Jangan Pisahkan Aku

Jangan Pisahkan Aku
Tertangkap basah


__ADS_3

Tibalah keduanya di sebuah kamar yang sudah di pesan sebelumnya.


"Terima kasih ya ... sudah mengajak ku belanja banyak dan mahal gini." Kata si wanita pada tuan Amirudin.


"Sama-sama, dan ingat. Ini bukan cuma-cuma ataupun gratisan, tapi ini harus kau bayar dengan--"


"Tentu, aku mengerti itu dan tenang saja. Kalau pasti memberikannya," ucap wanita dengan nada menggoda dan membusungkan sesuatu yang menyembul tersebut.


Bikin netra Amirudin melotot dan hampir saja keluar dari tempatnya. Melihat yang montok nan segar, beda dengan yang di rumah yang sudah tidak sehat lagi dan sukanya melambai sana dan sini.


Sudah tidak menggairahkan. Dan bikin ilfil saja, mungkin karena memang melihat yang baru sehingga uang di rumah itu berasa tidak ada artinya serta bikin kesal saja.


Puan Nandita yang sadari tadi mengikuti keduanya. Semakin dibuat panas apalagi dengan cerocos temannya yang ikut geram pada tuan Amirudin. Padahal Puan Nandita belum tua banget juga masih terawat kok bisa selingkuh sama yang masih lebih muda.


"Dasar pria Maruk, gak cukup dengan yang di rumah! kurang ajar." Puan Nandita mendekati pintu yang secara kebetulan mungkin mereka lupa mengunci pintu.


Sehingga ketika di putar handle pintu nya terdorong ke dalam. Dan Puan Nandita langsung mengayunkan langkahnya ke dalam. Blak ....


Tampak sepasang wanita dan pria itu sedang melakukan pemanasan bersiap untuk melaksanakan suatu ritual. Kini Puan Nandita menangkap basah suaminya dengan wanita lain.


"Dasar kurang ajar. Kamu tega ya, lupa ya kalau kau itu punya istri?" Puan Nandita menatap suaminya yang tampak shock melihat keberadaannya nya di sana.


Tuan Amirudin tampak santai dan mengenakan pakaiannya.


"Dan kau wanita ******. Kau itu tidak punya malu ya? murahan menggoda suami orang. Apa kau tidak laku sama pria singel ha?" teriak Puan Nandita pada wanita tersebut yang berwajah pucat.


Plak ....


"Aww!" desis wanita tersebut yang Puan Nandita tampar dengan tas nya.


Puan Nandita tidak puas hanya itu saja. Dia pun menarik tangan wanita itu dengan sekuat tenaganya. Sehingga tersungkur ke lantai tanpa menggunakan sehelai benang pun.


Dan tangan wanita tersebut dengan cepat meraih selimut untuk menutupi tubuhnya. Puan Nandita pun menarik selimut agar tidak bisa menutupi tubuh polos si wanita.


"Tidak perlu kau tutupi ya? kan ini yang menjadi alat kamu pe-la-cur untuk menggoda suami orang." Puan Nandita melihat ke arah pintu yang banyak orang menonton keriuhan tersebut.

__ADS_1


"Dita, apa-apaan kau ini ha? kau pikir kau adalah wanita yang sempurna apa? dia itu lebih baik dari kau," tuan Amirudin menarik tangan Puan Nandita hingga menjauh dari selingkuhannya tersebut.


Plak ....


Tangan Puan Nandita langsung menampar pipi suami yang seolah membela selingkuhannya yang kini sudah berdiri di balut selimut.


Kemudian puan Nandita dengan cepat, mendorong wanita itu sehingga membentur dinding.


Dan dengan cepat pula tuan Amirudin menarik tangan Puan Nandita, lalu dia tampar dua kali pipinya lanjut ia dorong dengan sekuat tenaga. Hingga tersungkur dan kepalanya membentur meja, kedua manik mata perempuan itu melotot dengan sangat sempurna merasakan betapa nyerinya di bagian kepala dan juga pipi yang terasa panas juga sakit.


Namun lama-lama tubuh Puan Nandita terkulai lemah dengan mata terpejam dan darah pun keluar dari kepala juga darah segar keluar dari hidungnya.


Membuat Tuan Amirudin menjadi panik dan dia kebingungan harus berbuat apa? setelah kejadian itu. Orang-orang yang sedari menonton, masuk untuk menolong Puan Nandita. dan beberapa security pun datang untuk mengamankan.


...-----...


Eran baru saja turun dari mobilnya. Setelah tiba di depan butik Sisilia dan tatapannya tertuju ke pintu utama yang tampak ada beberapa pengunjung yang tengah dilayani oleh para asisten.


Kemudian Eran pun terus membawa langkahnya memasuki butik tersebut, dan kedua manik matanya mencari-cari keberadaan sang istri yang tidak nampak di sana.


"Istri saya di mana?" tanya Eran kepada Utari setelah menghampirinya.


"Oke, makasih Eran mengangguk lalu melanjutkan langkahnya untuk menaiki anak tangga sembari mengedarkan pandangan ke arah sekitar, yang tampak dengan kesibukannya masing-masing asisten.


Derap langkah Eran yang menuju lantai atas dengan pandangan yang mencari-cari keberadaan sang istri. Dia juga mencari diantara etalase kalau saja sang istri berada di sana namun tidak ada.


Eran lanjutkan langkahnya yaitu ke arah tempat masak terus ke kamar dan akhirnya dia menemukan sang istri, sedang melamun di atas tempat tidur sembari mengusap perutnya yang sudah mulai ketara.


Mendengar derap langkah seseorang yang mendekati depan pintu kamar. Sisilia mengarahkan pandangannya! dia pun berharap kalau yang datang itu adalah suaminya.


"Abang?" gumamnya Sisilia lalu dia berdiri.


"Sayang ada yang ingin aku bicarakan, dan duduklah." Eran mengajak Sisilia untuk duduk di sofa.


Sisilia pun merasa heran, apakah gerangan yang akan dibicarakan oleh suaminya. Atau kah karena sikap dia yang berapa waktu yang dingin dan cuek.

__ADS_1


Eran memegangi kedua tangan Sisilia dengan erat. "Sayang, aku minta maaf atas sikapku yang dingin dan cuek sama kamu dalam beberapa hari ini, jujur aku marah! marah karena kamu sudah selingkuh--"


"Apa? aku selingkuh? gimana aku bisa selingkuh, sama siapa juga? kok kamu tega menuduh Aku selingkuh atas dasar apa?" Sisilia langsung memotong perkataan dari Eran.


Jelas Sisilia tidak terima kalau dia dituduh selingkuh! dekat sama laki-laki pun dia tak pernah. Jalan sama laki-laki pun nggak pernah kecuali dengan sopir itupun cuma sebatas mengantar, gak lebih, mengobrol saja tidak pernah.


"Dengar dulu sayang. Aku sudah salah menuduh mu selingkuh dengan seorang pria, memang untungnya aku tidak mengajak mu bertengkar. Aku minta maaf sayang ..." Eran mencium punggung tangan Sisilia berkali-kali.


"Terus atas dasar apa kau menuduh ku?" Sisilia merasa heran.


"Em ..." Eran sejenak melamun. memikirkan, kalau dia cerita tentunya akan menimbulkan kebencian pada Sisilia terhadap ibundanya.


"Apa yang membuat Abang menganggap ku selingkuh?" ulang Sisilia semakin penasaran.


"Sayang. Aku tidak ingin kau membenci seseorang, cukup aku aja yang tahu dan aku tidak akan mencurigai kamu. Sekali lagi aku minta maaf." Eran menciumi tangan Sisilia.


Sisilia bengong dengan semua yang suaminya katakan. Namun ketika berpelukan, handphon Eran berbunyi.


Setelah di angkat. Sebuah telepon yang mengatakan dari pihak rumah sakit yang mengatakan kalau sang bunda berada di rumah sakit. Membuat Eran terlihat shock mendengarnya.


Lalu Eran mengajak sang istri untuk ke rumah sakit dengan segera. Walau kebingungan, Sisilia tetap mengikuti sang suami yang berjalan sangat cepat menuju mobil. Tidak lupa Sisilia berpamitan kepada para asistennya.


Detik kemudian mobil Eran meluncur dengan sangat cepat menuju rumah sakit di mana sang ibunda katanya dirawat.


Selang beberapa puluh menit kemudian. Mobil Eran pun tiba di sebuah rumah sakit dan dengan mudahnya Eran menemukan ruang sang ibunda di rawat.


Eran terkaget-kaget dengan kondisi sang bunda yang yang terbaring lemah dengan kepala di perban dan hidung pun memakai selang.


Begitupun dengan Sisilia yang tidak mengerti dengan apa yang sudah terjadi. Atau menimpa sang ibu mertua.


Dokter mengatakan kalau Puan Nandita mengalami pingsan yang sampai saat ini belum tersadar dan kepalanya mengalami pendarahan sehingga di lakukan Operasi kecil di bagian kepalanya.


Sisilia menutup mulutnya yang menganga. Shock dengan kondisi Puan Nandita.


Kemudian teman Puan Nandita yang sedari tadi masih menemani dengan setia, bercerita pada Eran dan Sisilia tentang semua yang sudah terjadi yang jelas di depan matanya ....

__ADS_1


...🌼---🌼...


Jangan lupa like komen dan lainnya. Makasih.


__ADS_2