
Acara pembukaan sudah di mulai. Semua siswa berkumpul di lapangan voli mendengarkan pidato Kepala sekolah. Selesai berpidato murid di bubarkan, waktu pertandingan di jeda sekitar sepuluh menit.
"Hai Nabila apa kabar?" Sapa Radit menyunggingkan senyum mengerikan.
Nabila tidak terkejut karena sudah ia perkirakan akan bertemu Radit. Sang ketua tim Voli dari SMA Nusa Harapan.
"Kabarku baik seperti yang kau lihat, Nabila melangkah berjalan meninggalkan Radit karena merasa enggan untuk bercakap."
Namun Radit segera menarik tangan Nabila, "Kenapa buru - buru sekali, kau tidak merindukan aku. Sudah lama kita tidak bertemu."
Nabila menarik tangannya, karena genggaman Radit terlalu kuat sehingga sangat susah di lepaskan. Pergelangan tangan Nabila juga memerah. "Sakit Radit lepaskan tangan ku!."
Aku akan melepaskan tapi berikan aku no hpmu. Aku masih berharap padamu Nabila. "Tapi aku menganggapmu hanya teman Radit, jadi ku mohon lepaskan tangan ku!. Pinta Nabila."
Radit semakin memperkuat genggamannya. Nabila meringis kesakitan. Kejadian itu di lihat Runa segera ia menghampiri untuk melerai karena ia tahu antara Radit dan Nabila tidak memiliki pertemanan yang baik.
"Lepaskan tangan nya!" perintah Runa.
__ADS_1
"Kalau aku tidak mau kau mau apa" Radit senyum mengejek.
"Kau..." Runa maju dan menarik kerah seragam Radit.
Runa malu di lihat teman yang lain, Nabila mengingatkan, dan benar saja seluruh siswa sedang menatap ke arah Runa yang hendak beradu kekuatan .
"Lepaskan tanganmu, atau aku akan melaporkan kepada pihak guru!" ancam Runa.
Heh Bisanya hanya mengadu, kau lihat pacarmu itu hanya bisa mengadu saja. Radit melepaskan tangan Nabila ."Timmu akan kalah kau lihat saja nanti" Radit Senyum mengejek.
Tanganmu memar segera obati ke Uks. Runa mengingatkan sebelum meninggalkan Nabila. Nabila tersenyum senang menatap Runa yang berjalan meninggalkannya.
Bunyi peluit tanda permainan akan di mulai, waktu sudah berjalan lima belas menit. Skor tim Runa tertinggal dua poin dari tim Radit. Kesempatan ini tidak di sia - siakan Radit, selain memanas - manasi Runa ia juga mengecohkan Runa agar tidak konsen pada pertandingan .
Melihat ini pendukung Runa berteriak agar sang idola sekolah bisa memenangkan pertandingan seperti biasa. Waktu tinggal Lima menit Runa kesulitan berkonsentrasi pada permainan.
Jessi menyemangati Runa dengan sebutan honey, langsung membuat Nabila kesal. Karin juga berteriak menyemangati James yang ikut gabungan tim antar kelas.
__ADS_1
"Nabila ayo semangati James biar dia makin semangat main nya," ajak Karin.
"James... James..." teriak mereka. Skor mereka selisih satu poin watu menyisakan dua menit. Mendapat teriakan dari Nabila James kian semangat dan teriak hore dari teman - temannya membuat skor menjadi sama.
Ya James yang tak menduga bisa menyumbang kan poin di detik - detik terakhir, ia melebarkan senyuman bangga.
Kini tinggal penentuan tim mana yang akan menjadi pemenangnya." Sial" kesal Radit segera memasang strategi bersama timnya agar bisa menang.
Hal yang sama juga di lakukan Runa dan tim nya. Radit memberi kode yang menjijikkan kepada Runa sambil melirik Nabila. Sontak Runa teringat dua tahun silam di mana Runa dan Nabila masih satu sekolah . Radit yang ingin mencium bibir Nabila. Radit mengungkapkan perasaan suka tapi hanya mendapat penolakan.
Radit yang tidak terima di tolak, langsung memaksa Nabila dan ingin menciumnya, di saat itu Runa datang dan perkelahian tak terelakkan lagi. Hingga keduanya di skor dua hari atas perkelahian tersebut.
"Sial" batin Runa semakin sulit Runa berkonsentrasi. Tim Radit mencetak satu skor hingga peluit panjang di bunyikan tanda permainan selesai, dan tim Radit keluar sebagai pemenangnya.
Saat bersalaman Radit membisikan "Sebentar lagi Nabila akan menjadi milikku" Raut wajah Runa langsung memerah dan hendak meninju Radit" Segera James mendorong Runa agar bergeser agar perkelahian tak terjadi.
James menatap tajam ke Radit meski mereka sepupu tapi James dan Radit tidak akur. Di karenakan Radit yang bersikap kasar dan sering melontarkan kan kata - kata yang tidak sopan. Radit tak mempedulikan tatapan James bahkan ia mengejek karena timnya bisa menang walaupun bertanding di sekolah James dan Runa.
__ADS_1
" Kau bermain curang" tegas James. Radit mengangkat ke dua bahunya sambil menjulurkan lidah. Tim Radit naik ke atas panggung dan mendapat piala persahabatan antar sekolah yang mana langsung di berikan oleh Kepala sekolah.