JANJI NABILA

JANJI NABILA
PART 12


__ADS_3

"Assalamualaikum Kami pulang" teriak Nabila dan Nadya secara bersamaan.


"Walaikumsalam, eh ada Nadya juga kenapa kalian bisa barengan."


"Hai Tante , apa kabar" Nadya menyalim punggung tangan Mama Nabila.


Iya tadi di sekolah ada pertandingan persahabatan Voli antar sekolah gitu, ketemu di sana aku ajak ke rumah sekalian, jawab Nabila sambil menuju dapur. "Mama masak apa hari ini, katanya Nadya rindu masakan Mama."


Mama masak sup daging, ikan bakar sama sayur tumisan kangkung, sana makan gih Nadya semua udah ada di meja udah tante sediakan.


"Ok Tante. Nadya menyusul Nabila ke meja makan." Makan yang banyak tante liat sekarang kamu kurusan.


Iya kan udah mau lulusan jadi sering les tambahan gitu, jadi capek Tante.


Kamu Nabila gak ada les tambahan juga, Mama lihat kamu santai pulang sekolah juga selalu on time. "Ada ma tapi mulai Minggu depan" jelas Nabila.


~


Coba deh cerita sama aku. kenapa kamu sama Runa bisa kayak orang asing gitu. Emang bener Runa pacaran sama si Jessi?


Panjang banget sih pertanyaannya jadi males ngejawab nya, Nabila menutup kepalanya dengan bantal.


Ayo jelasin, aku kepo ni kan dulu kalian itu sweet banget, ya walaupun gak ada kata pacaran sih tapi kalian itu lebih dari orang pacaran juga romantisnya.


Gak tau, semenjak aku pindah ke sekolah kalau ketemu Runanya kayak gak kenal .Lagi pula semenjak Runa pindah sekolah dia juga gak pernah kasih kabar. Kalau aku chat seperti di abaikan gak pernah di balas. Aku ya juga punya harga diri.


"Kamu tau alasannya kenapa Runa berubah" tanya Nadya merasa ada yang janggal.


Gak tau, gak pernah ada penjelasan apa pun. Kak Rama sekarang juga gak suka lihat aku dekat Runa, Mama juga ikut - ikutan entah apa alasannya.


Susah dong buat kalian dekat kayak dulu kalau keluarga kamu gak ada yang setuju.

__ADS_1


Gak tau males mikirinnya, jelas Nabila.Kalau Kamu sekarang dekat sama siapa?.


Ada ni Namanya Reza. Baru jadian sih belom sebulan ini fotonya, Nadya memperlihatkan foto pacar barunya.


"lho ini kan Reza sepupunya Karin teman aku yang tadi." Massa sih, dunia ini memang sempit banget ya, mereka tertawa bersama.


Kalau kak Rama masih pacaran sama kak Nindy.


Masih, katanya mereka mau tunangan bulan depan. "Kak Rama kan belom selesai kuliahnya Bil?"


Udah tinggal tunggu wisudanya aja. kamu kenapa tanyain Kak Rama masih suka sama dia. "Hehehehe, salahnya kak Rama gak suka sama aku" Mereka tertawa makin keras meratapi kisah cinta yang sulit.


Apes banget kita ya cinta bertepuk sebelah tangan " Eeeits kalau aku mah gak, Cuma gak bisa di jelasin aja," Nabila tidak setuju di Katai cinta bertepuk sebelah tangan.


Sama aja kan ujung - ujungnya gak kesampaian juga, Nadya merasa puas saat ngejek sahabatnya.


~


Kami mau joging kak Rama, ini kan hari Minggu pasti ramai di taman kota jam segini. Jawab Nadya. "Kalian hati - hati selalu waspada Rama memberi saran."


"Baik kak Rama yang ganteng dan baik hati. Nadya senyum semanis mungkin." Huek, mau muntah aku mendengarnya, kamu lebay banget muji kak Rama bisa besar kepala dia nanti. Nabila mengelos sambil menjalankan sepeda motornya. "Kami pergi Assalamualaikum."


"Walaikumsalam Hati - hati" ucap Rama setengah berteriak.


Setengah jam menempuh perjalanan Nabila memarkirkan motornya. "Kamu sering ke sini Bil?"


"Gak juga, hanya sesekali kalau ada teman yang ngajakin aja baru ke ini." Nadya hanya mengangguk. "Udahan yuk istirahat sebentar aku haus mana laper juga. Keseberang yuk tadi ada yang jual bubur ayam, kayak nya enak" ajak Nadya.


"Pak, pesan dua ya buburnya banyakin bawang gorengnya ya pak" pinta Nabila. "Dari dulu gak berubah suka banyakin bawang gorengnya."


"Hehehehe habis nya enak." jawab Nabila santai.

__ADS_1


Ini dek buburnya, si penjual bubur meletakkan kan dua mangkok bubur di atas meja plus tambahan bawang goreng.


Enak juga ya rasanya nanti bungkus satu lagi biar di bawa pulang, Nadya meminta pada penjual bubur


Emang buat siapa? Jangan bilang buat Kak Rama.


Ya iya lah jadi buat siapa lagi, meski kak Rama mau tunangan tapi sebelum janur kuning melengkung kan masih sah - sah aja buat pendekatan.


Nanti perasaan tak kesampaian baru nyesel deh. Tinggal mewek - meweknya, beeh baru deh galau tuh status - statusnya.


Itu urusan belakangan, sekarang ya berusaha aja dulu. Kali aja kak Rama gak jadi tunangan. Siapa tau ada keajaiban yang terjadi sama kami. "Amin" Nadya menangkupkan tangan ke wajahnya.


"Dasar udah sinting terus Reza mau di kemanain" tanya Nabila. Kalau Reza kan masih cinta monyet belum tentu juga jadi ke arah serius. jawab Nadya tanpa rasa bersalah.


Ampun deh ni anak bucinnya kelewat akut. Kalau tak sesuai ekspektasi baru tahu rasa, Nabila memperingatkan.


"Uhuk - uhuk..." Nabila tersedak.


Gimana sih makan bisa kesedak gitu, Mana batuk makin parah gitu suaranya.


" Minumlah" Runa menyodorkan minum, Nabila dan Nadya mendongak ke atas mengarah ke arah sumber suara.


"Runa, sejak kapan di sini?" tanya Nadya. Sementara Nabila terdiam melihat Runa yang tiba - tiba muncul .


"Minum lah" tegas Runa lagi. Namun yang di suruh minum hanya diam. " Nabila" Nadya menyenggol lengan Nabila.


"Eh iya kenapa?" tanya Nabila.


Nadya menepuk keningnya. Itu Runa datang kasih minuman buat kamu. Nabila mengambil minuman yang di sosorkan Runa. Sesat batuknya mereda kini Runa berjalan meninggalkan mereka .


"Datang tak di jemput pulang tak di antar, udah kayak jalangkung kan?" Nadya mengelos saat melihat Runa pergi. Sementara Nabila hanya diam tidak menanggapi.

__ADS_1


Dari jauh terlihat Runa tengah berboncengan dengan Jessi. " Oh rupanya Meraka joging juga" berarti bener mereka pacaran, Nabila tak kuasa menahan kecewa dan sedih mengingat hubungan rumitnya bersama Runa.


__ADS_2