
Kedatangan Jessi membuat mood Nabila buruk, Setiap Runa mengajaknya bicara seringkali di acuhkan kadang di jawab dengan kata Hem saja.
Runa tau Nabila sedang kesal jadi dia p1un bingung mau menjelaskan perihal kedatangan dan ajakan Jessi.
"Kamu marah aku mau pergi jalan dengan Jessi ?"
Gak, bukan urusan aku juga. Nabila membuang wajahnya saat Runa menatapnya tajam. "Kalau gak marah kok aku tanyain kamu diem aja."
Nabila hanya diam malas menjawab pertanyaan Runa. "Sayang, Runa mengelus tangan Nabila"
Nabila menepis tangan Runa dan langsung berpegangan pada jeket yang di kenakan Runa.
Runa semakin mempercepat laju motornya sehingga mau tidak mau Nabila kembali memeluk pinggangnya. Runa tersenyum menang.
"Kamu ngapain ikutan turun, Sana pulang Jessi lagi nungguin kamu."
"Aku mau pamit sama Om Radji sekalian mau minta maaf."
__ADS_1
Melihat Runa yang bersikeras mau ikutan masuk ke dalam rumah membuat Nabila hanya pasrah. Namun dalam hatinya merasa senang karna Runa mau bertanggung jawab setelah mengantarkan meski lama pulang.
"Assalamualaikum ucap mereka serentak."
"Walaikumsalam Radji menatap tajam ke arah Runa."
Runa menyalim tangan Radji dan Ratna. Radji memang sudah menunggu kedatangan Runa dan Nabila, ia sempat marah karena Nabila menginap namun setelah mendengar penjelasan dan kenyataan yang di lihatnya mau tidak mau ia izinkan.
"Maaf Om saya maaf karena tidak tepati janji, keadaan yang membuat Nabila harus menginap." U ap Runa.
Runa mengangguk.
Melihat ini membuat Nabila tak tega, entah alasan apa sehingga orang tua nya memberikan izin padahal keluarga mereka sudah bertahun lepas dari kata komunikasi.
Kalau begitu saya pamit pulang dulu Om,Tante Runa kembali menyalim tangan Radji dan Ratna. Sekilas Runa menatap Nabila yang berdiri di samping Ayah nya " Nabila Aku pamit pulang, Assalamualaikum ".
"Walaikuamsalam jawab mereka."
__ADS_1
~
Setelah membersihkan diri dan mengisi perutnya yang sudah berdemo, Nabila duduk di gazebo belakang, menyenderkan kepalanya yang terasa pusing. lebih tepatnya pusing memikirkan apakah Runa dan Jessi jadi jalan, Kemana ? pasti mereka sedang bersenang - senang, pertanyaan itu terus terngiang di kepalanya.
Mengutak - atik benda pilih yang selalu setia menemaninya, membuka berbagai jenis aplikasi yang barangkali bisa memberinya jawaban. Semoga si ratu eksis itu memposting sesuatu.
Tak selang waktu lama Nabila menemukan foto Jessi sedang berpose dengan caption "Lagi tungguin si Dia" Berfoto gaya anggun sambil duduk di kursi tamu .
Inikan ruangan tamu Runa, Sepertinya Jessi sering berkunjung terlihat dari beberapa Vidio dan foto nya terlihat sudah akrab dengan suasana rumah yang ia simpan di galeri miliknya.
Nabila mendengus, Menyesali kenapa ia bisa mengikuti kemauan Runa. "Bodohnya aku ini bisa berfikir hanya aku seorang yang di bawa ke rumahnya."
Belum menemukan jawaban dari pertanyaan yang mengisi kepalanya Nabila memutuskan untuk tidur. Di kamar pun ia tak juga bisa tidur. memejamkan sampai menutupi kepala dengan bantal namun tetap tidak bisa ia tidur.
Huftt haruskah aku menelfonnya biar jelas semua. Dari pada aku terus begini tapi gengsi dan malu. Kembali membuka hp dan membuka salah salah sosial media. Menggulir dari ke atas ke bawah, tidak lama ia melototkan mata, memukuli bantal sebagai sasaran kekesalan.
Bagaimana tidak kesal, baru saja ia melihat foto Jessi memakai pakaian Renang yang lumayan seksi. Jangan lupakan seseorang yang tersenyum tampan di sebelahnya. siapa lagi kalau bukan Runa. Dasar laki laki plin - plan kesalnya.
__ADS_1