
Sudah 3 bulan telah berlalu saat Burhan meninggalkan rumah orang tuanya dan mulai bekerja di sebuah toko mebel. Salma dan Ibunyalah yang selalu mendukung dengan apa yang dilakukan Burhan selama itu baik dan tidak merugikan orang lain. Burhan setiap hari bekerja dengan giat dan tekun. Demi masa depannya kelak bersama Salma.
Burhan memutuskan untuk menikahi Salma, Karena dia tak ingin lagi berpisah dengan Salma. Suatu hari Burhan datang menemui Ibu Salma dan meminta restu kepadanya.
"Ibu, maksud kedatangan saya hari ini, saya mau meminta restu dari Ibu untuk menikahi Salma." Kata BUrhan berterus terang kepada Ibu Salma
"Kalau Ibu mah nurut saja dengan apa yang dikatakan Salma. Ibu tau Salma lebih tau mana yang terbaik buat dia." Kata Ibu Salma sambil tersenyum
"Makasih ya bu." Kata Salma sambil memeluk Ibunya.
"Gimana Salma?" Tanya Burhan penasaran
"Iya Mas aku mau." Kata Salma dengan bahagia
__ADS_1
Ibu Salmapun merestui mereka untuk menikah, Burhan dan Salma merasa sangat bahagia mendengar restu dari Ibunya. Mereka sekaligus merencanakan kapan pernikahan akan di adakan. Tapi Burhan tak berniat untuk memberi tahu orang tuanya karena sudah pasti mereka tak akan merestui pernikahan tersebut.
Mengetahui sekarang sudah mendapatkan lampu hijau dari Ibu Salma dan pernikahanpun akan segera terlaksana, Burhan bekerja penuh semangat dan lebih giat lagi. Dia ingin membahagiakan Salma dengan hasil keringatnya sendiri. Karena selama ini Salmalah yang telah membukakan mata dan membuatnya mandiri agar tidak tergantung dengan kekayaan orang tua.
Burhan sebenarnya tak ingin menjadi anak durhaka tapi dia tak punya pilihan lain. Karena orang tuannya tak akan setuju dengan pernikahannya dengan Salma. Sejak awal orang tua Burhan tak pernah menyukai hubungannya dengan Salma, jika mereka mengetahui tentang kabar pernikahannya pasti orang tuanya tidak akan tinggal diam. Burhan takut mereka akan melakukan hal hal di luar nalar untuk menggagalkan rencana pernikiahan Burhan dengan Salma.
Jadi Burhan memilih untuk tidak memberitahu mereka. Lagian Burhan sudah tidak di anggap sebagai anak kandungnya sekarang. Burhan takut jika kabar itu membuat mereka semakin membencinya.
Mereka hampir tak mempunyai waktu untuk beristirahat ketika libur bekerja karena kesibukian mereka. Tapi mereka sangat bahagia, karena tinggal menghitung hari, tak akan ada lagi yang bisa memisahkan mereka.
"Mas kamu beneran gak akan memberitahu orang tua mas?" Tanya Salma
"Jika aku memberitahu mereka, aku takut mereka gak akan pernah merestui pernikahan ini. Kamu kan tau sendiri sejak awal mereka gak suka melihat hubungan kita. Aku gak mau pisah lagi sama kamu, cukup kemarin." Terang Burhan
__ADS_1
"Ya sudah mas, aku nurut saja sama kamu." Kata Salma sambil memegang tangan BUrhan
Burhan hanya tersenyum dan membalas memegang tangan Salma. Mereka berdua tersenyuim dan melanjutkan memilih gaun yang akan mereka kenakan besok pas hari pernikahan mereka. Salma mencoba satu per satu gaun yang dia sukai untuk meminta pendapat Burhan. Burhan menyukai Salma memakai gaun berwarna merah muda, baginya Salma terlihat lebuh anggun. Jadi mereka memutuskan Salma akan mengenakan gaun berwarna merah muda dan Burhan akan mengenakan kemeja dan dasi merah muda serta jas berwarna abu abu.
Lelah memilih gaun yang akan mereka gunakan, Burhan dan Salma langsung pulang dan beristirahat di rumah. Karena besok harus mempersiapkan hal hal lain yang akan diperlukan untuk acara.
Burhan dan Salma mengambil cuti bersama beberapa hari untuk mempersiapkan segalanya agar berjalan dengan lancar. Ini hari terakhir mereka cuti dan hal terakhir yang mereka urus, membuat undangan. Salma mencatat siapa saja yang akan di undangnya untuk datang menjadi saksi pernikahan mereka. Mereka hanya mengundang kerabat dan orang orang terdekat saja, karena Salma hanya akan mengadakan acara pernikahannya dengan sesederhana mungkin, tak perlu kemewahan yang penting sah.
Selesai mendata siapa saja yang akan di undang mereka langsung pergi ke percetakan untuk memesan undangan menurut selera mereka berdua. Selesai melakukan pemesanan undangan mereka beristirahat sejenak untuk makan siang.
Sesudah makan siang selesai mereka lanjut melakukan foto pra wedding ke sebuah taman yang sering mereka datangi. Sorepun telah tiba mereka harus segera menyelesaikan sesi foto karna hari keburu malam. SelesaiĀ foto mereka pulang untuk beristirahat karena besok pagi mereka harus kembali bekerja seperti biasa.
Mereka merasa lelah karena tak banyak istirahat tapi mereka merasa lega karena semua keperluan sudah terselesaikan tepat pada waktunya. Tinggal menunggu hari kebahagiaan yang mereka nantikan tiba.
__ADS_1