Jangan Pisahkan Aku

Jangan Pisahkan Aku
DISALAHKAN


__ADS_3

Setelah satu minggu berada dirumah sakit, dokter memperbolehkan Salma untuk pulang kerumah. Meskipun kondisi tubuhnya sudah pulih, akan tetapi hatinya masih sakit karena rasa kehilangan. Salma seperti orang linglung yang tak tau arah kemana dia harus melangkah dan bertindak.


Burhan mengambil cuti dari kantornya dan merawat istrinya. Baginya tidak ada hal yang lebih penting daripada istri tercintanya. Setiap hari Burhan dengan sabar menjaga dan merawat  Salma. Dia tak pernah membiarkan Salma seorang diri dan kesepian. Sesekali Burhan mengajak ngobrol meskipun terabaikan.


Ibu Burhan selalu mencari cari kesalahan untuk menyalahkan Salma dan memojokkannya. Burhan dan Ibunya lebih sering bertengkar setiap kali Ibunya membuat ulah. Hari itu Burhan berencana mengajak Salma jalan jalan keluar rumah untuk mencari udara segar.


"Huhhh! Pandai banget beraktingnya. Sudah cocok jadi ratu drama. Udah tidak usah berpura pura jadi orang gila. Tidak akan merubah apapun. Faktanya kamu sudah membunuh bayimu sendiri." Ucap Ibu Burhan dengan kasar.


Salma hanya diam dan menatap Ibu mertuanya, dan tiba tiba air matanya mengalir dipipinya.


"Mama apa apaan sih? Apakah Mama tak bisa menjaga omongan Mama?" Teriak Burhan marah melihat istrinya menangis.


"Memang itu kenyataannya." Ucap Ibu Burhan tetap menyalahkan dan tak mau mengalah.


"Percuma tau nggak ngomong sama Mama. Nggak ada gunanya. Mending nggak usah ngomong." Ucap Burhan meninggalkan Ibunya.


Burhan mengajak istrinya pergi meninggalkan Ibunya. Karena jika mereka tetap disitu, omongan Ibunya akan semakin menyakitkan.


Sejak awal hubungan mereka sudah disangkal oleh Ibu Burhan. Dan sampai sekarang Ibu Burhan masih tetap membenci Salma. Dan setelah Salma keguguran, Ibu Burhan semakin punya alasan yang jelas untuk membenci Salma.


Ibu Burhan selalu menyalahkan dan mencaci Salma setiap kali dia melihat Salma. Tampak jelas kebencian diwajahnya. Tak perduli ada dan tidaknya Burhan disana. Perkataannya semakin menyakitkan untuk dicerna. Ketika Salma memilih untuk diam, itu akan terasa menyakitkan. Akan tetapi ketika Salma membantah, perkataannya akan semakin lebih menyakitkan. Salma selalu memilih untuk diam, dan memendam rasa sakitnya sendiri.


"Tidak usah manja manja, tidak biusa jaga kandungan saja maunya selalu manja." Ucap Ibu mertuanya kasar ketika Burhan memperhatikan istrinya.

__ADS_1


"Mama ngomong apa sih? Kondisi Salma belum pulih. Dan dia istriku, wajar kalau akau memperhatikan dan memanjakannya." Jawab Burhan.


"Jangan terlalu memanjakannya, nanti dia semakin ngelunjak. Dan akhirnya kamu diinjak injak sebagai suami." Ucap Ibu Burhan semakin sadis.


"Terserah Burhan mau bagaimana. Dia istriku. Dan lagi Mama jangan pernah ungkit masalah kemarin yang Salma keguguran. Dia tidak sengaja. Jadi Mama tidak punya hak buat nyalahin dia." Kata Burhan marah.


"Hahh ternyata kamu sudah dihasut oleh wanita itu. Awas saja kalau sampai kamu mempengaruhi anakku untuk membenciku. Dasar penghasut." Ucap Ibu Burhan.


Salma yang mendengar dengan telinganya sendiri pertengkaran Ibu dan anak itu hanya bisa diam dan menangis, merasa bersalah karena gara gara dia, Ibu dan anak tidak akur seperti sewajarnya. Sedangkan Ayah Burhan hanya diam menyaksikan pertengkaran tersebut. Dia berpikir jika dia ikut campur pasti akan semakin menjadi jadi mengetahui watak istrinya yang tak mau mengalah kepada siapapun.


Salma yang tak kuat mendengar ucapan Ibu mertuanya memilih berlari pergi meninggalkan pertengkaran mereka.


"Mama ini apa apaan sih. Kalau Mama masih ikut campur dengan urusan aku dan Salma, lebih baik aku pundah dari rumah ini." Ucap Burhan dengan nada tinggi setelah melihat istrinya berlari pergi.


"Kamu mengancam Mama?" Tanya Ibu Burhan.


"Kamu selalu saja membela wanita itu. Lihat saja kamu pasti akan menyesal sudah begini sama Mama dan membelanya." Kata Ibu Burhan.


"Aku akan lebih menyesal kalau aku tidak membelanya dan memilih mendengarkan Mama." Jawab Burhan.


"Kamu jangan seperti anak kecil. Mama itu lakuin semua ini untuk kebaikan kamu." Kata Ibu Burhan.


"Justru Mama yang seperti anak kecil. Burhan sudah tau mana yang baik dan mana yang buruk buat aku. Jadi Mama tidak usah mencampuri urusanku. Karena percuma Mama mau melakukan apapun untuk memisahkan aku dengan Salma karena itu percuma. Aku pergi." Kata Burhan mengakhiri pembicaraan dan meninggalkan orangtuanya.

__ADS_1


"Burhan dengarkan Mama dulu. Mama belum selesai bicara. Mama tidak mau kamu dipengaruhi oleh wanita itu." Teriak Ibu Burhan melihat anaknya yang pergi meninggalkannya.


"Sudah cukup aku mendengarkan Mama. Dan tidak ada yang perlu akuy dengar lagi." Jawab Burhan.


Didalam kamar Burhan melihat istrinya menangis tersedu sedu. Tak tahan melihatnya menangis, Burhan menghampirinya dan memeluknya dengan lembut.


"Maafkan perkataan Mama ya. Aku tau kamu terluka." Bisik Burhan ditelinga Salma.


Salma hanya diam dan menjawab dan tetap menangis. Burhan memeluknya lebih erat. Tangisan Salma semakin tersedu sedu menggambarkan betapa sakit hati yang dia rasakan.


"Jika kamu tidak kuat, kita bisa pergi dari rumah ini dan hidup dengan rumah sendiri." Ucap Burhan yang tak kuat melihat kesedihan istrinya.


"Aku tidak mau Mama semakin membenciku. Jika kita pergi dari sini pasti Mama akan semakin tak suka padaku karena menurutnya aku yang sudah mempengaruhi dan mengajakmu pergi." Jawab Salma melepaskan pelukan suaminya.


"Tapi aku tidak mau kamu selalu tersakiti oleh setiap perkataan Mama." Ucap Burhyan khawatir.


"Aku akan tetap kuat selama kamu memegang tanganku dan mendukungku. Aku akan bertahan sekuat yang aku bisa. Karena aku memiliki kamu. Bagaimana aku bisa membiarkan kamu dan Mama selalu bertengkar dan tidak akur gara gara aku?" Kata Salma.


"Tapi kamu istriku. Wajar jika aku tidak terima kalau kamu ditindas oleh siapapun, termasuk Mamaku sendiri." Ucap Burhan.


"Aku tau kamu sangat menyayangiku. Tapi apakah kamu ingin Mama semakin membenciku. Besok lagi jangan terlalu kasar sama Mama. Aku bisa menahan sakit karena ucapan Mama yang mungkin terdengar kasar kepadaku. Tapi aku tak kuat menahan sakit ketika kamu bertengkar sama Mama." Ucap Salma dengan airmata masih mengalir dipipinya.


Mendengar ucapan Salma, Burhan semakin bersedih dan kembali memeluk Salma.

__ADS_1


"Maafkan aku sayang. Seharusnya aku membahagiakanmu, bukan malah memasukkanmu kedalam ketidakbahagiaan." Kata Burhan menangis.


"Dengan bersamamu dan kamu selalu mendukungku saja, aku sudah sangat bahagia. Anggap saja semua ini ujian yang akan membuatku lebih kuat dan disayangi oleh Mama." Jawab Salma membalas pelukan Burhan.


__ADS_2