JANJI NABILA

JANJI NABILA
part 19


__ADS_3

Kau dari mana? tanya Nenek Sofia saat Nabila berjalan mengendap-endap. Namun Nabila hanya menanggapi dengan senyum, mari kita makan sup buatan Mamanya Runa.


Ku lihat sepertinya kalian sudah saling kenal. Nenek Sofia menyajikan sup buatan Mama Runa di meja makan, terlihat berbagai makan telah tersaji di meja .


"Dulu keluarga kami lumayan dekat" Nenek Sofia hanya menangguk. "Banyak sekali makanannya, apa ini caramu menyambut kedatangan kami?."


Tentu, sudah lama aku menunggu kedatangan kalian, jadi sebaik mungkin aku menyambutnya. Bagaimana pertunangan Rama, Kapan ia akan menikah?.


Baru bulan kemarin mereka bertunangan, rencana pernikahnya di adakan usai lebaran idul Fitri nanti. "Bagai mana dengan penyakit tunangannya, apa sudah ada kemajuan untuk sembuh?"


Sudah, tangan dan kaki nya mulai bisa di gerakkan. Namun masih dalam pengobatan, aku berharap Nindy bisa sembuh dan normal kembali, Ratna menjawab sedih.


Amiin, aku berharap juga begitu. Nenek Sofia menyentuh punggung tangan Ratna sambil tersenyum. Ayo di makan keburu dingin makanannya.

__ADS_1


Menjelang sore Ratna dan Nabila baru pulang dari rumah Nenek Sofia. Runa masih setia mengintip dari jendela kamarnya. Ia berharap Nabila juga satu universitas yang sama dengannya, agar bisa kembali dekat dengan Nabila.


~


Tut Tut Tut.


Ponsel Nabila berdering saat di lihatnya panggilan dari Vidio dari James.


Aku mengundangmu di acara perpisahanku. kamu bisa datangkan? tanya James.


Kapan acara nya, siapa saja yang di undang.


"Tentunya kamu, Karin dan partner kerja ayahku. Ayahku sedang ada kerja sama bisnis dan mengadakan acara makan malam, dengar - dengar anaknya juga bersekolah di sekolahan yang sama dengan kita dulu. Jadi aku berinisiatif mengajakmu juga Karin biar nanti semakin ramai. Aku juga sudah minta izin ke ayahku dan tak ada masalah katanya. Acaranya malam Minggu ini, kau bisa datang kan?"

__ADS_1


Tentu bisa, tapi Karin bagaimana kan itu malam Minggu apa pacarnya tidak datang?.


Katanya sih bisa datang, Kebetulan pacarnya juga masih di kampung ayahnya jadi malam Minggu ini gak di apelin. Hahahaha James tertawa lucu saat mengatakan ngapel malam minggu mengingat ia yang jomblo akut. "Nabila juga tertawa karna mereka sama - sama Jomblo."


Baik lah, sampai ketemu nanti, James melambaikan tangan dan mematikan panggilan Vidio. James memandangi foto Nabila di galeri hpya sambil tiduran.


Andai ia ada kesempatan mendapatkan hati Nabila pasti akan sangat beruntung, tapi apa daya nama Runalah yang sudah mengisi hatinya dan sangat susah di gantikan. James sampai ketiduran tapi ponselnya masih hidup menampilkan gambar Nabila dan saat ayahnya masuk untuk mengajak James makan di luar "Ramen" ayah James mengambil hpnya dan meletakkan di atas nakas.


Kelihatan sekali kau menyukai gadis ini. Ramen mengusap kepala James dan menyelimutinya. Ayah akan mencari tahu siapa dia, jika ia pantas untukmu ayah akan membantu mendapatkannya, ayah janji. Ramen mematikan lampu dan menutup pintu kamar James.


Ramen sangat menyayangi James, karna James dan Rangga adalah keluarga yang ia punya. semenjak istrinya meninggal Ramen menjadi ayah sekaligus ibu bagi anak - anaknya.


Satu jam kemudian Ramen sudah mendapatkan data diri Nabila dari orang kepercayaannya. Ramen mengetuk - ngetuk meja kerjanya sambil tersenyum. Menyusun rencana agar bisa menyenangkan putranya namun setelah James menyelesaikan kuliah. Karna pendidikan tetap yang utama bagi Ramen.

__ADS_1


__ADS_2