JANJI NABILA

JANJI NABILA
Part 13


__ADS_3

Aku pulang ya jaga diri baik - baik, ingat masih banyak laki- laki lain gak cuma Runa aja. Senyum manis bercampur sedih perasaan Nadya saat berpamitan dengan sahabatnya.


Nabila hanya mengiyakan, setelah berpelukan dan bersalaman kepada orang tua Nabila, Nadya masih menunggu kak Rama namun tak kunjung pulang karna sedang keluar bersama calon tunangannya.


"Udah jangan di tungguin entar kecewa," Nadya tersenyum kecut mendengar penuturan sahabatnya itu.


Aku pulang ya, salam buat Kak Rama kalau udah pulang. Titip sayang dan rindu aku, ingat jangan lupa di sampaikan.


Iya, nanti aku sampaikan hati - hati kalau udah sampai kasih kabar. Nabila melambaikan tangan saat Nadya meninggal kan pekarangan rumahnya.


Nabila segera masuk ke rumah dan menuju kamar untuk mengistirahatkan badan serta fikirannya, setelah melewati hari yang panjang dan melelahkan.


~


Nadya melihat Runa sedang duduk di depan rumah bersama teman temannya. Ya Nadya sebelumnya meminta jalan pintas ke supirnya supaya lebih cepat sampai ke rumah, mengingat jarak rumahnya dan rumah Nabila yang cukup jauh. Namun tidak sengaja ia melihat Runa, segera ia meminta pak Romi untuk menepikan mobil.


Melihat kedatangan Nadya, Runa yang sebelumnya tengah asyik bercerita dengan teman temannya segera berdiri. Menyiapkan diri karena ia sudah bisa menebak apa tujuan Nadya mendatanginya.

__ADS_1


"Aku gak sengaja lihat kamu, Maksud aku, bisa kita berbicara sebentar?"


Bisa, Runa mengajak Nadya duduk di kursi sebelah rumahnya, di sana ada taman kecil yang biasa Runa gunakan untuk menyendiri.


"Apa yang ingin kau sampaikan" tanya Runa.


Bagaimana sebenarnya hubungan mu dengan Nabila? Nadya langsung mengungkapkan penasaran nya tanpa bernada basi dulu.


"Seperti yang kau lihat, jawaban Runa santai namun membuat Nadya kesal."


Memangnya ada hubungan apa antara aku dengan Nabila, kami tak menjalin hubungan apa pun. seperti yang kau lihat selama ini kami hanya berteman.


"Teman katamu!" Nadya mulai tersulut emosi. Kau sakit jiwa Runa, Nadya menarik nafas panjang dan diam beberapa saat, setelah perhatian, sikap posesifmu masih bisa kau bilang tak ada berhubungan apa pun. Apa Jessi yang membuatmu berubah.


Jangan bawa Jessi dalam hal ini, dia tidak tahu apa - apa, Runa yang mulai kesal karna Nadya mulai ikut campur urusan pribadinya.


Bisa kau jelaskan mengapa satelah Nabila pindah ke sekolahanmu kau malah menganggapnya seperti tidak pernah saling mengenal.

__ADS_1


"Nadya kamu jangan ikut campur urusan pribadi ku, urusi saja urusanmu."


Tapi kalau menyangkut sahabatku aku tak bisa diam saja. Kau menyakitinya Runa, kau berpacaran dengan Jessi tanpa memikirkan perasaan Nabila.


Tapi aku tidak berpacaran dengan Jessi. Runa menegaskan agar tak terjadi kesalah pahaman perihal hubungannya bersama Jessi. Kami hanya berteman tidak lebih.


Kau bisa bilang begitu, bagaimana dengan Jessi atau kami yang melihat interaksi kalian. Kalian itu seperti sepasang kekasih. Kemana - mana berdua. Sikap lembutmu terhadap Jessi tidak mungkin Jessi juga tidak ada perasaan suka untukmu.


"Itu urusan Jessi, bukan aku!"


Kau egois Runa, Nadya semakin kesal dengan sikap Runa yang terkesan tidak perduli terhadap orang lain.


Berapa banyak perasaan yang akan kau sakiti, hah, Nabila butuh penjelasan Runa.


Apa yang harus aku jelaskan, kami berdua hanya teman jadi tidak wajib aku memberi penjelasan apapun untuknya.


Nadya kecewa dengan sikap Runa. Segera berdiri sambil berkata. "Suatu saat kau akan menyesal dan aku doakan keberuntungan selalu tidak berpihak kepadamu".

__ADS_1


__ADS_2