JANJI NABILA

JANJI NABILA
part 60


__ADS_3

Satu bulan kemudian


"Sayang, aku tunggu di kantin" Pesan dari Runa namun dia abaikan Nabila. Ia masih marah dengan kejadian kemarin meski itu semua bukan kesalahan dari Runa tapi Runa masih belum bisa membersihkan nama baiknya yang di cap sebagai perebut pacar orang.


Lagi - lagi Jessi membuat kehebohan seisi kampus. Ia sengaja menjadikan Nabila sebagai bahan topik panas pembicaraan mahasiswa kampus dengan menyebarkan berita hoaks kalau Nabila merebut Runa dari Jessi. Ya setau anak - anak Runa dan Jessi berpacaran karena selalu tampul mesra di depan umum, hanya beberapa di antara mereka yang mengetahui kebenaran di balik dekatnya Runa dan Jessi.


Namun apa daya tangan mereka tak cukup untuk menutup bibir - bibir yang tidak bertanggung jawab. Nabila yang di kenal baik, supel dan banyak di sukai kaum laki - laki membuat para wanita iri kepadanya, dengan kejadian ini mereka merasa puas menggunjing, menjelek - jelekkan bahkan memperolok Nabila. Tentu saja Nabila tidak akan diam saja ketika nama baiknya di permalukan.


Ia meminta Runa untuk mengklarifikasi semunya, terserah bagaimanapun cara Runa, yang terpenting semuanya selesai. Begitu menurut Nabila Naman berbeda bagi Runa semua lebih baik di diamkan, toh dengan sendirinya semua berita akan hilang dengan berjalannya waktu.

__ADS_1


"Kamu di mana? aku sudah di kantin" Lagi - lagi pesan Runa di abaikannya, Nabila duduk di bangku taman memikirkan solusi untuk dirinya dengan atau tidak bantuan dari Runa."Ya Allah, beri aku jalan keluar untuk ini, seumur hidup aku belum pernah di perlakukan orang - orang seburuk ini" ia mendesah dalam hati.


"Ini untuk mu, aku rasa kau membutuhkan ini" Suara yang tidak asing di telinga Nabila, tapi siapa? karena ia tak menemukan nama dari pemilik suara tersebut Nabila mendongakkan kepalanya. Ia terkejut dengan apa yang baru saja di lihatnya, Berulang kali ia menepuk pipi bahkan mencubit tangannya membuktikan pada diri sendiri apakah sedang mimpi atau tidak.


"Kau tidak bermimpi, ini beneran aku" Ucapnya lagi.


"Aku masih belum percaya, kenapa kau bisa ada di sini?" Kata Nabila dengan bingung.


Nabila masih diam mencerna kata laki - laki itu, memang benar apa yang di katakannya, tapi bukannya dia masih di Singapura? lagi - lagi Nabila tak merasa yakin dengan apa saja yang di lihat dan ucapan yang di dengarnya. "Mungkin karena banyak masalah otakku sedikit tidak waras" ucapnya pelan. Nabila bangkit dari duduknya dan meninggalkan taman.

__ADS_1


Sementara James menatap kepergian Nabila dan mendengar apa yang barusan di katakan nya menjadi sedih. Lagi - lagi Runa tidak bisa membahagiakan Nabila. Aku akan membuktikan ucapanku dulu Runa... tekadnya mendapatkan dan membahagiakan Nabila semakin kuat.


"Hallo, kau di mana? aku sudah di taman dekat dengan kampusmu, cepatlah datang aku tidak punya banyak waktu"


"Iya sebentar, ini aku juga sudah jalan menuju ke sana. Tunggu sebentar lagi!"


Tut..Tut..Tut..


Panggilan di matikan begitu saja, "Kau itu, semakin dingin dan tidak sabaran saja, Kalau aku kenapa - kenapa kau harus tanggung jawab" Ucapnya dengan nafas ngos - ngosan.

__ADS_1


Radit yang ingin menyapa Ryanti dari kejauhan menjadi tidak jadi kerena melihat sang pujaan hati berjalan dengan tergesa - gesa bahkan sedikit berlari. "Ada apa? kenapa sampai seperti itu?" Radit berusaha menelfon Ryanti namun tidak di angkat.


__ADS_2