan menolaknya dengan lembut.


(handphone berdering. Panggilan masuk).


"Maaf sayang, hari ini aku gak bisa ketemu soalnya ini aku mau miting dengan klien". kata Burhan dengan lembut


"oh ya udah gak papa. Kamu semangat ya kerjanya. Jangan lupa makan." kata Salma tanpa curiga sedikitpun.

__ADS_1


Salma sangat percaya kepada kekasihnya itu, sehingga tak sedikitpun menaruh curiga terhadapnya. Yang dia tau kekasihnya sangat mencintainya dan tak mungkin membohonginya.


Satu kebohongan telah dilakukannya demi seseorang yang dijodohkan kepadanya yang kini berstatus menjadi selingkuhannya itu. Mereka berencana jalan berdua, dengan tega Burhan membohongi kekasihnya yang sangat mempercayainya. Melihat Burhan membohongi kekasihnya demi jalan dengannya, Vania hanya tersenyum licik "pada akhirnya aku yang dia prioritaskan" katanya dalam hati. Dia merasa sangat senang mengetahui hal itu.


Sorepun tiba, mereka keluar dari kantor dan berniat berjalan jalan ke taman. Sesampainya ketaman mereka duduk berdua dan mengobrol. Vania memegang tangan Burhan dan menyandarkan kepalanya di bahu Burhan.


"Kita mau kemana hari ini?" Tanya Burhan


"ya udah kita cari makan dulu saja."


Vania hanya menggangguk tanpa mengiyakan ajakan Burhan. Mereka pergi mencari makan. Vania sangat bahagia , sekarang dia bisa lebih dekat dengan Burhan, pria yang di cintainya. Setelah makan mereka mengobrol hal serius.

__ADS_1


"Burhan, kenapa kamu tak berbicara kepada orang tuamu kalau kamu menerima perjodohan kita. Toh kita sekarang sudah sedekat ini." Kata Vania penasaran.


"Kamu kan tau posisi aku sekarang seperti apa. Aku mempunyai kekasih yang tak mungkin aku tinggalkan." Terang Burhan


Vania hanya menggangguk tak berkomentar.


Seteleh makan malam mereka memutuskan untuk pulang. Burhan merasa sangat lelah karena memang hari ini pekerjaannya menumpuk.Sesampainya di depan rumah Vania, Burhan menghentikan mobilnya. Tak lupa sebelum Vania keluar dari mobil tak lupa mereka melakukan ciuman bibir seperti biasa yang mereka lakukan. Setelah itu barulah mereka berpisah. Selalu seperti itu yang terjadi kepada mereka. Seperti sudah menjadi kebiasaan mereka sebelum berpisah.


Setiap hari setelah apa yang dikerjakannya selesai Vania datang ke kantor untuk menghampiri Burhan. Menemani Burhan bekerja menjadi salah satu hal yang disukai Vania. Disetiap waktu senggang mereka bisa bermanja manjaan berdua diruang kerjanya. Kebiasaan Vania yang menggoda dengan menciumpipi Burhan tanpa sepengetahuannya membuat Burhan gemas kepadanya. Mereka selalu bercanda mesra di ruang kerja Burhan.


Mengetahui kedekatan mereka, orang tua mereka sangat senang. Tapi Vania meminta kepada mereka untuk tidak menyuruh mereka untuk segera menikah karena takut Burhan akan berubah pikiran terhadapnya. orang tua merekapun menyetujui permintaan Vania.

__ADS_1


vania tak peduli atas statusnya yang menjadi pelakor. Asal dia bisa bersama Burhan. Karena bersama Burhan dia bahagia.


__ADS_2