Jangan Pisahkan Aku

Jangan Pisahkan Aku
Terjatuh


__ADS_3

"hei ... kau itu menangis darah pun tidak akan pernah membuat saya merasa simpati sama kamu sekalipun kamu mempunyai Putra dari Eran Saya tidak akan pernah menerimanya sebagai cucu saya!" Puan Nandita berdiri sambil melipat kedua tangannya di dada.


"Ibu, aku minta maaf atas semua kesalahanku. Tapi semuanya sudah terjadi dan aku sekarang ini adalah mantu ibu yang sepantasnya Ibu menyayangiku! seperti Ibu menyayangi Putri ibu sendiri." Lirihnya Sisilia sembari tersedu.


"Sudahlah, kau pergi saja? muak Saya melihat wajah kamu yang tidak ada manis-manisnya!" Puan Nandita mengibaskan tangannya seolah menyuruh silsilah untuk pergi.


Namun apa yang di tangannya buat Nagita saat ini? adalah mangkuk yang masih berisi mie lalu dia tumpahkan di atas pangkuan Sisilia.


Membuat mulut Sisilia menganga tidak percaya, sang ibu mertua masih juga belum puas untuk menyakitinya! sehingga dengan tega menumpahkan mie di atas pangkuan dirinya.


"Ups. Sorry, saya tidak sengaja dan silakan kamu membersihkan diri sebelum berangkat ke butik, atau mungkin mau dalam keadaan seperti itu tidak apa-apa sih ... yang malu juga dirimu! akan dicap sebagai gembel." Puan Nandita melengos pergi meninggalkan Sisilia yang berusaha mandiri.


Sisilia menghela nafas dengan sangat panjang ini benar-benar keterlaluan. Namun dia tidak berani berbuat apa-apa.


"Nyonya, kenapa duduk di situ? ya ampun ... itu mie kenapa ada di bawah lantai?" tanya Rika begitu antusias saat melihat Sisilia tengah berdiri dari duduk, dan kini di lantai tumbuhan mie dan mangkuknya pun ada di sana.


"Em ... Aku terjatuh. Iya aku jatuh, kurang hati-hati, membawa ini. Mau aku cuci!" akunya Sisilia.


"Itu beneran terjatuh? atau ada yang buat ulah?" Teka menatap curiga, siapa tahu ada yang membuat ulah itu adalah Puan Nandita bukan karena terjatuh.


"Tidak, Kak Rika aku beneran terjatuh. Disaat aku mau membawanya ke wastafel Dan tolong dibersihkan ya? aku mau bersih-bersih dahulu. Lagian sudah kesiangan." Tanpa mendengar jawaban, Sisilia membawa langkahnya mendekati tangga, agar dia bisa membersihkan diri di kamar mandi.


Rika setengah tidak percaya antara jatuh atau bukan karena yang biasanya membuat ulah adalah Puan Nandita. Tetapi tidak terlihat ada Puan Nandita di sana. melainkan Sisilia hanya sendiri.


"Sisilia kenapa ya? nyonya itu ... beneran jatuh atau dikerjain sama Puan! kok aku Jadi curiga!" gumamnya Rika sembari mengambil serok pembersih lalu mengepelnya.


Sisilia bergegas membersihkan dirinya di kamar mandi dan mengganti semua pakaian! karena tidak mungkin memakai pakaian yang tadi.


"Ya Tuhan ... selalu aja ada ya hal semacam ini, semoga engkau meluluhkan hatinya dan bisa menerimaku sebagai menantunya!" Sisilia mendongak menatap langit-langit, berharap langit mendengar doa-doanya.


Setelah membersihkan diri dan rapi. Sisilia pun siap untuk berangkat ke butik, mana sudah siang dan waktu sudah menunjukkan pukul 08.40 menit.

__ADS_1


Sisilia mengambil tas dan beberapa paper bag barang yang waktu itu dia belanja untuk keperluan butik, lantas terus berjalan mendatangi sang supir yang ternyata dia sudah menunggu dalam mobil sejak tadi.


"tumben siangnya Nyonya." sapa sang sopir.


"Oh iya, Pak aku kesiangan. Ya sudah jalan saja, Pak?" pintanya Sisilia kepada sang sopir yang langsung mengangguk.


Lantas mobil pun melaju dengan kecepatan sedang. Meninggalkan mension tersebut.


"Nyonya, sudah sampai. Nyonya?" suara pak supir menyadarkan lamunan Sisilia yang sedang bengong.


Lantas Sisilia pun turun dengan beberapa paper bag dan tas di tangan. Asistennya sudah tampak menunggu di depan butik dan mereka berdua langsung menyambut kedatangan Sisilia yang tumben-tumbenan datang begitu siang.


"tumben Nyonya kok siang datangnya jam telepon kami pun tidak diangkat kami kira nanya nggak mau ke butik kata Nadia sambil menerima paper bag dari Sisilia.


"iya Padahal kami sudah mau pulang lagi takutnya nggak datang juga ke butik tambahnya Utari.


"Iya nih ada kendala sedikit jadinya agak siangan sorry ya kalian menunggu mana Di dalam banyak kerjaan lagi sekali lagi sorry ya?" Cecilia menyerahkan kunci kepada Utari.


Sisilia pun langsung mengeksekusi tugasnya untuk memotong bahan dan yang lain masih merapikan semuanya dan membuka-buka gorden.


"Beneran deh, kami tadinya mau pulang saja, karena kami pikir mungkin Nyonya nggak mau buka butik hari ini." Suara Utari setelah kembali dari lantai atas.


"Iya, di rumah ada kendala sedikit makanya kesiangan dan aku tidak lupa kok banyak kerjaan yang menunggu kita. Mana banyak yang harus di packing kan hari ini!buat dikirim. Jadi kalian packing aja duluan mumpung belum ada pengunjung!" balasnya Sisilia.


"Baiklah, kami akan mulai packing-packing saja dulu, lalu mengirimnya." Utari dan Nadia mengangguk lantas mengambil barang-barang yang harus di paking.


"Oh ya, jangan lupa alamatnya. Jangan sampai salah ya!" pesannya Sisilia kepada keduanya.


"Baik Nyonya, kami tidak akan salah kok! tenang saja Nyonya nggak usah khawatir," sahut keduanya sambil tersenyum dan bekerja.


Bibir Sisilia menunjukan senyuman kepada kedua asistennya tersebut.

__ADS_1


''Oya, ada yang ingin bekerja di sini. Dua orang pria dan wanita.'' Kata Utari sembari melirik ke arah Sisilia.


"Oya, bagus itu. Bawa aja ke sini," Sisilia menyambut senang. Karena kebetulan sekali dirinya sedang membutuhkan pekerja.


"Saya bilang, saya akan bilang dulu ke bos. Nanti di kasih informasi lagi," sambungnya Utari.


"Iya, rusuh menghadap saja. Hari ini juga silakan langsung bekerja!" sambut Sisilia sambil menunjukan senyum nya.


"Em ... kalau begitu saya akan telepon mereka ya sekarang!" Utari pun langsung garcep untuk memberikan info kepada kedua orang yang katanya ingin bekerja di butiknya Sisilia.


"Iya silakan, kasih info aja. Suruh dia datang hari ini juga! Biar hari ini bisa langsung masuk kerja." Tambah nya Sisilia.


Sisilia sejenak melamun memikirkan kejadian tadi di rumah. Dimana sikap sang ibu mertua yang belum juga berubah kepada dirinya.


"Nyonya, ini slip pengiriman nya!" suara Nadia memecah lamunan Sisilia.


"Ha? iya. Makasih!" Sisilia mengangguk sambil mengambil dan mengecek slip yang Nadia berikan.


"Nyonya, kalau yang dua masuk apa akan di prioritaskan di bagian mana?" tanya Utari pada Sisilia.


"Hem ... bisa menjahit kan? di menjahi saja. Jadi nantinya kita akan lebih memporotasksn produksi sendiri ketimbang pasokan dari luar." Tambahnya Sisilia.


"Ooh, oke kalau begitu. Sebentar lagiereka akan datang kemari," kata Utari sambil mengangguk.


Selanjutnya Utari dan Nadia melanjutkan tugasnya masing-masing dan begitupun dengan Sisilia memfokuskan kerjaannya yang menumpuk di meja.


"Hi ... Sisilia apa kabar?" suara itu tiba-tiba terdengar berada dekat dengan Sisilia.


Sisilia langsung menoleh pada sumber suara yang mengganggu pendengarannya ....


...🌼---🌼...

__ADS_1


Selamat hari raya idul Fitri.


__ADS_2