
"Nona Erika?" gumamnya Sisilia sembari menunjukan senyumnya.
"Apa kabar kamu, lama kita tidak bertemu." Erika mengulurkan tangannya pada Sisilia.
"Ya, apa kabar Nona?" Sisilia menyambut tangan yang terulur dan dengan sebuah senyuman yang terasa aneh.
"Aku lama tidak ke sini dan ... apa ada gaun baru untuk ku coba?" Erika sambil mengedarkan pandangannya ke sekitar.
"Ada banyak pilihan, tergantung Nona mau pilih yang mana! seperti pasangan juga, banyak pilihan dan tapi tentu yang di pilih itu cuma satu." Kata Sisilia sambil menunjuk ke sebelah kiri yang ada banyak pakaian.
Erika mengatupkan bibirnya melihat ke arah Sisilia yang terdengar aneh nada bicaranya.
"He he he ... ini kan perumpamaan Nona ... jangan kau pikirkan itu." Sisilia meralat omongannya.
"Oo!" Erika membulatkan mulutnya sambil melanjutkan langkahnya menuju gaun-gaun di patung-patung yang terpajang.
Sisilia pun melanjutkan tugasnya. yang sempat terjeda. Lalu tidak lama kemudian ... datanglah dua orang yang katanya mau bekerja bersama Sisilia di butik.
"Nyonya, ini kedua orang yang ingin bekerja di butik." Kata Utari sambil membawa kedua orang itu.
"Iya, kenalkan saya Sisilia, akak berdua mau bekerja di sini. Bisa menjahit kah?" Sisilia menyambut ramah.
"Kenalkan nama saya Rudi!" ucap seorang laki-laki yang kini duduk di hadapannya Sisilia.
"Bisa menjahit, Abang bisa juga memotong kain kan?" tanya Sisilia sambil menunjuk ke arah mesin jahit dan lainnya.
"Bisa! insya Allah bisa." Jawabnya Rudi sambil melirik yang Sisilia tunjuk.
Kemudian Sisilia melirik ke arah salah satu lagi. "Nama akak siapa gerangan?"
"Ooh iya. Nama saya ... Mila saya juga bisa menjahit kok dan obras." teman Rudi memperkenalkan diri.
"Ooh. Bagus itu, aku sangat perlukan yang seperti itu. Mulai sekarang kalian bekerja, siap gak?" Sisilia menatap keduanya.
"Jadi kami ... di terima kerja di suni?" tanya keduanya berbarengan menatap ke arah Sisilia, padahal data mereka belum di baca olah sang calon majikan.
"Tentu, kalian aku terima yang penting bisa menjahit dan memotong. Itu saja sudah cukup kok. Jadi kalau kalian bersedia ... dari sekarang saja mulai kerjanya.
__ADS_1
"Oo! makasih, madam. Makasih banyak sudah menerima kami padahal data kami belum di baca!" ucap Rudi dan Mila pun mengangguk.
"Iya, Tidak apa-apa. Aku butuhnya kinerja kalian, bukan ijasah kalian. Buat apa ijasah! bila kalian tidak bisa bekerja yang seperti aku harapkan." Kata Sisilia.
"Aku harap! kalian berempat bisa bekerja sama dengan sangat baik." Sisilia menatap ke empat asistennya.
Mereka pun langsung mengangguk setuju dan lalu Kemudian mereka, Rudi dan Mila langsung bekerja dengan yang Sisilia tugaskan.
Sisilia fokus saja menggambar. Dan juga memegang ponsel, siaga dengan pesanan online.
Sehingga lupa kalau tadi ada Erika yang mencoba pakaian. Kemudian Sisilia beranjak mencari keberadaan Erika.
Sambil berjalan, Sisilia celingukan melihat-lihat Erika yang tidak di ketahui pulangnya. Langkahnya Sisilia berlanjut ke lantai atas.
"Kemana Nona Erika? perasaan gak ada pamitan. Tapi orangnya tidak ada. Masa pulang sih!" gumamnya Sisilia.
Namun setibanya di lantai atas. Sisilia penasaran dengan kamarnya yang ternyata ada Erika sedang baringan di atas tempat tidur.
Erika tampak kaget ketika melihat Sisilia datang ke kamar tersebut dan ia langsung terduduk. "Sorry."
"Kenapa Nona di sini? tanpa permisi dulu? bukankah ini termasuk privasi." Sisilia menatap lekat ke arah Erika yang termasuk lancang.
Sisilia menggeleng lanjut mengikuti Erika yang keluar dari kamarnya itu.
Kemudian Erika duduk di kursi meja makan. "Apakah kau tahu, bila aku dan Eran ada kerja sama?"
"Tau, emangnya kenapa ya? aku tau itu kok. Oya Nona, bagaimana dengan pakaian yang tadi?" Sisilia mengalihkan pembicaraan.
"Ooh, iya. Aku mau ... kau membuatkan untuk ku gaun malam yang akan aku pakai di promosi kamar hotelnya Eran." Kata Erika sambil menatap wajah Sisilia dan ingin tau ekspresinya.
"Em ... boleh ... nanti aku bikinkan, tapi modelnya seperti apa itu terserah aku yang buat!" jawabnya Sisilia sembari menatap Intens ke arah tubuhnya Erika.
"Oke karena kamu juga pasti paham jangan malam itu seperti apa!" timpalnya Erika lalu dia berpamitan untuk pulang.
Setelah Erika pulang, Sisilia pun kembali melanjutkan tugasnya untuk memotong sesuai gambar dan juga mencatat pesanan yang lewat online.
Tidak lupa, Sisilia pun memesan buat makan siang dirinya dan juga ke empat asisten atau karyawannya.
__ADS_1
"Sepertinya kerja di sini betah ya? bosnya baik!" kata Rudi sembari menatap ke arah Utari dan Nadia yang sudah lebih lama bekerja di butik tersebut.
"Iya tentu. Bos kami baik dan gaji pun lumayan," timpalnya Utari sambil melirik ke arah Rudi dan Mila yang baru saja masuk hari ini menjadi rekan kerjanya.
Hari sudah menunjukan sore hari. Dan Sisilia memutuskan untuk pulang lebih cepat, mengingat baju tadi pagi dia kenakan dan kena mie tumpahan dari buah Nandita belum dicuci.
"Aku pulang duluan ya!" pamitnya Sisilia lalu meninggalkan butik yang ada beberapa pengunjungnya yang sedang dilayani oleh Utari dan Nadia.
Semua asistennya mengangguk hormat pada sang majikan.
"Emang tutupnya butiknya ini jam berapa ya?" tanya Mila kepada Rudi yang sedang menjahit dan letaknya tidak jauh dari dirinya.
"Mana saya tahu, tanya saja sama senior. Aku kan sama seperti kamu baru hari ini mulai kerjanya." Rudi menaikkan kedua bahunya sebagai tanda tidak tahu.
"Oh iya kak Utari, emangnya tutup jam berapa butik. Tanya Mila menoleh pada Utari yang baru saja melayani pembeli.
"Em ... masih ada waktu satu jam lagi, butik ini harus ditutup. Biar mereka pembeli mengerti!" kata Utari dan Nadia mengangguk pelan.
Sisilia sudah berada di dalam mobil. Menuju pulang ke mension, Dan tidak lama perjalanan. Mobil pun tiba di mension.
Sisilia langsung memasuki kamarnya langsung dan mencuci pakaiannya yang tadi pagi kotor.
Setelah berapa lama di dalam kamar, bersih-bersih dan mencuci. Akhirnya Sisilia turun lagi ke dapur untuk menyiapkan masakkan buat makan malam.
"Tumben jam segini sudah pulang? biasanya juga suka malam baru pulang!" suara ketusnya Puan Nandita yang berdiri di belakang Sisilia dan juga Rika.
"Iya, Bu ... kebetulan di butik, sudah ada penambahan karyawan. Jadi aku bisa pulang lebih awal!" jawabnya Sisilia sembari memotong perbawangan.
"Ooh sekarang mau jadi istri yang baik ya? dipandang solehah lebih banyak di rumah lagi dan mengurus semua keperluan suami, bagus ... tapi sesempurna apapun dirimu, tidak akan merubah kebencian saya sama kamu!" Puan Nandita menunjukkan ke arah Sisilia.
Rika melihat ke arah Puan Nandita dan langsung mendapat bentakan dari Puan Nandita serta mendelik nya mata yang menakutkan tersebut membuat hati luka langsung menciut.
"Terus maunya Ibu aku bagaimana? kalau sesempurna apapun dan sebaik apapun aku. Ibu tetap membenciku!" Sisilia katakan ke arah sang ibu mertua.
Namun bertepatan dengan itu, terdengar suara derap langkah yang mendekati tempat di mana mereka sedang berpijak ....
...🌼---🌼...
__ADS_1
Selamat hari raya idul Fitri 1 Syawal 1444 Hijriyah mohon maaf lahir dan batin.