Jangan Pisahkan Aku

Jangan Pisahkan Aku
KEGUGURAN 2


__ADS_3

Setelah ada kabar bahwa Salma hamil, kini Ibu mertuanya lebih banyak diam dan tidak mengeluarkan kata kata yang kasar kepada Salma. Ibu mertuanya lebih memilih menghindar dari Salma, karena setiap kali beliau melihat Salma dia selalu tak bisa menahan amarahnya.


Kini usia kandungan Salma menginjak 2 bulan. Dia tak mempunyai keluhan apapun karena tidak lagi memiliki banyak tekanan dari Ibu mertuanya seperti yang dialaminya dikahamilan pertamanya. Salma merasa lega, kandungannya baik baik saja.


Suatu hari, Ibu Burhan mendapat telepon dari adiknya. jadi dia harus pergi kerumah adiknya tersebut bersama suaminya.


"Mama sama Papa akan pergi untuk 3 bulan kerumah bibi." Pamit Ibu Burhan yang telah membawa koper siap untuk pergi.


Burhan yang sedang duduk santai bersama istrinya ditaman rumah terkejut karena tiba tiba orangtuanya pamit kerumah bibinya.


"Kenapa mendadak?" Tanya Burhan.


"Tadi bibi telepon menyuruh Mama dan Papa pergi kesana. Karena lama tidak bertemu." Jawab Ibu BUrhan.


"Ya sudah. Mama Papa hatu hati dijalan." Ucap Burhan.

__ADS_1


"Dan kamu, kamu harus menjaga kehamilan kamu. Kalau sampai keguguran lagi, kalian harus bercerai." Ucap Ibu Burhan kepada Salma.


"Iya Ma." Jawab Salma.


Dua bulan berlalu, kini usia kandungan Salma 4 bulan. Salma tiba tiba merasakan nyeri diperutnya setelah kemarin kemarin tak merasakan gejala apa apa. Salma sangat takut karena sakit yang dirasakannya semakin menjadi. Salma memanggil Burhan dengan menahan rasa sakitnya.


"Maaaassss! Ahhhhh..." Teriak Salma.


Burhan yang mendengar teriakan Salma langsung berlari kekamar dan melihat Salma telah mengalami pendarahan yang hebat. Salma tiba tiba pingsan karena sudah terlalu banyak darah yang keluar.


Sesampainya dirumah sakit, Salma langsung ditangani oleh dokter spesialis kandungan. Beberapa saat kemudian dokter tersebut keluar untuk meminta persetujuan dari pihak keluarga pasien.


"Dok, bagaimana keadaan istri saya dan bayinya?" Tanya Burhan khawatir.


"Maaf kami tidak bisa mempertahankan bayinya, karena istri Anda terlalu banyak mengeluarkan darah. Dan sekarang istri Anda sedang kritis. Kami meminta persetujuan dari pihak keluarga untuk mengangkat rahimnya, karena jika tidak diangkat akan membahayakan istri Anda. Jika Anda setuju, segera tanda tangani surat persetujuan ini. Kami akan segera mengambil langkah selanjutnya." Terang dokter tersebut.

__ADS_1


Burhan terkejut mendengar ucapan dokter tersebut. Burhan menangis tak kuat menahan rasa sedihnya. Tubuhnya tiba tiba menjadi lemah dan berjalan mundur kemudian terjatuh kelantai. Setelah sadar, Burhan berdiri dan meminta berkas tersebut dan langsung menandatanganinya. Dia sangat mencintai Salma dan tak ingin sesuatu membahayakannya. Setelah Burhan menyetujuinya, dokter tersebut pergi untuk mengambil langkah selanjutnya.


Burhan tak kuasa merasakan kesedihannya. Dia duduk terpuruk, menunggu kabar dari dokter yang menangani istrinya. Burhan duduk dengan kedua sikunya berada ditumpuannya, kedua telapak tangannya menutupi wajahnya dan sesekali mengusap keatas kearah rambutkan, kemudian kembali menutupi wajahnya.  Dia merasa sangat lemah dan berharap bahwa keputusan yang diambilnya adalah yang terbaik untuk semua.


Operasi berhasi, setelah beberapa jam kemudian Salma siuman. Dan tiba tiba dia menangis.


"Maasss.. Kita kehilangan anak kita lagi?" Tanya Salma lemah.


"Udah tidak apa apa. Yang penting kamu tidak apa apa." Jawab Burhan.


"Tapi mas ..." Kata Salma.


"Sudah, kamu istirahat dulu saja." Suruh burhan.


Salma menuruti Burhan karena memang tubunya masih merasa sangat lemah.

__ADS_1


__ADS_2