Jangan Pisahkan Aku

Jangan Pisahkan Aku
KEBENARAN


__ADS_3

(Tok tok tokkk)


Suara ketukan pintu. Ibu Salma bergegas membuka pintu setelah mendengar ada orang yang mengetuk pintu rumahnya.


"Iya sebentar." Teriak Ibu Salma dari balik pintu. Dan berjalan kearah pintu.


Ibu Salma membuka pintu.


"Lohh. Kamu kok pulang sendirian? Mana suami kamu?" Tanya Ibu Salma setelah melihat tamu yang datang adalah anaknya, Salma.


"Mas Burhan sibuk Bu. Aku kangen sama Ibu, jadi aku kesini sendiri." Jawab Salma berbohong.


Salma tak ingin Ibunya terlalu banyak berpikir jika dia menceritakan yang sebenarnya terjadi.


"Ohh ya sudah, ayo masuk." Ajak Ibu Salma meminta koper yang dibawa Salma dan membawanya kekamar Salma dulu sebelum menikah.


Kamar Salma tetap sama seperti dulu, Ibunya tak sedikitpun merubahnya.


"Kamu istirahat dulu saja. Ibu akan masakin kesukaan kamu." Ucap Ibu Salma.


"Baiklah Bu." Jawab Salma.


\~\~\~

__ADS_1


Sudah 1 minggu Salma dirumah Ibunya. Tiba tiba Salma merasa mual dan pusing.


"Hoooeeekkk." Salma berlari kekamar mandi, hendak muntah karena rasa mualnya.


Ibunya berlari mengikuti Salma karena merasa khawatir.


"Kamu kenapa sayang?" Tanya Ibu8 Salma merasa sangat khawatir.


"Nggak tau nih Bu, tiba tiba aja aku merasa mual dan pusing." Jawab Salma kemudian mencuci mukanya agar kembali segar.


Salma berjalan keluar kamar mandi. Tangan kanannya memegangi kepala yang terasa pusing. Sedangkan tangan kirinya memegang perutnya yang masih merasa mual.


"Kamu masuk angin?" Tanya Ibu Salma lagi merasa sangat khawatir.


"Aku tadi baik baik saja dan tiba tiba merasa mual dan pusing?" Ucap Salma merasa bingung dan berpikir.


"Bu.. Jangan jangan aku hamil Bu." Ucap Salma senang sambil memegang kedua tangan Ibunya.


"Ya sudah ayo kita periksa kedokter." Ajak Ibu Salma.


Salma menyetujui ajakan Ibunya. Salma pergi kedokter bersama Ibunya.


Sesampainya dirumahsakit, Salma konsultasi dengan dokter yang menanganinya disaat dia keguguran kemarin. Sedangkan Ibunya menunggu diluar ruangan.

__ADS_1


"Dok, Saya tadi tiba tiba merasa mual dan pusing. Gejalanya sama seperti saat saya hamil kemarin. Apakah ada kemungkinan bahwa saya hamil lagi? Tapi saya keguguran belum ada 2 bulan." Ucap Salma kepada dokter.


"Itu tidak mungkin!" Ucap dokter tersebut secara tiba tiba dan membuat Salma terkejut.


"Maksud dokter? Tapi saya merasakan gejala yang sama." Ucap Salma meyakinkan dokter tersebut.


"Apakah suami Ibu belum menceritakan semua kepada Ibu? Bahwa dengan sangat terpaksa rahim Ibu harus diangkat karena terlalu banyak mengeluarkan darah? Suami Ibu sudah menyetujuinya. Karena jika hal itu tidak dilakukan, akan sangat membahayakan kondisi Ibu." terang dokter.


"Apa? Tidak mungkin." Ucap Salma tidak percaya.


Salma tiba tiba sangat down. Tubuhnya seketika lemas tak berdaya. Airmatanya mengalir dengan sangan derasnya dan tak mampu untuk dibendung lagi.


"Ibu... Ibu tidak apa apa?" Tanya dokter.


Salma tak menjawab pertanyaan dokter tersebut dan langsung pergi meninggalkan dokter tersebut. Salma pulang tak menghiraukan apapun termasuk Ibunya.


sesampainya dirumah, Salma langsung masuk kekamar dan mengunci pintu kamarnya.


"Salma, kamu kenapa sayang?" Tanya Ibunya khawatir.


Tapi Salma tak menghiraukannya. Ibunya pergi dan membiarkan Salma untuk menenangkan dirinya dulu.


Salma menangis tak henti hentinya. Tak ingin percaya apa yang telah terjadi.

__ADS_1


"Jadi, aku tak akan bisa memberi Mas Burhan keturunan? Apakah takdir akan benar benar memisahkan kita berdua? Apakah aku bisa tanpanya." Gumam Salma kepada diri sendiri yang tak bisa berhenti menangis.


"Apa yang harus aku lakukan? Apakah akun harus mengikuti rencana mas Burhan?" Tanyanya dsalam hati.


__ADS_2