
Assalamualaikum Tante apa kabar, Nabila dengan takzim menyalim punggung tangan Mawar, Mamanya Runa.
Walaikumsalam, Kabar Tante ya gini lah seperti yang kamu lihat. Memang semenjak Kejadian yang menimpa Dafa di tambah meninggalnya sang suami keadaan Mawar kurang sehat. Tidak jarang ia juga harus di rawat ke rumah sakit .
Nabila tersenyum kaku, ada rasa kasihan di hatinya karna sekarang Mawar terlihat lebih kurus di tambah kantung mata yang sedikit bengkak.
Kamu semakin cantik ya semakin mirip Radji yang ke Arab - araban, di tambah tinggi ideal yang menurun dari Ratna.
Nabila tersenyum mendengar pujian Tante Mawar. " Maaf aku tidak membawa apa pun untuk Tante," Nabila mengerutuki dirinya yang datang tanpa buah tangan padahal mereka sudah tidak pernah bertemu bertahun lamanya.
Tidak masalah, Kau mau datang aku sudah sangat senang. Mari makan Tante sudah masak kan sup kesukaanmu.
Nabila sangat senang mendengarnya, ia tak menyangka Mawar masih mengingat makanan kesukaannya.
Mawar mulai menyendokkan nasi serta lauk pauk ke piring Nabila padahal Nabila sempat menolak mengatakan ia bisa sendiri.
Masakan Tante gak berubah rasanya sangat enak, aku harus banyak belajar dari Tante.
Kalau begitu sering - seringlah kemari biar kita masak bersama, Mawar melirik Runa.
Tentu MA, Nabila akan sering ke mari, kami satu kampus jadi mudah buatku membawanya kemari tidak perlu jauh - jauh menjemputnya lagi.
__ADS_1
Telinga Nabila terasa panas mendengarnya. "Apa arti dari ucapan Runa, sering bertemu, sering ke rumahnya. Oh rasa nya aku telah salah bicara , ini semakin menyulitkan keadaan ku saja" batin Nabila.
Kau mau nambah lagi biar aku ambil kan . "Tidak perlu aku bisa sendiri tente," ucap Nabila tak enak. Tapi Mawar tetap menyendokkan nasi dan Nabila tak bisa berbuat apa - apa.
Seselai makan mereka duduk di ruang tamu sambil menonton tv. Sudah lama Runa tidak melihat Mamanya banyak cerita dan terlihat bahagia seperti saat ini, Memang tidak salah ia membawa Nabila bertemu mamanya.
Mereka terlihat akrab walaupun sudah lama tidak bertemu sesekali mereka tertawa entah apa yang mereka bicarakan. Runa hanya melihat dari kejauhan.
Sebelumnya ia beralasan ada yang harus ia kerjaan padahal ia hanya memberi ruang agar Mamanya dan Nabila bisa leluasa berbicara. Sampai tidak terasa Jam sudah menunjukkan jam sembilan malam.
"Ehem , Nabila ayo aku antar pulang. Aku sudah janji mengantarkanmu tidak sampai larut malam."
Mawar mengangguk membenarkan jika Runa hanya meminta izin untuk bertemu dirinya bukan menginap di rumahnya.
Namun saat keluar pintu tiba - tiba hujan turun dengan derasnya di sertai angin kencang. Nabila sempai panik dan ketakutan tapi tidak mungkin ia beneran harus menginap.
Anginnya sangat kencang, walaupun kita naik mobil aku takut berisiko, kita tunggu sebentar lagi mudah - mudahan hujannya reda.
Mereka menuggu sambil memakan cemilan agat tidak merasa bosan. Nabila merasa canggung di karena kan mereka hanya berdua. Sebelumnya Mawar izin ke kamarnya untuk beristirahat.
Sudah dua jam mereka menunggu hujan reda namun hujan nya malah semakin deras. Nabila mulai gelisah takut di marahi orang tuanya
__ADS_1
Jika tiga puluh menit lagi hujannya belum reda sebaik nya kau menginap di sini. Aku yang akan menelfon memintakan izin.
Nabila hanya pasrah sepertinya keadaan alam sangat tidak bersahabat dengannya saat ini. Dan benar saja hujannya tidak kunjung reda.
Tut..Tut..Tut...
Hallo, Assalamualaikum Tante. Aku meminta izin untuk Nabila menginap di sini karena hujan lebat di tambah anginnya yang kencang. Runa membuat panggilan Vidio untuk menyakinkan orang tua Nabila .
Runa berbicara agak menjauh setelah lima menit berbicara Runa mendatangi Nabila yang hampir tertidur di kursi tamu.
Nabila, panggil Runa dengan lembut. Aku sudah meminta izin untukmu menginap di sini. Dan orang tuamu mengizinkan nya.
Nabila sempat tidak percaya dengan ucapan Runa, karena biasanya sangat sulit mendapat izin menginap bahkan untuk menginap di rumah Karin, orang tuanya tidak memberi izin. Tapi kali ini mereka mengizinkankan nya. Alasan apa yang Runa berikan. ia sendiri tak tahu karna saat di tanya Runa hanya tersenyum.
Kamarmu ada di sana di samping kamar mamaku, Runa menunjuk salah satu kamar tamu. Tapi jika kau mau sekamar denganku aku juga tidak menolak.
"Nabila melototkan matanya."
"Aku bercanda, kau terlalu serius" Runa tertawa
Dengan Kesal Nabila meninggalkan Runa di ruangan tamu, ia pastikan mengunci pintu bagaimana pun ada perasaan takut di hatinya. Sudah lama ia tak bersama Runa jadi bisa saja sifat Runa juga berubah.
__ADS_1