
Kita pulang saja ya mas, aku takut kamu tidak bisa mengontrol diri.
Kamu takut aku tidak bisa mengontrol diri atau kamu yang takut bertemu mantan pacarmu ini? Rama melihat wajah Nindy yang sedikit pucat.
Nindy menunduk, air matanya keluar tanpa izin. "Aku sudah menikah denganmu mengapa berkata seperti itu. Aku tahu pernikahan kita tidak di dasari cinta tapi Rama masa lalu dan aku juga sudah terbiasa denganmu."
Rama menyesali ucapannya, melihat Dafa membuka luka lama di hatinya. Di curangi dan harus menikahi pacar dari mantan sahabatnya. membuat Rama tidak bisa menerima begitu saja. Kalau saja kecelakaan itu tidak terjadi mungkin Rama sekarang sudah menikahi Nayla wanita yang di cintainya. Bukan Nindy pacar dari Rama.
Maafkan aku Rama. Gara - gara kecelakaan itu kau harus menikahi Nindy. Aku sudah ikhlas percayalah mungkin ini hukuman buatku karna sudah mengkhianati persahabatan kita. Aku menyesal sangat menyesal. Aku minta maaf semoga kita bisa seperti dulu.
__ADS_1
Mudah sekali mengucapkan kita maaf. Andai kata maaf darimu bisa membalikkan keadaan seperti semula aku akan memaafkanmu. Tapi begitu banyak kekacauan dari ulahmu masih bisa kau mengatakan maaf dengan mudah.
Dafa diam menarik nafas panjang. "Apa yang harus aku lakukan agar kau memaafkan aku Rama, jika perlu aku akan bersujud di kakimu." Dafa menjatuhkan badannya ke lantai hendak bersujud.
Rama tak bergeming dari kursi sementara Nindy menangis sesengkukan merasa tak tega melihat mantan yang masih mengisi hatinya dan suami yang belum bisa menerima kenyataan. Tulus dari dalam hati Rama sangat merindukan sahabatnya namun logika belum bisa menerima kenyataan.
Runa dan Nabila yang baru saja tiba menyaksikan kejadian tersebut segera menghampiri kakak masing - masing. Runa menarik Dafa sedangkan Nabila menghampiri Rama dan mengusap bahunya.
Rama yang masih di kuasi emosi menatap Runa dengan tatapan kesal merasa ikut campur urusan yang bukan urusannya. "Sebaiknya kau tidak usah ikut campur dan jangan membelanya meski kau adiknya dan kau jangan dekati Nabila lagi" Rama berdiri menarik tangan adiknya dengan sedikit kasar meninggalkan Nindy yang masih menangis.
__ADS_1
Nabila yang kesusahan menyeimbangi langkah kaki Rama membuatnya berulang kali hampir terjatuh. Melihat ke belakang menatap Runa dan Dafa secara berantian. Kemudian mengarah ke kakak ipar ingin memberi tahu kakaknya yang telah meninggalkan sang istri namun karna nafas yang tersengal - sengal membuatnya sulit berbicara sampai mereka masuk ke area parkir.
"Cepat masuk!" perintah Rama.
"Tapi kak, kau meninggalkan istrimu. Kak Nindy masih di sana" Kata Nabila. Rama yang mendengar langsung menepuk kening " Sial, Aku meninggalkannya" berbalik untuk menjemput istri yang terpaksa ia nikahi.
"Maaf aku meninggalkanmu, ayo kita pulang" Rama menggengam tangan Nindy menarik sedikit kasar, hampir saja Nindy terjatuh dengan sigap Dafa menahan tubuh Nindy. "Jangan menyentuhnya, Nindy sudah menjadi istriku. Aku tidak suka ada laki-laki lain yang menyentuhnya."
"Aku hanya menopang agar tidak jatuh, kau jangan salah paham. Jangan kasar dengannya Nindy dia perempuan yang baik, kau beruntung mendapat istri sepertinya. Tidak seperti aku sudah kehilangan sahabat di tambah kehilangan pacar yang baik pula."
__ADS_1
"Jangan mengajari aku , benahi dulu dirimu baru orang lain Rama menatap Dafa dengan tatapan nanar." Dafa memilih pulang tanpa berkata apapun terhadap adiknya menatap mobil Rama yang meninggalkan area kafe.