
Rama membelokkan mobilnya menuju cabang kafe Big Family yang dekat dengan rumah orang tua Nindy, setelah sebelumnya ia menelfon dan meminta ruangan khusus yang sudah di hias untuk acara makan malam spesialnya dengan sang istri.
Nindy yang melihat nama kafe Big Family yang terpampang jelas menautkan alisnya "Menapa harus kafe ini? Apa Rama tidak tahu siapa pemilik kafe ini" batin Nindy.
Rama yang sudah membukakan pintu untuk Nindy merasa sedikit heran, karena ia melihat Nindy seperti melamun.
"Sayang... Ayo turun"
Nindy yang tak enak menolak langsung turun, Lagi - lagi mereka berjalan dengan bergandengan tangan. Pegawai kafe langsung menyambut mereka dengan ramah dan menunjukkan ruangan yang di pesan khusus oleh Rama.
"Bagaimana, suka dengan tempat nya? kalau Aku suka dengan menu - menu nya sangat cocok di lidahku dan tempat ini juga sedang trend" Rama menjelaskan ketertarikannya dengan kafe Big Family.
__ADS_1
Nindy yang mendengar hanya tersenyum, bahkan ia bisa menyimpulkan bahwa Rama sama sekali tidak tahu siapa pemilik dari kefe Big Family. Mereka sangat menikmati acara makan malam mereka tanpa mereka ketahui diam - diam Dafa mengitip mereka.
jangan tanya Dafa sakit hati atau tidak, ya tentu saja merasa sakit hati melihat wanita yang ia cintai menikah dengan sahabatnya sendiri, namun apa daya semua berawal dari kesalahannya sehingga mau tidak mau harus merelakan meraka menikah.
"Aku harap kalian bahagia selamanya" Ucap Dafa dengan tulus, kemudian ia pergi dan memilih pulang untuk meredam perasaannya.
...****************...
Ratna yang menunggu kepulangan Rama dengan perasaan cemas apakah Rama berhasil atau tidak membujuk istrinya itu. sesekali ia melirik ke arah pintu sampai ia merasa bosan sendiri. Nabila yang tengah menuruni anak tangga terkekeh geli melihat ibunya bertingkah seperti itu.
Ratna menatap putri bungsunya kemudian membuang nafas, Mama lagi tungguin kakak kamu pulang, dia berasil apa gak bujuk si Nindy pulang ke rumah kita. Mama takut Nindy kapok dengan sikap kakak kamu."
__ADS_1
"Kalau begitu biar aku telfon kak Rama" Mencarikan solusi buat sang ibu dari pada capek menunggu tapi tidak ada hasil. Setelah berbicara dengan Rama beberapa menit Nabila melihat mamanya kemudian mengangkat kedua bahunya.
Ratna duduk terkemas di sofa "Gagal deh mama dapetin cucu" Ucapnya dengan lemah.
Nabila yang mendengarnya langsung tertawa, Ternyata mama Sibuk menungguin kak Rama karena ada udang di balik bakwan. Kemudian dia berjalan menuju kamarnya meninggalkan mamanya sendirian di ruang tamu. "Jangan di tungguin Kak Rama, dia gak akan pulang, katanya mau unboxing kak Nindy di hotel"
Mendengar ucapan Nabila, Ratna kembali bersemangat. Ia membayangkan menimang cucu dengan rasa bahagia. "Kamu juga harus segera menyusul Rama" teriak Ratna.
"Nikah sama siapa juga, pacar aja gak punya malah di suruh nikah" sunggutnya dengan kesal.
"Ya di cari, apa perlu mama carikan. Atau mama jodohkan dengan Radit teman di sekolah SMA kamu yang lama."
__ADS_1
"Jangan, dia sudah pacaran dengan teman aku, Rianti namanya"
Ratna terdiam mendengarnya, baru saja ia sedang Rama sekarang ia mendadak melow memikirkan anak gadis semata wayangnya.