JANJI NABILA

JANJI NABILA
Part 65


__ADS_3

Semenjak masuk ke kelas Nabila sengaja mendiamkan Ryanti yang tengah menangis sesenggukan, setelah melihatnya sedikit tenang barulah ia berani untuk bertanya. "Apa yang membuatmu begitu sedih, apakah Radit menyakitimu?"


Ryanti hanya menggeleng, "Apa karena keluargamu?" Tanya Nabila lagi. Namun lagi - lagi Ryanti menggeleng.


Hemmmm


"Kalau begitu cerita lah mungkin aku bisa membatu masalahmu" Ucap Nabila sembari mengusap pundak sahabatnya itu dengan lembut.


"Aku mendiamkan Radit tidak sampai sehari, tapi dia begitu marah sampai tidak mau melihat diriku dan juga memblokir nomor telepon ku" Ujar Ryanti dengan terisak.


"Pasti ada penyebabnya jika Radit berbuat begitu dan kau pasti tahu alasannya, minta maaf lah dan jelaskan. Aku yakin Radit akan memaafkanmu" Nabila menatap Ryanti dan begitu pun sebaliknya, tak lama setelah itu mereka berpelukkan.

__ADS_1


"Aku yang salah, aku akan minta maaf dan menjelaskan semua, tapi aku tidak cukup berani untuk menemuinya. Kau maukan membantuku?" Ucap Ryanti dengan sorot mata memohon.


Melihat Ryanti meminta bantuan untuk pertama kalinya setelah mereka berteman, membuat Nabila tidak sampai hati. Padahal ia sangat malas untuk ikut campur urusan pribadi seseorang. "Baiklah aku akan membatumu untuk menemui Radit."


"Terima kasih, sekali lagi terima kasih" Ryanti kembali mengusap air matanya. Sedangkan Nabila tersenyum merasa terenyuh dengan sikap lembut Ryanti, sungguh Radit sangat beruntung jika mereka benar - benar bersama mendapatkan wanita lembut, sabar dan baik hati seperti Ryanti.


~


Ryanti hanya mengguk, kemudian mereka berpisah di depan kelas. Jika Ryanti ke arah kanan menuju taman sebelah kampus, Nabila ke sebelah kiri menuju kelas Radit.


Lima menit Nabila menunggu di samping pintu kelas Radit, tidak lama satu persatu anak - anak mulai keluar dari kelas. "Radit...!" panggil Nabila.

__ADS_1


Radit menoleh ke arah sumber suara, melihat Nabila tengah menunggu dirinya sudah bisa ia tebak maksud dari kedatangan teman dari SMA nya itu.


"Ikut aku...!" kemudian menarik tangan Radit sebelum mendengar persetujuan mau atau tidak dari mulut Radit. "Kalau ada masalah sebaiknya di bicarakan jangan mendiamkan seperti ini, Kau tahu tidak Ryanti tidak berhenti menangis karena ulahmu."


"Dia yang salah kenapa aku yang kau marahi" Radit mendadak berhenti merasa tidak terima dengan omelan Nabila yang membuat Nabila hampir terjatuh karena kalah tenaga dengan Radit.


"Kau itu, hampir membuatku jatuh. Aku tidak terima kau membuat Ryanti menangis sampai segitunya" Nabila mulai terbawa emosi.


Sebenarnya temanmu itu siapa? aku apa Ryanti. Bukankah kita duluan kenal, kau bahkan mengenalnya semenjak kuliah di sini. Jadi jangan membelanya terlalu berlebihan.


"Sebenarnya yang kau ucapkan itu benar, tapi dulu aku begitu membenci dirimu karena sifatmu yang jahat baru beberapa tahun ini kau berubah, tentu aku memilih Ryanti walau mengenalnya tidak selama dirimu tapi aku tahu dia anak yang baik dan berhati lembut. Jadi kau jangan mengecewakannya."

__ADS_1


Dia yang mengecewakan aku, kenapa seperti aku yang mengecewakannya. "Maka dari itu aku tahu kalian hanya salah paham , jadi selesaikan dengan cara baik - baik" Kembali Nabila menarik tangan Radit dan mengikutinya ke taman sebelah kampus yang mana Ryanti sudah menunggu kedatangan mereka.


__ADS_2