
"Mas aku mau ketemu sama kamu. Ada hal penting yang ingin aku bicarakan sama kamu. Kita bertemu direstoran biasa ya nanti setelah kamu pulang kerja." Pesan Salma yang dikirim kesuaminya, Burhan.
Burhan yang penasaran dengan apa yang akan dibicarakan Salma, sengaja pulang lebih awal dan langsung menuju restoran yang Salma janjikan. Dia tiba lebih awal daripada Salma. Pelayan restoran berjalan didepan Burhan untum menunjukkan meja yang telah dipesan Salma. Dan ruangan yang dipesan adalah ruangan privat agar tidak ada orang yang mendengarkan pembicaraan mereka.
"Tuan, mau dikeluarkan sekarang makanan dan minumannya yang telah dipesan?" Tanya pelayan itu dengan lembut.
"Nanti saja, setelah istri saya datang." Jawab Burhan menolak.
"Baiklah tuan. Saya permisi dulu." Pamit pelayan itu dan kemudian berbalik dan pergi.
Burhan menunggu agak lama, karena memang dia pulang lebih awal dari biasanya. Setelah lama menunggu, Salma datang dengan senyum manisnya. Burhan berdiri kearah kursi didepannya dan menarik keluar kursi terzebut dan mempersilahkan Salma duduk. Setelah Salma duduk, Burhan kembali kekursinya.
Pelayan yang tadi datang lagi dengan membawa minuman dan makanan yang sudah dipesan oleh Salma.
"Silahkan tuan, nyonya." Ucap pelayan tersebut.
"Terimakasih." Ucap Salma kepada pelayan itu dan tersenyum.
"Ada hal penting apa yang akan kamu bicarakan kepadaku, kenapa tidak pulang kerumah saja?" Tanya Burhan.
"Kalau aku pulang kerumah, aku takut Mama akan tau apa yang akan aku bicarakan sama kamu." Kata Salma ragu.
"Memang ada hal penting apa?" Tanya Burhan khawatir.
Burhan merasa tidak tenang karena takut tentang hal yang akan dibicarakan Salma kepadanya. Karena dia melihat wajah Salma yang tampak ragu dan khawatir pula.
"Ada apa?" Tanya Burhan lagi ketika Salma hanya diam.
Tiba tiba Salma meneteskan airmatanya. Salmalangsung menghapusnya.
__ADS_1
"Kamu kenapa?" Tanya Burhan semakin merasa khawatir.
"Aku sudah tau semuanya." Kata Salma menangis lagi.
"Maksud kamu?" Tanya Burhan tak mengerti.
"Aku kemarin pergi kedokter, karena aku merasa mual dan pusing seperti gejala saat aku hamil, aku mengira aku hamil lagi. Dan dokter sudah menceritakan semuanya, bahwa rahim aku sudah diangkat dan tidak akan bisa punya anak." Terang Salma semakin menangis.
"Maafkan aku." Kata Burhan sedih dan memegang tangan Salma.
"Tidak apa apa, aku tau kamu melakukan ini semua untuk menjaga perasaan aku. Tapi seharusnya kamu bilang sama aku." Ucap Salma.
"Aku tidak berencana merahasiakan semua dari kamu. Aku akan menceriatakan semua kekamu setelah kamu benar benar sudah pulih." Terang Burhan.
Salma hanya diam.
"Lalu apa yang akan kita lakukan? Jika Mama tau pasti beliau akan memisahkan kita dan memaksa kita bercerai." Tanya Salma.
"Aku tidak mau sampai itu terjadi." Ucap Burhan.
"Aku juga. Apa rencana kamu kemarin serius? Kamu bisa jamin bahwa kamu tidak akan jatuh cinta dengan wanita lain?" Tanya Salma.
"Aku sangat mencintai kamu. Aku bisa menjamin itu. Aku merencanakan itu karena aku tidak ingin berpisah dengan kamu. Aku hanya akan menikahi wanita lain sampai dia mempunyai anak, setelah itu aku akan meninggalkan dia." Terang Burhan.
Salma menyetujui rencana Burhan. Dengan membuat surat perjanjian yang tertulis, bahwa Burhan dan wanita itu akan berpisah setelah mempunyai anak, dan sang anak akan sepenuhnya milik Burhan dan Salma setelah lahir. Dan dengan perjanjian bahwa Salma tak akan datang diacara pernikahan Burhan dengan wanita lain. Meskipun hanya menikah siri dan diatas surat perjanjian, tapi Salma tak akan rela jika dia datang. Dan mungkin akan terjadi masalah. Burhanpun menyetujui syarat Salma.
Burhan tersenyum lega mendengar persetujuan dari istrinya. .
"Kapan kamunakan pulang?" Tanya Burhan.
__ADS_1
"Besok." Jawab Salma.
"Aku jemput ya?" Pinta Burhan.
"Tidak usah, aku kan bawa mobil sendiri." Tolak Salma.
Burhan dan Salma menyelesaikan makannya , dan pulang kerumah masing masing.
Pagi harinya, Salma telah tiba dirumah Burhan. Salma masuk dengan membawa tas koper. Diruang tamu, Salma bertemu dengan Ibu mertuanya.
"Darimana saja kamu?" Tanya Ibu mertuanya dengan nada tinggi.
"Aku dari rumah Ibu, Ma. Aku kemarin tiba tiba kangen sama Ibu dan pengin pulang." Ucap Salma.
"Kamu hamil, dan pergi dengan terburu buru, untung tidak terjadi apa apa dengan kandungan kamu. Kalau sampai kamu keguguran lagi, awas kamu." Ancam Ibu mertuanya.
"Iya Ma. Maaf." Ucap Salma.
"Sayang kamu sudah pulang? Bagaimana kabar Ibu? Udah gak kangen lagi sama Ibu?" Tanya Burhan.
Burhan melihat senyum Salma yang terpaksa. Burhan tahu persis pasti Ibunya baru saja memarahinya.
"Ya sudah ayo pergi kekamar dan istirahat." Ajak Burhan merangkul pundak istrinya dan meminta tas koper untuk dibawanya.
"Huhh dasar tidak punya sopan santun." Ucap Ibu Burhan.
"Ma, Salma capek biarkan dia istirahat dulu. Dia lagi hamil." Ucap Burhan tanpa berbalik kearah Ibunya dan terus berjalan menuju kamar.
Sesampainya dikamar, Burhan menyuruh Salma untuk istirahat. Dan Burhan mengambil cuti kekantor untuk menemani istrinya yang baru saja pulang.
__ADS_1