
Setelah meninggalkan rumah, Burhan sekarang tinggal di sebuah kontrakan yang berjarak tidak jauh dari rumah Salma. Meski tidak terlalu besar tapi sudah cukup membuat Burhan senang karena bisa tinggal dekat dengan sang pujaan hati. Burhan merasa nyaman tinggal di lingkungan itu, karena menurutnya lingkungannya terasa lebih tenang.
Setiap hari Burhan pergi membawa surat lamaran pekerjaan. Dia mencoba mencari pekerjaan sesuai dengan bakatnya. Beberapa perusahaan dia datangi dan ternyata masing masing perusahaan itu tidak membutuhkan karyawan baru.
Burhan sempat putus asa. Menyadari semua terasa sulit, tak seperti yang dia fikirkan.
"Ternyata sulit mendapatkan pekerjaan yang sesuai. Ya Allah tolong bantu aku mendapatkan pekerjaan." Katanya dalam hati. Malam itu, Dia berjalan sendiri, merasa tak mempunyai semangat lagi.
Sesampainya di rumah, Burhan mandi dan beristirahat sejenak. Dia memikirkan apa yang harus dia lakukan. Di tengah lamunannya, Burhan mendengar ketukan pintu. (tok tok tok). Burhan membuka pintu. Ternyata SAlma yang datang, membawakan makanan.
"Salma, ada apa malam malam datang kesini?" Tanya Burhan.
"Ini mas di suruh Ibu nganterin makanan, mungkin mas belum makan." terang Salma.
"oh ya,, makasih ya. Duduk dulu." Kata Burhan mempersilahkan Salma duduk di kursi teras rumah.
"Kamu kenapa mas, kok terlihat murung gitu?" Tanya Salma penasaran.
__ADS_1
"Aku gak tau apa yang harus aku lakukan. Aku beberapa hari ini mencari pekerjaan sesuai dengan bakat aku, tapi gak ada yang membutuhkan karyawan baru." Terang Burhan
"Apa gak sebaiknya mas coba nyari pekerjaan apa saja. Gak harus sesuai bakat, asalkan itu halal." Kata Salma mencoba memberi solusi kepada Burhan.
Burhan hanya bengong memikirkan perkataan Salma.
"Ya udah mas, aku pamit dulu ya. Udah malem takut ada yang salah paham. Mas jangan lupa di makan makanannya." Kata Salma berpamitan
"Oh iya. Selamat malam sayang." Kata Burhan melambaikan tangan.
Salma tersenyum dan membalas melambaikan tangan kepada Burhan.
Ke esokan harinya Burhan bangun tidur. Dan bersiap siap mencari pekerjaan lagi. Dia harus tetap semangat demi masa depannya bersama Salma. Dengan sikap optimis, dia berangkat mencari pekerjaan. Baginya sekarang tak harus yang sesuai bakat, tapi yang penting pekerjaan itu halal akan dia lakukan. Baginya apapun yang di katakan Salma kepadanya adalah sebuah motivasi untuk maju dan menjadi lebih baik.
Burhan berjalan, melihat di sekitar kanan dan kirinya. Siapa tau ada pekerjaan untuknya. Dia terus berjalan pantang menyerah, menelusuri setiap jalan. Hari sudah terik, dia beristirahat untuk makan, karena sejak pagi dia belum makan apapun. Sekalian beristirahat sejenak. Sekitar setengah jam Burhan beristirahat. Dia memutuskan untuk melanjutkan pencariannya. Panas terik matahari tak menjadi penghalang baginya.
Dia terus melangkah mencari pekerjaan, hingga pada akhirnya tanpa di sengaja dia melihat papan yang bertuliskan "DI BUTUHKAN KARYAWAN SECEPATNYA" di depan sebuah toko Mebel "SIDO MULYO". Setelah membaca itu, Burhan dengan optimis menemui se pemilik toko memebel tersebut.
__ADS_1
"Selamat siang pak. Perkenalkan nama saya Burhan." Kata Burhan memperkenalkan dirinya.
"Iya siang. Saya Anton, pemilik toko ini." Kata pak Anton
"Saya membaca tulisan di depan, tuliasannya bapak sedang membutuhkan karyawan. Apakah benar pak?" Tanya Burhan dengan sangat sopan.
"Iya, saya membutuhkan seorang sopir untuk mengantarkan pesanan mebel saya." Kata pak Anton.
"Pak boleh gak pak saya melamar bekerja di sini. Jadi sopir juga gak papa pak." Pinta Burhan
"Ya boleh boleh. Kamu bisa nyetir kan? Punya SIM?" Kata pak Anton
"Bisa pak.. punya pak, saya punya SIM. Saya bisa mulai bekerja kapan pak?" Tanya Burhan tak sabar untuk bekerja
"Besok pagi kamu sudah bisa bekerja di sini. Besok kamu jam 7 sudah harus sampai disini, karena ini banyak pesanan yang belum di antar." Terang pak Anton
"Baik pak. Terima kasih pak. Kalau begitu saya permisi pulang dulu. Sekali saya ucapkan banyak terima kasih pak." Kata Burhan perpamitan kepada pak Anton dan berjabat tangan dengannya. Burhan membungkukkan badannya tanda terimakasih.
__ADS_1
Burhan pulang dengan perasaan lega akhirnya mendapatkan pekerjaan. Burhan juga melihat pak Anton adalah orang yang baik. Dia berharap hari segara pagi, Dia tak sabar melakukan pekerjaan yang belum pernah dia lakukan. Dia hanya berharap semoga segalanya lancar.