
Burhan mulai lebih mempunyai banyak waktu dengan Vania dibandingkan bersama Salma. Tapi Salma tak menaruh sedikitpun curiga dengan Burhan. Yang dia yakini, Burhan sangatb mencintainya dan tak mungkin akan menghianatinya. Hingga suatu hari ada teman Salma, Dina namanya yang mengatakan bahwa dia melihat Burhan jalan bersama cewek lain dan dengan mesranya mereka bergandengan tangan dia tak ingin mempercayainya.
"Salma" panggil Dina
"iya?" jawab salma
"Kemari kalaun aku gak salah lihat aku melihat pacarmu jalan bersama cewek lain, mereka kelihatan mesra banget dan berpegangan tangan lagi." jelas Dina
"Ah gak mungkin. Kamu salah lihat kali." Kata Dina tak percaya
"masak sih aku salah lihat. Tapi dia mirip pacar kamu." jelasnya meyakinkan Salma
"Kamu mungki salah lihat, lagiankan cuma mirip." jawab salma dengan senyuman
__ADS_1
"yaa mungkin sih." kata Dina sambil membalas senyuman Salma
Bukannya Salama tak ingin percaya dengan temannya itu tapi dia hanya ingin percaya dengan kekasihnya karena dia yakin bahwa kekasihnya tak akan menmbohonghinya apalagi menghianati hubungan mereka yang sudah berjalan begitu lama.
Hari ini, dijam makan siang Salma dan temannya memutuskan sekali kali makan disebuah restoran. Merekapun berangkat menuju restoran. Sesampainya di restoran dia melihat Burhan di salah satu tempat duduk di restoran itu, dan Salma memutuskan untuk menyapanya. Salma berjalan menuju kearah tempat duduk Burhan, tapi sebelum sampai disana Salma melihat ada seorang cewek cantik datang menghampiri Burhan Burhan. Burhan tersenyum lebar dan cipika cipiki dengan cewek tersebut. Lebih parahnya lagi Salma melihat mereka dengan mesra berpegangan tangan. Tanpa sadar air matapun menetes di pipinya. Dia tak ingin percaya dengan apa yang dilihatnya hari ini. Salma hanya diam berbalik dan pergi dari tempat itu. Temannya kaget dan bertanya tanya ada apa dengan Salma? Temannya berlari mengejar Salma berniat untuk mencari tau apa yang terjadi.
"Salma.. tunggu.." Teriak Dina
Dia hanya mengikuti kemana arah Salma akan pergi. Dia tak ingin temannya itu kenapa napa. Salma hanya terus berjalan sampai pikirannya merasa tenang. Setelah tenang dia terhenti.
"tidak apa apa kok." Jawab Salma
"Kalau gak kenapa kenapa, tadi kenapa tiba tiba pergi?" tanyanya lagi
__ADS_1
"Aku gak tau kenapa, tiba tiba pingin pergi saja." jawab Salma sambil tersenyum.
"jam makan siang udah hampir habis kita harus kembali. maaf ya gara gara aku kamu jadinikut gak makan." lanjutnya
"iya gak papa. Aku pikir kamu kenapa napa jadi aku khawatir." kata Dina
Mereka kembali ke tempatv mereka bekerja. Diperjalanan kembali mereka hanya membeli roti untuk mereka makan siang. Setelah itu mereka kembali bekerja. Salma terlihat biasa meski sebenarnya hatinya hancur tapi dia tak memperlihatkan kepada Dina. Salma tak ingin temannya itu menjadi khawatir.
Salma tak menyangka semua akan menjadi seperti ini. Kepercayaan yang dia bangun dengan susah payah untuk seseorang akhirnya dihancurkan dengan seketika oleh orang itu sendiri. Salma tak ingin sepenuhnya percaya, mungkin itu hanya kesalahpahaman semata. Karna dia tak melihat sedikitpun perubahan dari pacarnya itu. Dia sering mendengar dari teman temannya kalau sesorang yang selingkuh pasti akan mengalami sedikit perubahan. Entah perubahan pada sikapnya ataupun waktu yang dia berikan. Memang waktu Burhan hampir tak ada buat Salma, tapi menurutnya itu hal yang biasa karena menurutnya Burhan orang yang penting di perusahaan ayahnya. Jadi dia tak menaruh sedikitpun rasa curiganya.
Jika ditanya apakah cemburu setelah apa yang dilihatnya, tetaplah salma akan menjawab "Iya". Tapi Salma tak ingin mempermasalahkannya. Dia hanya berpikir dewasa "mungkin cewek itu adalah teman Burhan jadi gak perlu curiga" kata Salma dalam hati untuk menenangkan hatinya sendiri. Dia tetap percaya bahwa BUrhan akan tetap setia padanya.
__ADS_1
Suatu hari, untuk kedua kalinya Salma memergoki Burhan berjalan bergandengan tangan dengan cewek yang sama sekali belum pernah dilihatnya. Dia hanya terdiam dan pergi. Bukan karena takut pada mereka, dia hanya tak ingin mendengar sesuatu yang akan menyakiti hatinya. Dia hanya tak ingin kepercayaan yang dia bangun hancur karena sebuah perkataan yang tak pernah dia ingin dengarkan.