
Nabila sudah meminta izin Mamanya untuk datang menghadiri perpisahan James, Ratna yang sudah mengenal James tidak masalah asal perginya di antar Supir.
Jam tujuh malam Nabila sudah sampai di rumah Karin untuk menjemputnya. Setelah berjanjian Karin keluar dan langsung masuk ke dalam mobil. Mereka saling melepas rindu setelah dua Minggu tidak bertemu. Keasyikan bercerita sampai tak terasa mereka sudah sampai di rumah James. Langsung di sambut sang empu yang punya rumah dengan ramah.
"kalian cantik sekali" puji James.
"Sudah pasti" jawab Karin dan Nabila kompak.
Mari masuk kalian pasti lelah menghabiskan banyak waktu buat berdandan dan di perjalanan. Mereka langsung di bawa James ke taman belakang, di sana sudah tersedia makan dan minuman.
Kebetulan sekali aku haus, Karin langsung menyambar minuman dingin yang sudah tersedia di meja.
Sama aku juga beib, Nabila yang tidak kalah haus juga langsung menegak minuman dinginnya hingga setengah. "Siapa yang kau bilang rekan ayahmu yang anaknya teman sekolah kita?" Tanya Karin.
Entahlah aku juga tidak tahu, ayahku cuma bilang nanti juga ketemu jawab James sambil mengangkat bahu.
__ADS_1
Acaranya jam berapa di mulai, aku sudah merasa lapar. Nabila membuka suara.
Tumben kamu bilang lapar, setelah di lihat - lihat kamu gemukan ya? Karin memutar - mutarkan badan Nabila. Tapi makin cantik sih kamu berisi gini.
Sejak di rumah kerjaku hanya makan, habis gak tahu mau ngapain. Nabila mengambil kue dan memakannya.
Tin tin tin.
Itu sepertinya tamu ayahmu sudah datang ,ayo kedepan kita lihat. Siapa sih anaknya rekan ayahmu itu aku sudah penasaran. Karin menarik tangan James dan Nabila secara bersamaan.
Sampai di depan teras Ramen sudah berdiri di depan untuk menyambut tamunya. sedangkan James, Nabila dan Karin mengekor di belakang ayahnya James .
Selamat malam juga pak Ramen, terimakasih atas sambutannya. Tak lama pintu mobil terbuka dan keluar la seorang anak perempuan cantik dan anggun. "Kenal kan ini anak saya namanya Jessi, Jessi tersenyum dan menyalami Ramen."
Kemudian Ramen memanggil James untuk segera menyalami pak Bagas. "Dan ini anak saya pak Bagas namanya James" James dengan sopan menyalami pak Bagas.
__ADS_1
"Hai Jes apa kabar?"James sambil mengulurkan tangan.
"Hai juga Jems, kabarku baik - baik saja bagimana dengan kabarmu?"
Kabar ku baik seperti yang kau lihat. Mari kedalam aku juga mengundang Karin dan Nabila mereka ada di dalam sudah menunggu.
Oh ya, kalau begitu kita seperti riunian kecil. Jessi tertawa sambil masuk mengikuti James.
Sepertinya mereka cukup akrab, terlihat dari interaksi mereka, Ramen membuka cerita sambil mempersilahkan Pak Bagas masuk ke rumah. Kita langsung ke meja makan pak Bagas mumpung makanannya masih hangat.
"Wah, hidanganya banyak sekali pak Ramen, ada juga makanan kesukaan saya gulai asam ikan baung khas Medan." Pak Bagas langsung duduk setelah di persilahkan.
iya, sekertaris bapak tidak sengaja menceritakan makanan kesukaan bapak, Jadi saya buatkan khusus buat pak Bagas.
Hahaha, terima kasih sekali saya merasa tersanjung mendengarnya. Ngomong - ngomong mana anak - anak kita pak Ramen? sepertinya mereka asyik bercerita sehingga lupa dengan kita. Pak Bagas melihat kiri dan kanan mencari keberadaan Jessi dan lainnya.
__ADS_1
Sementara di taman belakang James dan yang lainnya tengah bercerita. Meski Nabila merasa kurang nyaman karna melihat Jessi yang mengingatkannya akan Runa namun sebisa mungkin ia memaksakan senyum.
"Sepertinya kita sedang di tunggu untuk makan. Ayo kita ke dalam sebelum di panggil" James mengajak yang lain untuk masuk ke dalam menuju ruangan makan.