
Karin meyentil kening James. "Jangan sok baperan gitu gak cocok tau. James hanya tersenyum. Kalau kalian mau datang aku akan sangat senang.
Siapa yang tidak mau, apa lagi kalau gratisan, Nabila dan Karin kompak tertawa. Sedangkan James hanya mengelos tidak habis fikir sahabat - sahabatnya sangat suka dengan gratisan.
Hari ini Jessi bertugas sebagai pembawa acara. Setelah tarian daerah sebagai pembuka acara. Kata - kata sambutan dari Kepala sekolah dan pertunjukan yang di tampilkan dari para siswa penyuka seni, termasuk Runa yang tampil memainkan piano membawakan lagu Indonesia Raya dan lagu Almost is never enough, Runa duet bersama Jessi.
Semua bertepuk tangan melihat penampilan mereka. Bahkan ada yang mengatakan mereka sangat cocok dan serasi. Nabila yang mendengarnya merasakan panas dan kesal. Runa memang sudah melupakannya. Tidqk terasa matanya berkaca - kaca dan segera ia ke luar aula untuk menenangkan perasaan .
Mama Nabila yang melihat penampilan Runa dan Jessi berdecak kesal sambil mengomel sendiri. Suaminya menanyakan mengapa istrinya terlihat kesal.
Anak seperti itu yang kau suruh memantaskan diri untuk putri kita. Kau lihat sendiri kedekatan Runa dengan anak itu. Ku rasa mereka mempunyai hubungan spesial. Bisanya hanya membuat Nabila sedih saja.
"Kita tidak tau mereka seperti apa, itu hanya anggapan kita dari luar, aslinya belum tentu. Aku hanya ingin yang terbaik buat Nabila. Sekarang tergantung mereka, maunya bagaimana." Mama Nabila hanya mengangkat bahu tidak habis fikir dengan fikiran suaminya.
Aku ada niat mendekatkan Nabila dengan Radit. Anaknya almarhumah Nila. Sudah jelas asal usul Bebet bobotnya.
__ADS_1
Terserah padamu tapi jangan memaksa Nabila jika ia tidak mau, ucap Radji. Sedangkan Ratna hanya tersenyum setelah mendapat persetujuan suaminya.
Udara luar sedikit menenangkan perasaan Nabila. Ia bertekad melupakan Runa bagaimana pun caranya. Saat berbalik tiba - tiba Nabila terkejut melihat Runa sudah di depannya. Beberapa detik mereka saling diam dan Nabila melangkah pergi tanpa menyapa Runa.
Segera Runa menarik tangannya, menggenggam kuat. Masih bisa Runa rasakan seperti ada aliran listrik yang menyengat tubuhnya membuat terasa lemas tidak berdaya namun tidak bisa ia ungkapkan, rasa itu masih sama seperti dulu belum juga berubah meski sudah terpisah selama dua tahun lamanya.
"Lepaskan aku mau pergi" ucap Nabila.
"Sebentar saja biarkan seperti ini dulu" balas Runa.
"Buat apa minta maaf kau tidak ada salah apapun" balas Nabila yang hampir menangis.
"Untuk semuanya" tambah Runa lagi.
Aku sudah memaafkanmu Nabila menarik tangannya dengan kuat kemudian berlari menghindari Runa. Ia merasa belum kuat untuk berbicara dengan teman spesial masa lalunya itu.
__ADS_1
"Hanya bisa menatap Nabila dari kejauhan saja akankah selamanya seperti ini" batin Runa.
Jesii yang dari tadi mencari keberadaan Runa dan melihat semuanya. Bertekad mendapatkan Runa secepatnya. Ia tak mau sia - sia perjuangannya selama ini untuk mendapatkan apa yang menurutnya hanya untuknya.
Kau di sini? Kepala sekolah mencarimu ada yang ingin bertemu denganmu. Jessi mengulas senyum termanisnya berpura - pura tidak tahu apa yang barusan di lihatnya.
"Siapa?" tanya Runa.
Aku juga tidak tahu hanya di suruh untuk mencarimu. "Runa mengangguk dan menuju aula bersama Jessi.
Runa ke sini, ada undangan khusus buatmu. ini dari pak Samsul rektor dari universitas Xxx. Ia sangat suka dengan prestasi dan pertunjukanmu tadi. Jadi secara khusus mengundangmu.
Runa mengalami pak Samsul. "Saya merasa beruntung atas undangannya, Semoga saya tidak mengecewakan bapak nantinya."
"Saya harap juga begitu, Semoga kamu bisa melanjutkan cita - citamu dan menunjukkan prestasi yang lebih bagus lagi" Jawab pak Samsul dengan ramah.
__ADS_1