
Mengetahui sekarang Burhan tak lagi memperdulikannya, Vania memberitahu orang tua Burhan. Dia tak terima Burhan kembali kepada Salma dan meninggalkannya.
"Om.. tante.." Kata Salma sambil menangis
"Kamu kenapa sayang?" Tanya Ibu Burhan
"Burhan tante. Dia sekarang dekat lagi dengan Salma dan ninggalin aku gitu aja." Terang Vania
"Memang gak tau diri anak itu. Tenang sayang nanti tante bicara sama Burhan." Kata Ibu Burhan menenangkan Vania.
"Iya tante." Kata Vania
Mendengar apa yang dikatakan Vanial, orang tua Burhan terlihat sangat marah. Mereka heran apa yang Burhan sukai dari Salma. Tak terima anaknya dekat lagi dengan Salma dan meninggalkan Vania, Orang tua Burhan lebih serius merencanakan pernikahan Burhan dengan Vania.
"Pa.. Bagaimana kalau Burhan dan Vania segera menikah? Biar Burhan segera lepas dari gembel itu. Kita gak bisa tinggal diam begitu saja." Kata Ibu Burhan.
"Papa juga setuju, Ma. Sudah terlalu jauh Burhan menentang kita." Kaya Ayah Burhan
Mereka ingin menikahkan Burhan dengan Vania secepatnya. Mereka tak mau anaknya terpengaruh dengan Salma yang menurut mereka tak sederajat dengan keluarga mereka itu. Saat ini, mau tak mau Burhan harus nurut dengan keputusan yang di buat oleh orang tuanya. Kesabaran mereka sudah melampaui batas, mereka sudah tak mau mendengar lagi alasan Burhan.
"Pernikahanmu dengan Vania harus di percepat." Kata Ayah Burhan
"Tapi Pa ..." Kata Burhan ingin menjelaskan tapi ayahnya tak ingin mendengarkan penjelasan apapun dari Burhan.
__ADS_1
"Kamu gak perlu menjelaskan apapun kepada Papa dan Mama, kami tak ingin mendengarnya. Dan keputusan kami sudah bulat." Terang Ayah Burhan dengan tegas.
"Kenapa sih papa gak pernah mau tau tentang perasaan Burhan. Yang Papa Mama pedulikan cuma harta, derajat dan tahta saja. Burhan ini anak Papa dan Mama. Tapi kenapa Burhan merasa Papa dan Mama tidak peduli sedikitpun dengan Burhan." Kata Burhan terlihat sangat sedih saat itu.
"Keputusan Mama dan Papa sudah bulat, dan gak bisa diganggu gugat. Ini demi kebaikan kamu." Terang Ibu Burhan.
"Kebaikan Burhan yang bagaimana Ma?" Tanya Burhan
"Pokoknya kamu harus nurut sama Mama dan Papa Kalau kamu masih ingin menjadi anak kami." Kata Ayah Burhan dengan nada marah.
Burhan tak menjawab, dia memilih pergi daripada mendengar perkataan mereka yang hanya akan menyakiti mereka, karena mereka tak mungkin sependapat dengan Burhan. Karena memnang sejak awal mereka tak pernah memandang Salma. Mereka tak mengerti tentang perasaan anak semata wayangnya itu. Yang mereka pedulikan hanya tentang reputasi dan harta yang menirut mereka adalah segalanya.
Burhan hanya diam merenungi tentang keluarga yang tak pernah mau mengerti tentang perasaannya. Burhan slalu menuruti apa yang diinginkan oleh kedua orang tuanya. Tapi jika tentang masa depan dia akan bersama siapa, dia ingin memutuskannya sendiri tapi orang tuanya tak ingin mengerti.
Mengetahui Burhan tak akan mendengarkan perkataannya, orang tua Burhan memilih untuk menemui Salma. Menurut mereka inilah jalan terbaik.
"Salma" Panggil orang tua Burhan
"tante.." Jawab Salma bingung. Dia penasaran kenapa Ibu Burhan datang menemuinya.
"Tante ingin bicara sama kamu." pinta Ibu Burhan.
"Iya tante." Kata Salma
__ADS_1
Salma dan Ibu Burhan pergi kesebuah restoran untuk berbicara.
"Ada apa tante?" Tanya Salma membuka mercakapan mereka.
"Tante pingin kamu ninggalin Burhan. Harusnya kamu sadar bahwa kamu itu tidak pantas untuk Burhan. Dunia kamu dan Burhan itu berbeda. Jadi jangan mimpi." Kata Ibu BUrhan dengan sangat kasar.
"Tapi tante Saya dan Burhan saling mencintai." Terang Salma
"Kamu mencintai Burhan kan?" Tanya Ibu Burhan.
"Iya tante." jawab Salma
"Kalau kamu cinta sama dia harusnya kamu lebih tau apa yang terbaik buat dia. Harusnya kamu lebig berpikir, pantas atau tidak kamu untuk dia." Kata Ibu Burhan
Salma tak menjawab ucapan Ibu Burhan. Dia hanya diam dan menangis. Dia berusaha untuk menahannya, tapi mendengar perkataan Ibu BUrhan menyakitkan membuat hatinya sakit dan tak mampu menahannya. Dia hanya menangis tanpa berkata apapun.
"Saya minta kamu pergi dari kehidupan Burhan. Jika kamu butuh uang bilang saja akan saya kasih asal kamu ninggalin Burhan. Lagian kamu bersama Burhan hanya demi uang kan. Saya tau orang kayak kamu itu hanya mengincar harta." Kata Ibu Burhan
Mendengar ucapan Ibu Burhan semakin membuat hatinya sakit. Dia belum pernah sekalipun mendengar omongan yang menuduh dirinya sesuka hati seperti yang dilakukan Ibu Burhan.
"Kamu gak perlu susah payah mengeluarkan air mata buayamu, karena itu gak akan berhasil membuat saya terharu. Sedikitpun tidak. Saya gak mau tau, kamu harus pergi dari kehidupan Burhan." Lanjut Ibu Burhan.
Salma tetap diam tak menjawab apapun. Hingga Ibu Burhan pergi. Dan Salma tetap diam tanpa mengatakan apapun. Rasa sakitnya membuat dia tak mampu mengeluarkan satu katapun. Dia tak pernah menyangka Ibu Burhan akan setega itu menuduhnya seperti itu. Dia tau orang tua Burhan menentang hubungannya dengan Burhan. Tapi tak seharusnya orang tuanya mengatakan hal hal yang menyakitkan seperti itu.
__ADS_1