
Aku memang pengecut. Kau pantas membenciku, sejujurnya aku berusaha mengumpulkan keberanian untuk menghubungimu namun aku selalu teringat akan janjiku. Sebagai laki - laki aku harus pegang janji.
Nabila merasa bingung dengan ucapan Runa, ia sama sekali tidak mengerti. "Janji apa, Kau berjanji dengan siapa?" Tanya Nabila.
"Keluargamu " jawab Runa.
Deg
Nabila tidak mengerti atas dasar apa keluarganya meminta Runa untuk berjanji. Tapi buat apa mereka melakukan semuanya. Kemudian Runa menceritakan semuanya tanpa ada yang ia tutupi sedikit pun. Nabila yang terkejut mendengarkan langsung menangis dan pergi. Kali ini Runa tidak menahan karna ia tahu Nabila pasti belum bisa menerima semuanya.
Sesampainya di rumah Nabila masuk ke dalam kamar dan menguncinya, ia merasa orang paling bodoh karna tidak tau apa pun. Karna terlalu lama menangis Nabila sampai tertidur .
Tok tok tok
__ADS_1
Rama mengetuk pintu kamar adiknya. Kakak bawa martabak manis kesukaanmu dek. Rama kembali mengetuk dan tidak ada mendapatkan jawaban. Biasanya kalau dengar martabak manis itu anak langsung bangun. Rama mencoba menelfon namun tidak di angkat, hanya deringan yang terdengar dari luar kamar. Kenapa ya? apa Nabila kelelahan hingga tidurnya lebih nyenyak dari biasa.
Setelah tidak mendengar panggilan lagi Nabila membuka bantal yang membekap telinganya. Mendengar Martabak manis rasanya segera ingin keluar tapi ia menahannya sebab belum mau melihat wajah sang kakak
"Kakak tega" Nabila memukul bantal sebagai pelampiasan kekesalan. Hingga jam makan malam Nabila masih belum mau keluar. Mamanya juga merasa heran, setelah meminta Rama untuk memanggilnya namun hasilnya masih nihil,
Tok tok tok
Dek kamu kenapa? Sakit apa gimana dari tadi gak keluar - keluar. Ayo kita makan, Rama merasa ada yang tidak beres dengan sikap adiknya hari ini.
Rama kembali ke meja makan, saat di tanya Mamanya Rama menjawab Nabila masih kenyang. Dari tadi Nabila tidak keluar kamar semenjak pulang dari daftar Kuliah, Kapan makannya Mamanya merasa tidak tenang merasa ada yang di sembunyikan putrinya itu.
Palingan lagi diet, tadi juga Rama tawari martabak manis Nabilanya diem aja. Biasanya kan paling suka.
__ADS_1
Mama rasa ada yang Nabila sembunyikan, badannya juga gak gemuk ngapain juga pakai diet - diet segala. "Kalau gitu selesai makan mama lihat anaknya, Radji memberi saran."
Tok tok tok
"Ini Mama, buka pintunya sayang" dengan malas Nabila membuka Pintu. "Melihat mata anaknya sembab Ratna menautkan alis, menanyakan kenapa mata anaknya bisa sembab begitu."
Namun Nabila hanya menggeleng, tadi lagi nonton Drakor sedih jadi ikutan menangis. Nabila beralasan.
"Jangan bohongi Mama katakan ada apa, jangan menyiksa diri sampai tidak selera makan. Ada apa cerita biar Mama bisa bantu."
Nabila mengerutkan kening merasa tidak yakin dengan jawaban mamanya yang mengatakan bisa membantu, tapi ia tetap bertanya. "Mama tau Runa pernah berjanji buat jauhi Nabila?"
"Tau, terus kenapa?"
__ADS_1
"Kenapq Mama tidak pernah cerita" Memangnya Kalau Mama bercerita, terus kamu mau melakukan apa? Percayalah semua yang kami lakukan demi kebaikanmu. Runa harus bisa memantaskan diri jika mau bersanding denganmu. Kami tidak melarang kalian punya hubungan khusus. Tapi untuk saat ini kami ingin lihat seberapa besar perjuangannya untukmu. Mama berucap sambil mengelus pipi Nabila.