Jangan Pisahkan Aku

Jangan Pisahkan Aku
PINDAH RUMAH


__ADS_3

Burhan lebih sering dirumah Fitri. Perhatiaannya kepada Salma menjadi berkurang. Burhan hanya khawatir dengan keadaan bayi yang ada didalam kandungan Fitri. Terkadang Burhan takut kalau Salma akan salah paham terhadapnya karena hal itu. Karena setiap kali Burhan pulang kerumah, Salma sering kali terlihat murung dan tidak mempunyai semangat.


Faktanya apa yang ada dipikiran Salma dan Burhan berbeda. Semua yang dilakukan Burhan semata mata hanya karena tidak ingin terjadi apa apa dengan bayi yang dikandung Fitri. Akan tetapi berbeda dengan apa yang dipikirkan Salma. Salma takut dan khawatir jika akhirnya Burhan akan jatuh cinta kepada Fitri dan apa yang mereka rencanakan menjadi berbeda tujuan.


Burhan tahu persis apa yang dirasakan Salma saat ini. Tetapi dia juga tidak tau apa yang harus dia katakan. Suatu hari Burhan memutuskan untuk memindahkan Fitri kerumah disebelah rumahnya. Karena Rumah itu kosong dan hendak dikontrakkan. Burhan mengontrak rumah itu untuk Fitri.


"Aku tak bisa setiap hari jauh dari istriku. Dan aku juga tidak bisa membiarkanmu sendiri saat keadaan hamil besar seperti ini. Jadi aku akan mengontrak rumah yang dekat dengan rumahku agar aku bisa setiap saat memantau kamu. Besok kamu mulai pindahan kerumah itu." Ucap Burhan.


"Baiklah mas." Jawab Fitri.


Keesokan harinya,Burhan membantu Fitri pindahan. Setelah selesai Burhan mengajaknya kerumahnya untuk menyapa Salma. Dan kebetulan Salma sedang menyiram bunga dihalaman depan.


"Mas! Kenapa kamu ajak Fitri kemari?" Tanya Salma dengan rasa takut jika Ibu mertuanya melihat Fitri.


"Fitri akan pindah kerumah sebelah. Agar aku bisa memantaunya setiap hari. Dan aku tidak harus meninggalkanmu." Jawab Burhan.


Tiba tiba Ibu Burhan keluar dan penasaran dengan wanita yang berada disamping Burhan.


"Burhan? Siapa wanita ini?" Tanya Ibu Burhan dengan acuh.


Tampak jelas dia tak menyukai Fitri karena pakaiannya yang terlihat kampungan.

__ADS_1


"Ini Fitri Ma. Dia istri dari salah satu karyawan terbaik aku dikantor yang mengal;ami kecelakan belum lama ini. Dan dia meninggal Ma. Jadi dia menitipkan istrinya yang sedang hamil kepadaku." Ucap Burhan berbohong kepada Ibunya.


"Ohh! Dia mau tinggal dimana?" Tanya Ibu Burhan.


"Aku kontrak rumah disebelah rumah kita Ma. Karena semua keluarganya dikampung jadi tidak ada yang merawatnya. Aku suruh dia tinggal dirumah sebelah." Terang Burhan.


"Ohh dari kampung. Pantesan." Ucap Ibu Burhan dengan jijik.


Ibu Burhan langsung meninggalkan mereka dan masuk kedalam rumah.


"Ya sudah mas, mbak aku permisi dulu ya." Pamit Fitri dan kemudian berjalan meninggalkan Burhan dan Salma.


"Sebentar ya, aku antar Fitri pulang dulu. Sekalian aku lihat lihat keperluannya dulu." Ucap Burhan kemudian berjalan mengejar Fitri.


Salma berlari pergi kekamarnya dengan menangis.


Keesokan harinya, Burhan meminta Salma untuk menemani Fitri dirumah. Karena BUrhan tak ingin terjadi apa apa dengan Fitri disaat dia sendirian dirumah. Salma hanya menyetujui aap yang diminta Salma. Meskipun sebenarnya sangat menyakitkan.


"Mas, apa kamu sudah tidak perduli lagi dengan perasaanku saat ini?" Gumam Salma dalam hati.


Salma pergi kerumah Fitri dan menemaninya. Mereka mengobrol dengan santai.

__ADS_1


"Fitri." Salma tiba tiba memanggil nama Fitri.


"Iya mbak?" Balas Fitri.


"Aku terkadang cemburu dan iri padamu." Ucap Salma sedih.


"Kenapa mbak?" Tanya Fitri tak mengerti.


"Karena kamu bisa jadi wanita sempurna. Bisa hamil, dan mendapat perhatian dari seorang suami disaat hamil." Ucap Salma semakin meratap.


"Mbak! Aku lebih cemburu dan iri sama mbak." Ucap Fitri.


"Kenapa?" Tanya Salma bingung tak mengerti apa maksud Fitri dengan bicara seperti itu.


"Karena mbak mempunyai suami seperti mas Burhan. Dia sangat menyayangi mabk. Dan rela melakukan apa saja agar tidak kehilangan mbak." Ucap Fitri dengan tersenyum.


"Aku ingin seperti kamu, bisa hamil memberikan keturunan kepada suamiku." Ucap Salma meneteskan airmata.


"Mbak, besok setelah anak ini lahir, dia akan menjadi anak mbak seutuhnya. Mbak tidak perlu khawatir." Ucap Fitri. Tangan kanan Fitri memegang tangan Salma, sedangkan tangan kirinya memegangi perutnya.


"Fitri, aku sangat berterimakasih padamu." Ucap Salma menangis. Salma memegangi tangan Fitri untuk berterimakasih.

__ADS_1


"Aku juga berterimakasih sama mbak, karena setelah ini aku bisa menjalani hidupku dengan tenang." Ucap Fitri.


Salma memeluk Fitri dengan menangis. Fitri membalas pelukannya dan menepuk nepuk punggung Salma agar Salama menjadi lebih tenang.


__ADS_2