
Hari ini Nabila tidak di izinkan Ayahnya untuk bersekolah mengingat kakinya yang belum sembuh. Nabila memang anak kesayangan karna Nabila dari kecil sering sakit- sakitan, sehingga semua anggota keluarga begitu menyayanginya.
Termasuk Rama, kakak yang begitu protektif dengan siapa Nabila dekat dan berteman dengan siapa.
Merasa bosan di dalam kamar Nabila membuka beberapa sosial media.Tak sengaja ia melihat story Instagram milik Jessi yang sedang berjoging bersama Runa. " Joging weekend with my honey" tulisnya.
Apa mereka pacaran? mendadak dada Nabila menjadi sesak. Segera Nabila ingin bertemu Runa bertanya perihal caption Jessi. "Semua harus jelas, lama - lama aku bisa jadi arwah gentayangan kalau seperti ini."
Sudah tiga hari Nabila beristirahat di rumah, sebisa mungkin ia berusaha memulihkan kakinya. Nabila memberanikan diri meminta izin supaya ia bisa secepatnya bersekolah. "Ayah kaki Nabila sudah berasa baik, besok bisa kan Nabila bersekolah."
"Jika kamu merasa sudah baikan ayah tidak bisa melarang" Jawab sang ayah. Nabila tersenyum senang mendengarnya.
~
Pagi ini Nabila begitu semangat, ia harus segera mendapat penjelasan dari Runa. "Runa pulang sekolah bisa kan kita ketemuan di cafe X, "tulis Nabila mengirimkan pesan.
"Sepertinya tidak bisa, aku sudah ada janji" Balas Runa.
"Dengan Jessi ?" balas Nabila tanpa berbasa basi.
Runa mengerutkan kening. Apa maksud dari pesan Nabila, sebenarnya Runa hanya beralasan saja. Berusaha menghindar tapi kenapa Nabila malah menuduhnya seperti itu.
"Tidak, itu tidak penting"
"Jika tidak penting temui aku nanti jam tiga di cafe X, balas Nabila sedikit memaksa." Setelah lama menunggu tidak ada balasan apa pun dari Runa. "Kenapa sekarang sikap Runa berubah, ada apa dengan nya?"
__ADS_1
Lima belas menit sudah Nabila menunggu. tapi Runa belum juga muncul. "Apa Runa memang tidak datang, apa orang yang ingin di temuinya itu lebih penting" batin Nabila.
Lelah menunggu Nabila memutuskan untuk pulang. Saat ingin berbalik dari meja nya ia tak sengaja menabrak Runa. "Runa sudah lama berdiri di belakang Nabila, tapi ia memilih diam karna tidak tau harus bersikap seperti apa nantinya ketika berbicara dengan Nabila."
"Ku fikir kau tak datang, memilih bertemu dengan Jessi dari pada aku" Nabila tak bisa lagi menahan kekesalan nya terhadap Runa.
"Apa maksudmu?" aku tak mengerti.
"Jelas kan bahasaku atau kau pura - pura tidak mengerti."
Kau ini kenapa. ingin bertemu hanya ingin menuduhku dan mengajak ribut, kesal Runa saat tak terima Nabila menuduhnya.
"Hem..." terserah kamu saja, Nabila menyenggol bahu Runa saat pergi meninggalkannya.
Nabila berbalik ke arah Runa saat Runa meneriaki namanya, dan membuang muka kembali berjalan meninggal kan cafe dengan penuh kekesalan.
Mungkin dia menemui Jessi dulu baru aku. Aku tak terima, "Argh..." teriaknya. Nabila tak perduli orang orang menganggapnya aneh .
~
Hari ini suasana sekolah sangat ramai. karena hari ini ada pertandingan persahabatan antara sekolah SMA Sepuluh Raksana melawan SMA Nusa Harapan.
Ada tiga bus terparkir rapi di parkiran, sejak memasuki area sekolah SMA Sepuluh Raksana Nadya sudah mengedarkan pandangan mencari keberadaan Nabila. Ya Nadya adalah Sabahat Nabila semasa sekolah di SMA Nusa Harapan dahulu.
"Mana sih Nabila, katanaya mau jemput aku di parkiran sekolah nyatanya gak ada" gerutu Nadya berjalan gontai menuruni bus 02.
__ADS_1
"Nadya..." teriak Nabila merentangkan tangan. Sontak Nadya berlari ke arah Nabila dan mereka berpelukan. "Aku kangen banget sama kamu terakhir ketemu di sekolan yang lama."
"Iya aku juga kangen banget sama kamu. Kirim salam ya sama Tante Ratna, jadi kangen masakan Mama kamu."
Bagaimana kalau kamu pulangnya ke rumah aku aja, besok kan hari Minggu. Gimana? Nabila menaikan salah satu alisnya.
Sebentar aku telfon papa dulu, setelah beberapa menit berbicara dengan sang ayah Nadya tersenyum ke arah Nabila.
Nabila mengerutkan kening nya dan di balas Nadya dengan senyuman. Beberapa menit kemudian mereka tertawa sambil berpelukan. "Kita ke kantin yuk, acaranya kan masih lama aku laper gak sempat sarapan di rumah," ajak Nabila.
"Karin, kenalin ini Nadya sahabat aku di sekolahan yang lama, dan Nadya ini Karin, sahabat aku di sekolahan ini."
Nadya dan Karin saling bersalaman. Nabila memesan makanan ke ibu kantin. Di saat itulah Karin mencoba mencari informasi tentang Runa dan Nabila. Karena setau Karin Runa juga sempat bersekolah di tempat yang sama dengan Nabila maupun Nadya. Entah kenapa Karin merasa ada sesuatu di antara Runa dan Nabila.
"Maaf Nadya, aku mau tanya sesuatu boleh?"
"Boleh, tentang apa ya?" Jawab Nadya.
"Entah kenapa aku merasa Runa dan Nabila memiliki hubungan. Dulu kalian kan satu sekolah. Apa kau tahu sesuatu tentang mereka?" tanya Karin.
Nadya diam. Aku hanya tahu mereka berteman sejak kecil dan keluarga mereka sangat dekat. Memangnya kenapa? Nadya balik tanya.
Enggak, kalau mereka berteman sejak kecil kenapa mereka seperti tidak saling kenal, Karin berbicara dengan nada rendah namun masih bisa di dengar Nadya.
Nadya hanya diam tak mau ikut campur tentang Nadya dan Runa meski dulu Nabila selalu curhat kepadanya. Tidak lama Nabila datang membawa dua mangkok bakso dan jus jeruk. mereka makan dalam diam sibuk dengan fikiran masing - masing.
__ADS_1