
Sudah berapa hari ini sikap Eran yang dingin cuek pada Sisilia dan terlihat jelas oleh Puan Nandita. Membuat wanita itu merasa bahagia dan masa puas juga menang.
Namun dibalik itu dia pun bersikap baik dan seolah-olah menyebut putranya untuk bersikap baik pada sang istri.
"Eran, kenapa sikap kamu dingin seperti itu kepada istrimu kasihan dia kan sedang hamil yang justru harus kamu banyak diperhatikan!" ucapnya wanita itu kepada Sang putra dan melirik ke arah Sisilia.
"Aku tidak apa-apa biasa saja kok sama istri aku, iya kan sayang?" Eran pura-pura merangkul bahu sang istri dan menunjukkan seolah sebenarnya tidak ada apa-apa.
Sisilia mencoba tersenyum walaupun senyum itu terasa getir.
Kemudian Eran pun pergi membawa mobilnya menuju kantor, sementara Sisilia masih menunggu supir yang akan membawanya ke butik.
"Kenapa kamu masih di sini? kenapa tidak bareng suami mu perginya!" selidik Puan Nandita menatap Sisilia dengan tatapan yang meneliti.
"Oh, biar aku sama sopir saja Bu!" jawabnya Sisilia singkat lalu berjalan mendekati mobilnya yang sudah ada supir di sana.
Setelah Sisilia berada di dalam mobil, sopir pun segera melajukan mobilnya untuk menuju butik milik Sisilia.
Walaupun pikiran nggak begitu tenang, karena sikap suami yang dingin terhadap dirinya! namun Sisilia tetap semangat dan tidak memperlihatkan nya kepada para asistennya tersebut.
Sisilia seperti biasa beraktifitas. Menggambar dan mengatur pesanan online yang harus di kemas dan di kirim.
...-----...
Eran sedang menerima tamu di ruangannya. Dan dia melihat lembaran foto sang istri yang bersama pria lain di atas ranjang.
"Foto itu memang asli. Tapi sesuatu yang di rekayasa. Dalam arti sebuah setingan yang sehingga terbuat adegan demikian. Dia di bawah pengaruh obat tidur sehingga nyonya tidak sadar." Ujar orang tersebut.
__ADS_1
"Jadi ini bukan sebuah di sengaja atau memang wanita itu selingkuh?" Eran menatap tajam ke arah pria tersebut.
"Bukan, ini sebuah rekayasa supaya mendapatkan gambar demikian. Pria itu adalah pria bayaran agar mengesankan adalah selingkuhan istri anda." tambahnya lawan bicara Eran.
"Siapakah yang ada di dalam ini semua yang intinya ingin menghancurkan Rumah tanggaku!" gumamnya Eran kembali.
"Jika saya mengatakan yang sebenarnya, apakah anda bisa menerima berita tersebut?" ucap pria itu sembari menatap lekat ke arah Eran.
"Karena aku butuh tahu orang itu siapa? walau aku sudah dapat menduga siapa orangnya." Eran juga penasaran dalang nya siapa? meskipun dia dapat menduga siapa orangnya.
"Dia adalah ibu anda sendiri. Yang menjadi dalang ini semua, tujuannya seperti apa? anda sendiri pasti tahu dan tidak perlu saya jelaskan lagi." Kata orang tersebut.
Membuat Eran terdiam seribu bahasa, di buat bungkam dengan kenyataan yang ada. Ternyata sang ibu lah yang mempitnah sang istri kepada dirinya.
"Tega sekali ibu. Sehingga berbuat seperti itu pada ku dan Sisilia, aku sudah salah dan mencurigai istri ku." Eran meremas dan merobek semua foto yang ada. Lalu dia bakar, Eran kemudian pergi meninggalkan ruang kerjanya.
"Hi ... mau kemana?" tanya Erika sambil mendekati.
"Em ... mau keluar! ada apa?" tanya Eran pada Erika.
"Aku ingin bicara sama kamu tentang kerja sama kita." Erika mengajak Eran untuk ke ruangannya dengan alasan ada yang ingin di bicarakan.
Kini keduanya sudah berada di dalam ruangan kerja Eran dengan duduk berhadapan.
"Ada apa?" Eran menatap lekat ke arah Erika.
"Itu, soal promosi hotel yang di luar kota. Dan aku ingin kita ke sana sama-sama besok," ucap Erika sambil mendekati posisi Eran duduk.
__ADS_1
...-----...
Puan Nandita sedang berjalan di sebuah Mall dengan sahabatnya. Dan mereka berjalan menuju toko perhiasan. Dan disana dia melihat seorang yang sangat dia kenal.
Membuat dia memundurkan langkahnya. Dan merasa sangat terkesiap dengan apa yang dia lihat, suaminya bersama wanita lain dan tidak terlihat kalau itu seorang karyawan atau koleganya.
"Siapa dia? kok mesra banget. Jangan-jangan itu selingkuhan suami mu. Oh my good ..." perkataan kawannya itu menambah kacau nya suasana hati Puan Nandita.
Puan Nandita menoleh dengan tatapan yang berkaca-kaca pada temannya yang mengutarakan kecurigaannya.
Lalu tatapan Puan Nandita mengarah pada suaminya yang berbelanja perhiasan untuk wanitanya. Ironisnya, terlihat tuan Amirudin membeli perhiasan dua set sekaligus dan tampak tangan pria tua itu tidak di kondisikan pada wanitanya ibarat orang yang pacaran saja. Padahal di hadapan pelayan toko.
"Kurang ajar sekali pria seperti itu, kalau saja dia suami ku. Sudah ku datangi dia, ku jambak. Aku tampar wajahnya dan aku cakar biar rusak wajah cantiknya itu. Gemas saya." Cerocos temannya Puan Nandita yang merasa marah dan ikut gemas.
Puan Nandita pun sama ingin mendatanginya, namun dia ingin tahan dulu dan lebih mencari bukti lagi. Bukan cuma itu.
Tuan Amirudin dan wanitanya keluar dari toko tersebut, berjalan sambil menggandeng pinggang.
"Coba lihat, dia lebih segar dan montok. Pakaian pun seksi dan jelas bikin mata jelalatan pria tertuju padanya. Lihat betis, paha mulus. Uawaw ... dadanya menyembu beberapa meter bok ..." Teman Puan Nandita terus saja nyerocos semakin menambah hati Puan Nandita semakin terbakar.
Puan Nandita keluar dari persembunyiannya. Setelah sang suami dan wanitanya jauh dari situ.
"Saya harus terus mengikuti dia, mau ke mana dia pergi," gumamnya Puan Nandita sambil terus berjalan mengikuti dari kejauhan.
Puan Nandita mengikuti tuan Amirudin yang sedang asyik dengan wanitanya ....
...🌼---🌼...
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya makasih.