
Salma berada dimana dirinya merasakan kebingungan yang sangat dalam. Apa yang harus dia lakukan? Jika menerima Burhan kembali dia takut Burhan akan menyakitinya lagi pas lagi sayang sayang, membagi hati dengan orang lain lagi. Jika tidak menerimanya lagi, pada kenyataannya Salma memang tak baik baik saja pada Burhan. Apa kata hati Salma sebenarnya?
Burhan kini slalu menunjukkan kepada Salma perhatian yang sama seperti sebelum semua ini terjadi. Burah ingin membuktikan kepada Salma bahwa saat ini dia serius kepada Salma. Burhan tak ingin kedua kalinya kehilangan Salma. Salmapun membiarkan Burhan untuk membuktikan apa yang ingin Burhan buktikan. Karena Salma tak tega jika harus menolak apa yang ingin Burhan tunjukkan kepadanya.
Dari hari kehari Burhan selalu berusaha untuk mendapatkan kesempatan dari Salma. Hati Salmapun sebenarnya mulai luluh, tapi dia tak mau begitu saja menerima Burhan. Dia ingin tau sampai dimana perjuangan Burhan untukknya. Cabda dan tawapun semakin menjadi penghias unbtuk hubungan mereka yang tak tau sampai dimana. Tapi rasa sayang yang pernah ada di hati Salma kini mulai kembali ada.
"Apa kamu belum mau memberikan kesempatan itu buat aku?" Tanya Burhan
"Maaf, aku belum bisa memberikannya." Kata Salma
Burhan hanya tersenyum dan menunjukkan bahwa dia tau benar apa yang di rasakan Salma.
Setiap hari, setiap waktu senggangnya, Burhan datang menemui Salma. Inilah waktub yang pernah Salma rindukan dari Burhan. Selalu meluangkan waktu untuk menemuinya. Selalu memberikan perhatian perhatian kecil untuknya.
__ADS_1
Suatu hari, ketika Burhan sedang menemui Salma, tiba tiba Vania datang. Dan meminta penjelasan tentang apa yang dilakukan Burhan padanya.
"Burhan.." Panggil Vania.
"Vania.. Ada perlu apa kesini?" Tanya Burhan sangat terkejut saat melihat Vania. Burhan takut Salma akan salah paham lagi dengan dia dan Vania.
("Wanita yang kemarin ada di kantor ayah Burhan?" Tanya Salma dalam hati)
"aku mau minta penjelasan kamu. Apa sebenarnya mau kamu? Kenapa sekarang gak pernah menemuiku? Mau hubungi kamu saja susah sekarang?" Tanya Vania terlihat marah kepada Burhan.
"Jahat kamu." Kata Vania sambil menunjuk ke arah Burhan. Burhan hanya diam.
"Dan kamu. (menunjuk ke arah Salma) Gara gara kamu hubungan aku dan Burhan jadi seperti ini. Harusnya kamu sadar, kamu itu siapa? Harusnya kamu tau tempat kamu berbeda dengan Burhan." Kata Vania mencaci Salma. Salma hanya diam tak menjawab sepatah katapun.
__ADS_1
"Diam kamu. Jaga bicara kamu. Ini tak ada hubungannya dengan Salma. JAngan bawa bawa Salma dalam masalah ini." Teriak Burhan, membuang tangan Vania yang menunjuk ke arah Salma.
Vaniapun pergi meninggalkan mereka. Salma hanya menangis karena hatinya merasakan sakit karena semua kata kata Vania. Burhan hanya bisa meminta maaf dengan apa yang dilakukan Vania kepada Salma.
"Maafkan karena tak bisa melindungumu." Kata Burhan
Salma hanya diam.
"Sebenarnya Vania adalah wanita yang ingin di jodohkan kepadaku. Orang tuaku dan orang tua Vania merencanakan semua ini tanpa sepengetahuan aku dan Vania. Aku pernah tergoda olehnya, tapi nsekarang aku tak mau bersamanya. Aku mencintaimu." kata Burhan menjelaskan.
"Mungkin kamu lebih pantas dengannya daripada bersamaku." kata Salma
"Heiii.. Kamu ngomong apa sih? Yang tau perasaanku itu cuma aku, siapa yang pantas denganku itu aku yang putuskan. Jadi kamu jangan berpikir kamu tidak pantas buat aku. Karena bagiku kamu segalanya buiat aku. Aku tidak akan baik baik saja tanpa kamu. ingat itu." kata Burhan dengan lembut tapi tetap tegas.
__ADS_1
Mendengar semua kata Burhan, membuat Salma tersenyum tanpa sepengetahuan Burhan. Salma senang akhirnya apa yang seharusnya menjadi miliknya kini sudah kembali. Salma percaya apa yang telah Tuhan takdirkan kepadanya, meskipun dunia mencoba memisahkan semua tetap akan kembali dalam genggamannya.