JANJI NABILA

JANJI NABILA
Part 32


__ADS_3

Tapi kalian kan belum mencobanya, Kalian bisa mulai berbisnis kecil - kecilan bersama dari sekarang jadi saat kita lulus nanti pasti sudah membuahkan hasil. Banyak sekarang pasangan seperti itu. Mulai usaha dari nol bersama, itu pasti sangat menyenangkan bisa seperti itu.


"Tapi aku gak yakin" Nabila meragu.


Semua akan baik - baik saja, kau jangan memikirkan hal yang belum terjadi, nanti kau akan terlihat lebih tua dari usiamu. Karin mencoba mengoda Nabila agar tidak terlalu larut dalam sedihnya.


Nabila meraba wajahnya dan tersenyum. membayangkan wajahnya yang cantik tapi terlihat tua dari usianya. Kemudian ia teringat James


Kembali Nabila meneteskan air mata yang membuat Karin kebingungan. "Kamu kenapa lagi ?"


"James..." ucap Nabila


kenapa dengannya ? kening Karin berkerut mendengar nama sahabatnya itu di sebut - sebut.


"James memberikan aku ini" Nabila mengangkat jarinya.


Karin terkejut dengan mulut setengah menganga, ia tak menyangka James akan bertindak secepat ini. Karin tau James menyimpan perasaan tapi melihat cincin yang melingkar di jemari Nabila tetap saja merasa terkejut . Bagai mana secepat ini apa kalian sudah bertunangan ?.


Nabila menggeleng, Kau ini. Nabila memukul gemas sahabatnya , Sementara Karin hanya cengengesan.

__ADS_1


Aku menemukan cincin ini di dalam peper bag yang di berikannya kemarin, Kau ingatkan? Kemudian aku menelfonmu menanyakan dapat hadiah apa saja dari James.


Karin mencoba mengingat - ingat.


Aku sengaja menyimpannya dan membuka saat sudah berada di rumah. Aku langsung memakai cincinnya dan di kotak juga ada ungkapan perasaan James. Aku berusaha menelfon James meminta penjelasan tapi saat itu nomernya tidak aktif.


Lusanya James menelfon dan mengungkapkan perasaannya dan aku sangat terkejut. Aku mencoba melepas cincin ini tapi sangat susah sampai jariku merah dan mengelupas Nabila memperlihat kan jarinya yang luka.


"Sudah coba dengan pelicin?"


Sudah, tapi tetap tidak bisa. "Ku rasa biarkan saja dulu setelah jarimu sembuh dulu dan bisa coba lagi dengan trik lain" Karin memberi saran.


Iya , aku sempat bermimpi pergi bersama James meninggalkan Runa yang menangis. Apa ada artinya mimpi ku itu?


Apa sekarang kau masih marah pada ku ?. "Entah lah, Karin pura - pura merajuk."


Nabila dengan geram melempar bantal Sofa ke wajah Karin.


Eetss tidak kena Karin menjulur kan lidah. Bagaimana kalau kita jalan - jalannya di ganti di hari ini saja, mumpung kau juga ada di sini.

__ADS_1


"Iya, Tapi kita mau ke mana?" Tanya Nabila.


Nonton atau belanja gimana? "Terserah, Mending kamu ganti pakaian dulu."


Oke bos, tunggu sebentar ucap Karin.


~


Jadilah Karin dan Nabila berburu diskon di salah satu pusat perbelanjaan terkenal di Jakarta, Saat sedang sibuk memilih tidak sengaja mendengar suara yang menyebut nama Runa. Setelah mereka melirik ternyata yang punya suara tersebut ada Jessi dan teman - temannya.


Nabila memperhatikan Jessi yang sedang memilih pakaian laki - laki muda, tebakan Nabila pasti Jessi membelinya untuk Runa.


Jangan di dengar Nenek sihir itu yang terpenting kan Runa memilih Kamu bukan dia. Karin berusaha menyenangkan hati sahabatnya itu meski ia sendiri merasa geram dengan tingkah Jessi.


Nabila memaksakan senyum. Sudah ayo kita pergi dari pada di sini gak bagus buat kesehatan hati.


Setelah membayar di kasir tak sengaja Jessi menabrak Nabila saat Nabila membalikkan badan. "Maaf aku tidak sengaja Jessi sedikit membungkukkan badannya."


Tidak apa, Santai saja Jes. Nabila melebarkan senyumnya.

__ADS_1


Oh kalian, maaf aku tidak sengaja. Terlalu banyak barang bawaanku sampai kesusahan membawanya.


Kau belanja begitu untuk siapa? tanya Karin pura- pura tidak tahu. "Sebagian untukku sebagian lagi buat Runa jawab Jessi tanpa rasa malu."


__ADS_2