Jangan Pisahkan Aku

Jangan Pisahkan Aku
BERBOHONG


__ADS_3

Setelah dirawat 2 minggu dirumah sakit, kondisi Salma semakin membaik dan diperbolehkan untuk pulang oleh dokter. Tetapi Burhan belum memberitahu kepada Salma bahwa dokter telah mengangkat rahimnya, dan dia tidak bisa mempunyai keturunan lagi. Burhan tak akan tega melihat istrinya bersedih.


Setelah beberapa hari menemani Salma dirumah, Burhan berpamitan pergi kekantor. Dan sesampainya dikantor, Burhan berpikir jika sampai Ibunya tau bahwa Salma keguguran kali ini, pasti Ibunya akan memaksanya dan Salma untuk bercerai. Dan Burhan tak ingin sampai semua terjadi. Burhan berpikir keras, cara apa yang akan dia gunakan agar tidak bercerai dengan Salma.


Beberapa saat kemudian, Burhan menemukan ide yang mungkin Salma akan sulit menerimanya.


Pukul 4 sore, Burhan pulang dari kantor. Setelah sampai dirumah, ternyata orangtuanya samp[ai dirumah juga.


"Ma, Pa sudah pulang?" Tanya Burhan gugup.


"Sudah baru saja sampai." Jawab Ayah Burhan.


Orangtua Burhan beristirahat diruang keluarga, sedangkan Burhan langsung masuk kekamar. Sesampainya dikamar, Burhan sangat gugup dan membuka almari untuk mencari bantal kecil dan memberikannya kepada Salma.


"Kamu kenapa?" Tanya Salma bingung.


"Mama Papa sudah pulang. Kamu pakai ini dan kita temui mereka." Jawab BUrhan.

__ADS_1


"Kamu mau berbohong kepada mereka?" Tanya Salma lagi.


"Kita tidak punya pilihan. Hanya ini yang bisa kita lakukan. Aku tidak mau bercerai sama kamu." Jawab Burhan.


"Aku juga tidak mau bercerai dengan kamu, tapi aku juga tidak mau berbohong kepada mereka." Ucap Salma.


"Kita tidak punya pilihan." Ucap Burhan.


"Mau sampai kapan kita akan bohongi mereka? 1 bulan? 2 bulan? Sampai waktu anak kita seharusnya lahir?  itu akan berakhir semakin buruk buat kita." Kata Salma.


Salma menuruti Burhan dan mendengarkan rencana Burhan.


"Apa rencana kamu?" Tanya Salma penasaran.


"Kamu tetap pura pura hamil. Aku akan menikah siri dengan wanita lain dan membuatnya hamil dengan perjanjian anaknya akan menjadi anak kita. Pernikahan itu hanya akan berlangsung selama anak itu lahir. Aku tidak ingin kehilangan kamu." Terang Burhan.


Rencana Burhan membuat Salma terkejut dan tak bisa mencernanya.

__ADS_1


"Apa? Kamu gila? Lebih baik aku pergi dari sini." Kata Salma.


Salma langsung mengemasi barang barangnya. Burhan berusaha mencegahnya tetapi Salma tak mau mengalah. Tanpa melepas bantalan yang sudah dipasangnya diperutnya, Salma pergi meninggalkan rumah tanpa berpamitan dengan orangtua mertuanya. Dan langsung masuk mobil yang sengaja Burhan belikan untuk Salma beberapa bulan yang lalu. Salma pergi meninggalkan rumah. Orangtuan Burhan melihat Salma dengan tatapoan bingung karena tiba tiba Salma pergi begitu saja.


Burhan keluar kamar, dan Ibunya langsung mendekatinya karena merasa bingung.


"Mau pergi kemana wanita itu?" Tanya Ibunya.


"Ehm? Katanya dia kangen sama Ibunya, jadi dia mau pulang kerumah Ibunya." Jawab Burhan berbohong.


"Apa dia tak melihat kalau Mama sudah pulang, setidaknya dia menghormati Mama."  Kata Ibu BUrhan.


"Dia belum tau kalau Mama dan Papa sudah pulang. Aku belum sempat memberitahunya." Jawab Burhan agar Mamanya tak curiga dengan apa yang terjadi diantara mereka.


"Keadaan hamil besar begitu pergi sendiri. Dasar." Ucap Ibunya kemudian meninggalkan Burhan sendiri dan kembali bersantai.


Burhan semakin bingung dan tak mengerti apa yang harus dia lakukan. Burhan bingung dan memilih kembali kekamarnya. Burhan tau apa yang dilakukannya akan menyakiti hati Salm, tetapi itu semua dia lakukan untuk mempertahankan hubungan mereka. Tetap Salma pasti sulit unyuk menerima niatnya tersebut.

__ADS_1


__ADS_2