Jangan Pisahkan Aku

Jangan Pisahkan Aku
MENEMANI


__ADS_3

"Hari ini aku akan menemanimu dirumah." Ucap Burhan mengelus rambut istrinya.


"Inikan bukan hari libur. Apa kamu tidak pergi kekantor?" Tanya Salma setelah hatinya lebih tenang.


"Kamu lebih penting dari pekerjaanku. Bagaimana aku akan membiarkanmu berfikir yang tidak tidak hari ini." Ucap Burhan dengan tersenyu.


"Maafkan aku." Ucap Salma memalingkan wajahnya dari Burhan karena malu dengan apa yang sudah terjadi.


"Cuma minta maaf?" Tanya Burhan sedikit menggoda.


"Jadi aku harus bagaimana?" Tanya Salma tak mengerti.


"Meminta maaflah dengan cara apa saja agar aku bisa memaafkanmu." Ucap Burhan melirik istrinya yang tersipu malu tak berani memandangnya.


"Aku tidak tau." Ucap Salma masih memalingkan wajahnya tak berani menatap Burhan.


Burhan tiba tiba memegang dagu Salma dan mengarahkan wajah Salma agar menatapnya. Salma sedikit tersentak dan itu membuat Burhan tersenyum dengan sangat manis. Burhan mendekatkan bibirnya ke bibir Salma. Ciuman Burhat mendarat ke bibir Salma. Salma memejamkan matanya dan membalas ciuman suaminya dengan lembut. Setelah sadar Salma sudah kehabisan nafas, Burhan melepaskan ciumannya dan ciuman mendarat dikening Salma.


"Itulah cara kamu meminta maaf dan aku memaafkan semua tuduhanmu." Ucap Burhan masih menggoda Salma dengan wajah mesumnya.


Salma yang malu spontan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. rona merah wajahnya tak bisa disembunyikan.


"Ekspresi wajahmu seperti inilah yang membuatku merasa lebih nyaman. Udah! Aku mau mandi dulu. Udah waktunya sarapan." Ucap Burhan mencium punggung tangan Salma yang masih menutup wajahnya.


"Hemmm?" Gumam Salma.


"Apa? Kamu mau ikut mandi? Mau mandi bersama?" Tanya Burhan menggoda Salma.


Salma tersentak dan langsung menggelengkan kepalanya. Menbuat Burhan tersenyum puas. Salma tersenyum malu kepada dirinya sendiri.


Salma kembali membaringkan tubuhnya diranjang dan menutup tubuh beserta kepalanya dengan selimut. Tersenyum senyum sendiri dan menggulingkan tubuhnya dibawah selimut kekanan dan kekiri seperti ABG yang baru jatuh cinta.


Burhan selesai mandi dan keluar kamar mandi dengan menyeka rambutnya dengan handuk agar rambutnya kering karena habis keramas. Burhan seketika mematung melihat istrinya yang masih mengguling gulingkan tubuhnya.


"Kamu kenapa?" Tanya Burhan mengagetkan Salma.


Salma yang sedang asyik mengguling gulingkan tubuhnya seketika tersentak dan menggulingkan tubuhnya dengan keras.


BBRRRRUUUUKKKK...

__ADS_1


Salma terjaduh kelantai bersama selimutnya. Karena malu Salma tetap menutupkan selimut tubuhnya. Burhan berjalan mendekatinya karena khawatir.


"Kamu tidak apa apa?" Tanya Burhan hendak menolong Salma.


"Tidak apa apa. Aku mau mandi." Jawab Salma menghindar dari Burhan dan melarikan diri kekamar mandi.


Burhan tersenyum melihat tingkah istrinya yang seperti itu. Sungguh menghiburnya.


Burhan duduk disofa kamar, membaca buku sambil menunggu istrinya selesai mandi. Sedangkan dikamar mandi Salma enggan keluar karena masih merasa malu. Karena menunggu hampir setengah jam, Burhan tak sabar lagi. Dia menghampiri istrinya kedepan pintu kamar mandi dan memanggilnya.


"Sayang! Kamu tidak apa apa?" Tanya Burhan khawatir.


"Aku tidak apa apa." Jawab Salma berteriak.


"Kenapa lama sekali mandinya? Tak seperti biasanya." Tanya Burhan.


"Aku malu." Jawab Salma lagi.


"Kenapa harus malu? Aku adalah suamimu. Cepatlah keluar!" Suruh Burhan.


Salma berjalan keluar kamar mandi dengan menundukkan kepala. Burhan menyambutnya didepan pintu kamarmadi dan mengelus rambut Salma. Burhan menuntun Salma untuk duduk ditempat tidur.


Burhan keluar menuju meja makan. Disana sudah ada Mama dan Papa Burhan. Burhan menghampiri mereka.


"Kenapa kamu jam segini baru keluar? Apa kamu tidak pergi kekantor?" Tanya Mama Burhan.


"Tidak Ma! Salma sedang sakit jadi aku harus temani dia." Jawab Burhan duduk dikursi depan Ibunya.


"Dasar manja." Gumam Mama Burhan.


Burhan tak menghiraukan gumaman Ibunya.


"Biiii... Bibii!" Teriak Burhan memanggil ART dirumahnya.


Wanita separuh baya berlari kearahnya.


"Iya Tuan?" Tanya Bi Inah, ART dirumah Burhan.


"Tolong buatin bubur ya Bi buat Salma." Suruh Burhan.

__ADS_1


"Baik Tuan." Jawab Bi Inah yang kemudian pergi kedapur.


Burhan melanjutkan makannya. Setelah selesai menyentap makanannya, Burhan pergi kedapur untuk bertanya buburnya sudah matang atau belum.


"Bi sudah matang atau belum?" Tanya Burhan.


"Sebentar lagi Tuan. Nanti segera saya antar." Jawab Bi Inah.


"Tidak usah Bi. Biar saya saja yang bawa. Sekalian buatin susu ya." Suruh Burhan.


"Baik Tuan!" Jawab Bi Inah.


Setelah buburnya matang, Burhan membawa ke kamar. Burhan melihat istrinya sedang menunggunya..


"Sekarang kamu makan." Ucap Burhan menghampirinya.


Salma hendak mengambil sendok tetapi keduluan sama Burhan.


"Biar aku suapin." Ucap Burhan meniup bubur disendok agar tidak panas.


"Aku bisa sendiri. Aku bukan orang sakit." Tolak Salma.


"Sudah diamlah." Ucap Burhan menyuapi Salma.


Burhan menyuapi Salma sampi habis dan menyuruh Salma untuk meminum susu. Setelah semua habis Burhan meletakkan nampan beserta piring dan gelas kosong dimeja. Kemudian balik lagi duduk disamping istrinya. Burhan memeluk bahu istrinya, dan Salma menyandarkan kepalanya dibahu Burhan.


"Maafkan aku tak tak punya banyak waktu untuk kamu." Ucap Burhan.


"Aku sangat nyaman dengan kamu yang seperti ini." Balas Salma.


"Aku berjanji, aku akan meluangkan lebih banyak waktu untuk bersamamu seperti ini." Ucap Burhan mencium kepala Salma.


Salma hanya tersenyum.


"Apakah kamu mau jalan jalan keluar mencari udara segar?" Ajak Burhan.


"Tidak! Aku lebih nyaman seperti ini bersamamu. Diluar mungkin aku akan melihat sesuatu yang saat ini tidak ingin aku lihat." Tolak Salma.


"Baiklah! Kita seperti ini saja disini." Balas Burhan yang mengerti bahwa yang dimaksud Salma adalah Fitri.

__ADS_1


Seharian Salma dan Burhan hanya saling bersandar dikamar tanpa melakukan apapun.  Burhan hanya menuruti Salma, agar Salma merasa lebih tenang.


__ADS_2